Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Sepulang dari rumah Shikamaru, Naruto tidak langsung pulang. Dia malah melipir ke satu rumah pohon yang menjadi tempat dia dan Neji dulu sering beristirahat untuk meminum sake.
Ya, rumah pohon itu memang dipenuhi puluhan botol sake yang dikumpulkan keduanya sejak awal mula saling dekat satu sama lain. Dan rumah pohon itu adalah tempat mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama.
Kadar toleransi alkohol Naruto sebenarnya sangat tinggi, dia mampu menghabiskan sepuluh botol tanpa mabuk sedikitpun. Namun tetap saja, setinggi apapun toleransinya terhadap alkohol, lelaki Uzumaki itu pasti akan mabuk juga saat jumlah botol sake yang dia minum melebihi kadar kemampuannya.
Lelaki pirang tersebut kalap minum, karena bingung dengan pertanyaan Sakura. Hampir dua puluh delapan botol sake habis dia tenggak, menghabiskan dua baris dari jajaran sake kumpulan nya dan Neji dulu.
Beruntungnya, rumah pohon tersebut berjarak begitu dekat dengan rumah yang dia tinggali. Jadi saat pulang, dia masih bisa memaksa kesadaran otaknya walau hanya sedikit. Tapi saat sampai di kamar, dia benar-benar sudah hilang kendali. Meski samar-samar, dia bisa melihat seseorang yang duduk dengan kunai ditangan. Entah itu Neji atau Sasuke, tinggi keduanya hampir sama, jadi Naruto yang memang mabuk, bingung melihat nya.
"Na--Naru, sakit, lepas," rintih Sasuke, dia berusaha melepaskan cengkraman tangan Naruto dari lehernya yang telah tergores.
Naruto tidak mendengar ucapan Sasuke, tentu saja, ia mabuk berat. Dia justru menggigit keras tulang pundak Sasuke hingga si Uchiha berteriak nyaring. Sasuke tidak bisa memberontak, karena kedua tangannya justru digenggam erat di belakang leher. Tak tau kapan, celana panjang lelaki berkulit putih itu telah terlepas.
Pemuda pirang tersebut menjilat cuping telinga Sasuke, hingga ke pipi dan kembali mencumbu bibir Sasuke dengan ganas, tak ada jeda untuk lelaki Uchiha itu untuk bernapas. Baru saat dia hampir kehilangan kesadaran karena tak juga bisa menghirup udara, ciuman itu terlepas, membuat Sasuke terengah mencari oksigen.
Kepalanya terdongak paksa kala satu tangan Naruto menarik rambutnya ke belakang.
"ARGH!!"
Tubuh lelaki terakhir dari Klan Uchiha itu seakan dibelah paksa dengan cara yang teramat menyakitkan, saat lubang analnya ditumbuk penis besar Naruto secara tiba-tiba, tanpa aba-aba maupun jeda.
"Na--Naru, hentikan, tolong hentikan," lirih Sasuke yang kesakitan tanpa diindahkan si pemuda pirang.
Kegiatan yang terus berlanjut hingga Sasuke sampai pada batas kesadaran.
~~
Sasuke tidak tau jam berapa saat dia bangun dengan tatapan linglung. Tapi pastinya, langit di luar sana sudah berubah warna, matahari telah pulang kembali ke peraduan nya, menyisakan lembayung senja yang nampak indah dipandang mata. Dia menatap lelaki yang mendekapnya dengan pandangan tak fokus, hingga lelehan air mata mengaliri wajah nya yang putih pucat.
Semua anggota badannya terasa remuk redam karena 'pergulatan kecelakaan' yang terjadi secara kasar, sangat kasar.
Namun masalahnya bukan hanya itu, yang membuat Sasuke lebih terluka adalah Naruto justru berkali-kali menyebut namanya diiringi nama Neji. Meski dia juga tak fokus untuk mendengar ucapan-ucapan yang keluar dari Naruto saat itu. Kata-kata yang sebenarnya jika dia dengarkan, Sasuke akan tau kalau Naruto jelas telah mencintai nya. Bahwa kata-kata yang diucapkan Naruto dalam mabuk, sejujurnya adalah tentang Sasuke yang berhasil menjungkirbalikkan pemikiran dan perasaan nya. Tentang nama si lelaki Uchiha yang telah masuk dan sejajar dengan nama sang kekasih yang telah tiada.
Tetap saja, Sasuke tak mendengar nya, yang dia tau adalah Naruto menyebut nama Neji saat menyentuh nya. Bukan hanya fisiknya yang sakit, batinnya pun ikut sakit.
'Kenapa kau harus datang disaat aku masih hidup, Naruto?' batinnya tak berdaya, 'seandainya kau datang saat aku sudah mati--'
Sasuke memaksakan tenaga, melepas pelukan tangan si pirang yang sejujurnya memang tak terlalu erat. Pelukan itu berhasil dia lepas, untuk kemudian segera bangkit dan beranjak turun dari ranjang, tanpa peduli kondisi fisiknya yang seakan bisa runtuh kapan saja.
Dengan langkah tertatih, Sasuke berjalan perlahan ke kamar mandi. Lantas tubuh lemas nya masuk ke dalam bathtub yang entah sejak kapan sudah terisi oleh air sebelum dia masuk ke sana. Yang sejujurnya, hal tersebut memang kebiasaan Naruto, sehingga pemuda pirang itu tidak harus susah-susah mengisi bak dulu sebelum mandi.
Pikiran Sasuke kosong, otaknya serasa tumpul, lecet di kulitnya terasa perih saat air mengenainya. Sasuke menekuk kedua kakinya ke depan dada, lalu kedua tangannya bergerak pelan memeluk lutut, meringkuk ke dalam. Ia tak menghiraukan dirinya yang harus menahan nafas dalam air, yang dia inginkan saat ini hanya mati, dia lelah.
Kenapa hidupnya tak pernah normal? Sungguh, dia benar-benar lelah, ingin sekali dia menyerah.
Kelopak mata pemuda berkulit pucat itu perlahan mulai menutup, mulutnya ikut terbuka, membiarkan air masuk ke rongga hidung dan tenggorokannya, menggantikan udara. Sasuke hanya berharap dia akan segera mati.
#......#
Vote and comment please 💗
Nah sok, hujat sepuasnya 🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
Fiksi PenggemarSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
