27. Broken Heart

633 61 24
                                        

Setelah kejadian di cafe tadi, benar saja Asa di panggil manager nya dan segera meminta maaf. Sementara Pharita segera mengantar temannya satu per satu

20.00

Pink Shelter Apartemen

"Ruka kemana ya?" Gumam Pharita yang baru bisa menyudahi tangisnya dan membuka blokiran nomor Ruka dan berusaha mengirimnya pesan tapi hanya ceklis 2

"Aku menyesal melakukan semuanya Ruka" ucap Pharita kembali menangis

Sementara itu..

Jika Pharita tengah menangis di unitnya karena Ruka, Ruka hanya menghabiskan waktunya bersama hujan di sebuah taman yang letaknya entah dimana, dan daerah mana

Ruka dari tadi hanya mengendarai motor mengikuti jalan dengan kecepatan tinggi dan tak lama hujan turun lalu ia memutuskan menepi untuk beristirahat. Di taman ini tidak ada siapapun karena hujan, dan dia hanya melamun di sana

"Aku merasa baru bisa beradaptasi dan punya teman baik dengan kelima orang itu selain Rora. Lalu kenapa mereka malah begitu padaku?" Gumam Ruka yang tangisannya tersamar dengan air hujan. Seluruh badannya sudah basah kuyup, bahkan tas dengan isi isinya

"Apa memang aku tidak cocok mempunyai teman seperti dulu? Semenjak aku berteman dengan mereka aku mulai bisa berteman dan akrab dengan teman teman yang lain" ucap Ruka lagi

Malam ini Ruka hanya menghabiskan waktunya di taman itu sampai hujan benar benar reda saat pukul 3 pagi. Rasanya badannya yang dingin ini tidak merasa apapun di bandingkan sakit hatinya di tuduh oleh adiknya dan sahabat sahabatnya

"Aku akan menginap di hotel saja" ucap Ruka beralih menaiki motornya untuk kembali ke Seoul bagian kotanya dan mencari hotel untuk beristirahat dan bermalam di sana

05.30

"Badanku agak sakit rasanya" gumam Ruka saat tiba di rumahnya untuk mengambil beberapa pakaiannya. Ia rasa setelah dari hotel dia mau berkunjung ke rumah Kakaknya Jisoo saja, malas sekali ia bertemu Rora yang menuduhnya seenak jidat. Untung keluarganya tengah pergi

"Asa?" Gumam Ruka saat melihat Asa ketiduran di pintunya

"Asa, hei, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Ruka menoel pipi Asa dan melihat wajahnya yang pucat. Bahkan rambutnya basah yang hampir kering sama sepertinya

"Hatchih!" Asa bersin

"Heh, sedang apa kau di sini?" Tanya Ruka membangunkan Asa

"Aku menunggu Rora sejak malam, aku mau meminta maaf dan menjelaskan semuanya padanya" jawab Asa dengan suara seraknya

"Kau terkena flu dan demam sepertinya, lebih baik pulang nee?" Ucap Ruka

"Aniya, aku mau bertemu dia dulu" ucap Asa menggeleng dan kembali menangis

"Sebentar nee?" Ucap Ruka menekan password rumahnya namun salah beberapa kali

"Dia mengganti password nya? Menyebalkan" ucap Ruka beralih membantu Asa berdiri

"Nanti kita ke sini lagi, lebih baik kau istirahat dulu, badanmu panas" ucap Ruka

"Aku tidak mau pulang" ucap Asa

"Nee, kita tidak pulang ke unitmu nee?" Ucap Ruka lalu membantu Asa naik ke motornya

"Pegangan saja dulu nee? Aku tidak mau kau jatuh juga, kalau sampai kau kenapa napa nanti ibu dan ayahmu membunuhku" ucap Ruka menarik Asa agar memeluknya dan segera ke rumah Ji Yoon

Di rumah Ji Yoon

Ceklek

"Ruka? Asa? Ada apa ini?" Tanya Ji Yoon membawa mereka masuk

New View (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang