Part 56

66 5 0
                                        

Meski langkahnya menjauh dengan pasti, Hati Mirella masih saja terasa sesak seiring dengan berbagai pemikiran yang melintas setelah percakapan terakhirnya dengan Edward, pria yang ia tinggalkan seorang diri. Menurut Edward perkataannya terlalu menyakitkan dan Mirella sadar akan hal itu. Meski kalimatnya terlalu menyakiti perasaan Edward namun Mirella sudah merasa lega karena semua perasaan yang selama ini ia pendam bisa dengan mudah ia ungkapkan tepat dihadapan pria yang selama ini menghantui kehidupannya.

Dipertengahan jalan Mirella bertemu dengan Ryan yang juga hendak berjalan kearahnya dan tanpa menghiraukan lingkungan disekitarnya, Mirella memeluk Ryan tanpa mengatakan satu kalimat apapun. Ryan yang cukup terkejut dengan sikap Mirella hanya terdiam dan membiarkan Mirella terus berada dalam pelukannya sampai akhirnya wanita tersebut melepas sendiri pelukannya dan mulai berbicara saat tatapan Ryan seolah meminta penjelasan.

"Apa aku begitu jahat pada Edward karena tidak memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dimasa lalu?" Tanya Mirella dengan tangisan membuat Ryan iba dan menggelengkan kepalanya sebelum akhirnya kembali memeluk tubuh ringkih Mirella yang terlihat lemah.

"Kau berhak bahagia dengan pilihanmu sendiri. Jika dengan memutus hubungan dengan Edward adalah keputusan yang membuatmu merasa lebih baik, aku akan mendukung keputusanmu."

"Sekalipun kau mengakui keberadaan Edward sebagai ayah dari kedua puterimu." Lanjutnya dengan nada penuh penyesalan.

"Kau tahu?" Tanya Mirella melepas pelukannya dan beralih menatap Ryan yang masih tetap dengan kebingungannya. Ya, katakan Ryan bingung dan tidak mengerti dengan sikap Mirella yang tiba tiba namun ia lebih bingung lagi ketika mengingat celotehan Allysha pada Brianna tentang ayahnya beberapa saat lalu. Ryan memang bertemu lebih dulu dengan Brianna dan Allysha sejak kedatangannya ke rumah sakit karena memang tujuannya untuk menemui mereka berdua. Namun, tak disangka Mirella pun menemuinya dengan pertanyaan yang Ryan pikir masih bersangkutan dengan pengakuan Allysha tentang ayah kandungnya yang sudah kembali.

"Allysha memberitahuku tentang ayahnya yang sudah kembali. Aku pikir yang dia maksud adalah Edward." Balas Ryan menyimpulkan.

"Aku lelah karena harus menutupi semua hal dari mereka. Semakin aku berusaha untuk menutupi semua hal dari Edward dan juga anak anaknya, aku semakin terlibat dengan berbagai kebohongan dan juga bayang bayang pria itu yang selalu ada disekitarku. Aku lelah Ryan,  aku ingin menyerah!" Seru Mirella kembali menumpahkan keluh kesahnya pada Ryan yang masih setia berdiri dihadapannya.

"Tenanglah ," ucap Ryan beralih memeluk wanita yang terlihat lemah dihadapannya.

"Aku benci Edward. Kenapa dia harus kembali datang dalam hidupku dan mengusikku lagi? Bukankah dia sudah punya kehidupan baru? Kenapa terus mengusikku seperti ini?" Ucap Mirella penuh tanya.

"Jika kau mau, aku bisa menjauhkanmu darinya," ucap Ryan yang hanya dibalas dengan anggukan kepala Mirella.

"Aku rasa dengan menjauh darinya aku bisa bahagia dengan kedua anakku." Lanjutnya lagi penuh lirih.

"Aku mengerti. Ini tidak akan mudah terlebih kau sudah mengakui keberadaan Edward sebagai ayah dari kedua anakmu. Tapi kita usahakan apapun yang terjadi bersiaplah untuk berbagai kemungkinan."

"Kemungkinan seperti apa yang kau maksud?" Tanya Mirella disela tangisannya.

"Seperti yang pernah kita lewati dimasa lalu. Aku harap semuanya membaik sesuai dengan maumu."

"Terimakasih Karena sudah mengusahakan berbagai hal untukku."

"Sama sama. Bisakah kau menemui Ally dan Brie? Aku akan mengurus persiapan kepulangan Brianna dari rumah sakit ini." Pinta Ryan sembari menyela air mata Mirella.

Breakable HEAVEN (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang