30. Pears

545 57 52
                                        

"Gomawo sudah mengejarku sampai sini Riri, aku sempat sadar menyukaimu waktu itu, tapi tak lama rasa itu hilang lagi dan kembali muncul karena kau menumbuhkannya kembali. Pokoknya kau membuatku merasa orang paling berharga karena kau rela mengejarku sampai jauh sekali" ucap Ruka

"Gomawo juga karena bisa membuatku merasa aman dari apapun, sepertinya aku harus mengadakan acara seminar untuk memotivasi seseorang yang sudah malas mengejar pujaan hatinya" ucap Pharita

"Hahaha, lalu apa judul dari seminarmu jika suatu hari memang ada?" Tanya Ruka

"Mm.. chase your love until Korean sepertinya" ucap Pharita lalu membuka pintu unitnya

Ceklek

"Tunggu se-- A-ayah? M-mama?" Ucap Pharita membelalakan matanya terkejut karena tiba tiba saja kedua orang tuanya ini sudah duduk manis di ruang tamu unitnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah menyeramkan

"Jinjja?! Bagaimana mereka bisa secepat ini ada di Seoul?! Seharusnya tadi aku saja yang mengambilkan bukunya Rita" ucap Ruka menyesal di dalam hatinya

"Dari mana kau? Kenapa tadi malam tidak ada di sini? Apa unit yang ku berikan ini kurang nyaman sampai sampai kau keluyuran dan baru pulang jam segini?" Tanya Chayan lalu berdiri

"A-aku k-ke rumah.. a-aku ada urusan dulu tadi malam" jawab Pharita menunduk

"Urusan apa malam malam?! Dimana?! Apa kau lupa kau itu perempuan?! Bukannya belajar. Apa kau pergi ke bar atau club malam? Kalau tujuanmu begitu untuk apa jauh jauh sekolah di luar negri ha?! Apa kau merasa bebas karena tidak ada yang mengawasimu di sini seperti aku?!" Amuk Chayan

"M-maaf Ayah, t-tapi aku tidak ke tempat seperti itu semalam. A-aku hanya pe--"

"Rita menginap di rumahku semalam untuk mempersiapkan.. tugas kelompok untuk nilai tambahan ujian nanti" ucap Ruka berbohong dan memotong ucapan Pharita dan mengusap tangan Pharita yang mulai gemetaran

"Lalu kenapa sampai menginap? Bisa kan langsung pulang? Apa kau lupa tidak baik jika seorang perempuan menginap di rumah orang lain?" Ucap Chayan kembali beralih pada Pharita

"Kami selesai agak malam" ucap Ruka lagi berusaha membela kekasihnya itu yang akan di marahi

"Lalu kenapa tidak di selesaikan dari siang?" Tanya Chayan lagi

"Di siang hari banyak tugas juga" jawab Ruka yang mulai kesal pada ayahnya Pharita ini

"Lalu sekarang kenapa kau ke sini lagi? Kenapa tidak tinggal di rumah gadis ini saja ha?! Apa yang sudah kau katakan pada putriku sampai ia membangkang pada aturan yang ku buat?!" Ucap Chayan beralih mendorong Ruka hingga terhuyung ke belakang dan terjatuh

"Ayah! Kenapa mendorong dia?! Dia tidak salah apapun! Kan aku yang salah! Jangan limpahkan pada orang lain!" Ucap Pharita

"Mian Ruka, aku benar benar minta maaf, pulang saja nee? Nanti aku ke rumahmu" ucap Pharita membantu Ruka kembali berdiri

"Tapi Rita, tidak seharusnya ayahmu bermain tangan walaupun kau salah" ucap Ruka

"Apa maksudmu?! Berani beraninya berkata begitu tentangku!" Ucap Chayan yang emosinya semakin naik medengar perkataan Ruka

PLAK!

"AYAH!" Teriak Pharita benar benar terkejut melihat ayahnya berani menampar orang lain, di tambah orang lain itu perempuan juga

"Apa maksudmu menamparku?! Kau pikir aku tidak berani membalasmu?!" Ucap Ruka yang tersulut emosi dan mendorong Chayan sambil memegang pipinya

"Kau berani padaku?! Kau tidak lupa kau itu perempuan?!" Ucap Chayan

New View (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang