Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Bisikan halus di telinga Sasuke membuyarkan bayangan yang terputar dalam otaknya, "Naruto," gumam Sasuke pelan.
Sasuke mencengkeram lengan Naruto, "kau-- kau tidak--"
"Tidak sayang, aku tidak akan menyakitimu lagi. Jadi tenanglah, oke."
Sasuke hanya mengangguk pelan, matanya ia pejamkan kuat-kuat. Kenapa begitu sulit mengendalikan ketakutan nya?! Apa dia harus terus seperti ini?
"Dengar, kamu tidak lemah, tidak sama sekali."
"Tapi rasa takut mengalahkan ku," lirihnya.
"Buka matamu, lihat aku," pinta Naruto yang dituruti oleh Sasuke dengan perlahan, "itu adalah hal yang wajar, Sasu. Sekuat apapun seseorang, dia akan selalu memiliki rasa takut tersendiri. Apalagi kamu mengalami hal tak menyenangkan karena aku, rasa takut itu tidak berarti kamu lemah. Kamu paham?"
"Ta--tapi--"
"Mau menyembuhkan rasa takutmu bersamaku??"
Sasuke diam, dia menatap kedua bola mata biru Naruto. Iris seindah langit tersebut seolah menghipnotisnya, meyakinkannya, "ya, aku mau," angguknya pelan. Sedikit ragu, tapi dia juga tak mau hidup dalam belenggu ketakutan. Apalagi pada seseorang yang jelas akan selalu dia lihat setiap harinya.
Naruto tersenyum, dia menarik pinggang Sasuke lebih dekat. Keduanya jadi semakin menempel.
"Istirahatlah untuk saat ini, nanti sore aku aja kamu keluar," putus Naruto.
"Aku tidak mengantuk," Sasuke menggeleng.
Lelaki manis itu memang tidak mengantuk saat ini. Ya jelas, dia bahkan baru bangun tidur. Bagaimana bisa dia tidur lagi? Katakan pada Naruto kalau dia bukan seorang pangeran tidur, yang pekerjaannya hanya tidur tanpa henti. Supaya Naruto tidak menyuruh nya tidur terus.
"Ya sudah kalau kamu tidak mengantuk. Tapi jangan dulu memaksa ingin keluar, ya," kata Naruto lagi yang kembali diangguki kecil.
"Naruto," panggil Sasuke setelah terdiam sekitar lima menit.
"Ya, kenapa sayang??"
"Rasanya aku ingin menggigit mu sampai kau tidak punya daging," Sasuke berbisik.
"Kalau begitu lakukan lah sesuka mu, Sasuke," sahut Naruto santai. Lagian tidak mungkin kan Sasuke benar-benar akan menggigit nya?
"Betulan?? Boleh ku gigit sampai habis??"
Naruto terkekeh, kenapa hanya mengatakan hal random seperti itu bola mata indah Sasuke nampak berbinar cerah??
"Iya, sayaaaang."
Tanpa banyak bicara lagi, Sasuke menggigit keras daging lengan Naruto dengan gigi tajamnya. Dia memang tidak main-main, kok. Dia betulan ingin sekali menggigit Naruto hingga pemuda pirang itu memohon ampun. Hitung-hitung balas dendam, muehehe.
"Wadaw?!" Naruto memekik tertahan.
Naruto kira itu hanya ungkapan random, ternyata tidak. Buktinya sekarang, dia meringis karena lengan bagian atasnya digigit keras oleh Sasuke. Sepertinya, Sasuke balas dendam padanya dengan cara ini. Si pirang tidak mengira, kalau gigi suami kecilnya akan begitu tajam nan panjang hingga menembus kulit. Lengannya berdenyut ngilu, tapi tidak ada protesan dari bibirnya. Selama Sasuke senang, dia rela.
"Aku belum puas," gumamnya pelan, lalu melihat Naruto yang raut wajahnya meringis, tapi hanya diam tanpa bicara apa-apa, membuat Sasuke kesal, "kenapa kamu tidak tanya padaku kenapa aku menggigit mu?!" seru Sasuke melotot.
"Kenapa memang??"
Memilih menurut karena tidak mau kesayangannya itu ngambek, Naruto betulan bertanya, padahal sebenarnya dia tidak masalah apapun alasan yang dipakai Sasuke untuk menggigit nya. Lagipula kan hanya digigit. Yah, walau digigit nya menggunakan kekuatan super hingga mungkin lengannya akan bengkak.
Naruto mengusap kelopak mata Sasuke.
"Tidak papa sih, aku hanya ingin. Soalnya kau menyebalkan," pungkas Sasuke dengan wajah yang seolah mengejek namun tatapan nya terlihat polos tak berdosa.
Naruto hanya tersenyum, suka-suka Sasuke lah.
"Naruto, aku belum puas."
"Gigit saja sayang, lakukan sesuka mu," ucap Naruto pasrah.
"Kalau begitu sini kan jarimu, mau ku gigit sampai putus."
Naruto hanya menurut, diangkat tangannya hingga ada di depan wajah Sasuke, "jari-jari malang ku, yang kuat ya. Semoga tulangmu sekuat baja," batinnya prihatin.
Kurama tergelak dalam inner Naruto,
"mampus, haha!!"
"Ck, berisik bola bulu!"
Naruto kembali meringis, jarinya benar-benar digigit juga.
Tapi saat Naruto mengarahkan pandangan pada Sasuke, dia malah terpana. Otaknya justru berpikir liar hanya karena jari-jari tangannya yang berada di mulut si surai raven. Rasa sakit digigit kencang itu seolah hilang tertiup angin.
Naruto menelan ludah.
Di otaknya terpampang bayangan-bayangan mesum yang seolah terjadi pada mereka berdua. Naruto lantas menggelengkan kepala, mengusir bayang-bayang itu. Naruto mengumpat pelan.
'Sial, ini gara-gara kebanyakan baca buku nya Ero-sennin! Padahal aku hanya iseng membacanya.'
Eh, berapa lama dia melamun tadi? Kenapa Sasuke sudah terlelap? Mana jari-jarinya masih ada pada tempat yang sama. Ini yang tadi katanya tidak mengantuk?
Pelan-pelan dia tarik tangannya. Sasuke nampak terganggu, matanya seperti akan terbuka lagi. Tapi Naruto yang sudah berhasil melepas jemarinya dari mulut Sasuke, segera menepuk pelan pinggang si suami kecil hingga Sasuke kembali terlelap.
Dia lantas bangkit perlahan dari ranjang, ada yang harus diselesaikan karena pikiran mesum nya tadi.
Sial!
Dia tegang.
#.......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictieSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
