21. Not Neji's shadow

3.6K 246 17
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Sakura datang hampir setengah jam kemudian, di waktu isi mangkuk telah tak bersisa. Kekasih pemuda Nara itu terdiam melihat kekosongan mata Sasuke. Rasanya dia ikut sakit melihat tatapan yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang dilakukan si Baka pirang bodoh itu hingga Sasuke yang biasanya berwajah datar sedatar triplek malah menampilkan raut penuh luka?!

"Naruto, apa yang terjadi?!" Tanya Sakura dengan tatapan tajam pada si pirang.

"Besok akan ku jelaskan padamu. Dan setelah itu terserah, kau bisa menghukum ku sepuasnya. Aku tau aku salah besar. Tapi untuk sekarang, tolong periksa saja Sasuke." Naruto memohon dengan wajah penuh sesal.

Sakura sempat terdiam melihat tatapan Naruto, setelah Sasuke hanya memiliki tatapan kosong, tatapan Naruto penuh dengan rasa penyesalan. Sakura bisa merasakan hal tersebut.

Jadi, dia mengangguk tanpa banyak bantahan. Sakura sadar pasti ada hal buruk yang terjadi di antara pasangan dua suami itu. Dari tangan nya keluar chakra bercahaya kehijauan, lalu memeriksa Sasuke dengan telaten.

Kening si gadis berambut pink sebahu berkerut, dia membuat gerakan tangan seolah mendorong sesuatu keatas, hingga Sasuke terbatuk sambil memegang dadanya.

Naruto menatap khawatir, dia menggenggam tangan Sasuke erat namun tetap berusaha lembut, agar si lelaki yang telah menjadi miliknya itu tak kesulitan sendiri.

"Sasuke shock," ucap Sakura begitu cahaya kehijauan di tangannya hilang, "ada sisa-sisa air di jalur pernafasannya, tapi aku sudah mendorong air tersebut keluar. Sementara untuk saat ini, tidak ada yang bisa aku lakukan untuk rasa shock nya. Tapi kau harus memantau Sasuke terus, bisa jadi rasa shock itu berubah menjadi hiperventilasi karena panik tiba-tiba, atau bisa menjadi demam tinggi karena pikirannya terguncang. Luka-luka lecetnya sudah hilang."

Naruto mengangguk mengerti.

"Nar, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku yakin kau bisa menyelesaikannya. Ingat, kau harus jaga Sasuke baik-baik. Nanti akan ku pinta penjelasanmu!!"

Lagi-lagi Naruto hanya mengangguk.

Sakura pergi dua puluh lima menit kemudian.

Naruto bangkit sebentar, hanya akan mengambilkan air minum untuk Sasuke, tapi tangan kecil lelaki berkulit putih itu malah melingkar erat di perutnya, tanpa bicara apapun. Akhirnya Naruto tidak jadi pergi, dia memilih membawa suami kecilnya berbaring dengan pelukan lembut dan hangat. Jemarinya bergerak terus-menerus di belakang punggung Sasuke, memberi ketenangan tanpa ucapan.

Hingga hampir satu jam, onyx legam Sasuke tetap sama, sampai akhirnya sebuah isakan kecil terdengar. Tubuh lelah lelaki Uchiha terakhir tersebut gemetar. Sementara wajahnya tersembunyi di dada si pemuda pirang. Raut kosong nya berubah menjadi penuh luka, dan rasanya Naruto ingin sekali membunuh dirinya sendiri karena membuat suami kecilnya seperti itu.

Isakan itu lama-kelamaan semakin keras terdengar. Cengkeraman erat di pundak Naruto, menandakan betapa nyeri yang dirasa si pemuda bersurai raven.

"Maafkan aku, sungguh maafkan aku, Sasu. Maaf karena lagi-lagi aku menyakiti mu," bisik Naruto pelan.

Naruto ikut meneteskan air mata, disebabkan rasa sakit dan luka yang dia torehkan pada lelaki dalam dekapannya.

'Kenapa saat aku sadar kalau aku sudah mencintaimu, aku justru lagi-lagi menyakitimu, Sasuke?' bisik Naruto dalam hati.

~~

Dipertengahan malam, saat bulan bersinar terang tepat di singgasananya yang megah, di saat orang lain dalam indahnya mimpi, Naruto justru sedang sibuk mengompres suami kecilnya.

Seperti kata Sakura, itu terjadi. Suhu tubuh Sasuke meningkat drastis, demam tinggi. Uzumaki baru itu menggigil dalam dekapan sang pasangan yang menikahi nya secara terpaksa.

Si pemuda pirang dengan telaten mengganti kompres setiap kali kain tersebut telah menghangat, sementara dia juga memposisikan Sasuke agar nyaman dalam pangkuannya, karena lelaki yang kini kulitnya berwarna begitu merah karena panas tersebut tidak melepaskan lengannya dari perut Naruto sejak tadi. Sementara selimut juga merapatkan tubuh mereka berdua.

Semalaman itu, Naruto tetap terjaga, merawat Sasuke yang terus menggigil dalam tidurnya.

Saat matahari naik sejengkal, Naruto mengirim satu kloning untuk membeli sarapan.

Ketika kelopak matanya terbuka, yang Sasuke lihat adalah dada bidang seseorang sebagai tempat wajahnya bersandar. Dan saat dia mendongak, iris sebiru lautan lah yang menyapanya.

"Ohayō, Sasuke," sambut Naruto dengan sebuah senyum simpul nan sendu.

Sasuke terdiam, bayang-bayang apa yang sebelumnya terjadi melintas di otaknya, hingga dia refleks memberontak dari dekapan si pirang.

"Tenang, Sasu, tenang. Aku tidak akan menyakiti mu," ucap lirih Naruto sambil mengeratkan pelukan.

Setitik air mata keluar dari sudut mata Sasuke, "harusnya kau biarkan saja aku, Naruto, biarkan saja aku mati, bukannya aku hanya bayangan Neji?" seru Sasuke lirih.

"Maaf, sungguh maafkan aku, tolong jangan bicara seperti itu," Naruto bicara lirih.

Jemari Naruto bergerak pelan, mengelus sudut mata Sasuke lalu turun ke pipi, "gomennee, Sasu, kau bukan bayangan Neji, bukan," ucapnya lagi sembari mengecup kedua kelopak mata Sasuke, Sasuke hanya memejamkan mata.

#........#

Vote and comment please 💗

Hmmm, doubdate gak yaaa 🤔🤔?

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang