Bab 4.

7 1 0
                                    

Sebelum lanjut, Follow akun author dulu yakk, biar author makin semangat buat nya🌷


Oyh, author post skarang yh soalnya HP ana lagi ngeleg
🍁🍂 ... 🍂🍁

"Gapapa biar aku aja yang bawa ya sayang, kamu kan pacar aku" goda rasya kepada putri


"E-eh..." putri terdiam sejenak lalu kembali mengejar rasya, akhirnya rasya melepas tas putri di atas batasan jalan raya


"Bercanda doang, jangan baper atau marah ya" ucap nya


"Apaan sih tu anak, ngeselin bangett aaaa!!" gumam putri dengan kesal, tapi yaah... Dia lagi dan lagi baper oleh rasya

...

Saat di kelas 5A. Putri berniat melaporkan mereka yang pernah membuli dirinya, dan sudah lelah berpura-pura patuh di hadapan mereka,, akhirnya dia memulai rencananya dengan memberitahu kan kepada abi dan ummi nya terlebih dahulu.

Keesokannya putri dan varez telah sampai di sekolah dan sedang menuju ke ruang kepsek


"Abi aku takut" ucap putri sambil menatap abi varez


"Gapapa nak, kan disini ada abi jadi jangan takut ya sayang" ucap varez menenangkan anak perempuannya itu yang di balas anggukan iya oleh putri


Saat sampai di depan kantor kepsek putri tetap di samping abi varez karna dia tak ingin meninggalkan abi padahal sudah jam masuk


"Eh Naura kenapa masih di luar, sudah bell masuk loh" ucap bu kepsek yang menyadari keberadaan putri bersama varez


"Loh ini siapa naura?" tanya bu kepsek lagi


Vania Pratesta, panggil saja ibu vani, sifat? Tegas tapi juga baik, sekaligus kepala sekolah di sekolah putri

"Ini bu, abi saya" ucap putri


"Sebelumnya kenalin, saya Navarez Abiyasa, orang tua nya putri, saya kesini mau minta kejelasan dan ketegasan sekolah di sini buk" ucap varez to the point


"Ini maksudnya gimana ya pak?" tanya bu vani dengan bingung sambil menatap putri


"Anak saya kemarin ngasih tau saya kali dia suka di bully di sekolah nya, dan itu sudah berlangsung lumayan lama tapi tak ada ketegasan dan peringatan di berikan untuk yang membully anak"

"Ooh seperti itu.... Begini sabar pak, bapak duduk dulu ya" ucap bu vani karna varez memang belum duduk dari tadi


"Baik bu"


Buk kepsek bertanya kembali

Perjalanan Kisah Cinta, Dan Hijrah-KuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang