Sore ini Salma dan Rony baru sampai dijakarta,rencananya besok pagi mereka akan melihat venue yang akan dijadikan tempat pernikahan mereka.Tentu saja tempat itu hasil rekomendasi dari Sintya.Tidak hanya tempat,wanita itu juga yang mengurus semua persiapan pernikahan Rony dan Salma.Dimulai dari gaun pengantin,baju yang akan dikenakan semua keluarga,dan segala printilan-printilan nya.
Rony dan Salma memang menyerah kan semua urusan pernikahan mereka pada Sintya.Mereka hanya ingin melihat tempat dan mengukur baju saja.Pada dasarnya mereka dua manusia yang tidak suka ribet dan tidak mau di pusingkan dengan urusan seperti itu.Bahkan Anggis dan Nabila saja sempat protes pada Salma.
"Kak,emang kamu gak punya dream wedding apa?.Tanya Anggis.
"Iya ih!mba harus minta yang mewah sama kak Rony".Imbuh Nabila.
"Aku udah serahin semua urusannya sama mama dek,pilihan mama pasti gak akan ngecewain.Kamu kan tau sendiri pilihan mama gak pernah gagal".Salma menatap Anggis,gadis itu mengangguk setuju.Setaunya selera Sintya memang tidak pernah salah.
Begitu keluar dari bandara Rony dan Salma memilih pulang menggunakan taksi.Rony memutuskan untuk tinggal sementara dirumah Paul,tadinya dia ingin tinggal dihotel saja,tapi Salma memaksanya untuk tinggal di rumah orang tua Paul.
"Aku antar kamu dulu".Ucap Rony saat mereka ada didalam taksi.
"Emang kamu mau kemana?".Tanya Salma dengan tatapan memicing.
"Aku nginep di hotel aja yah?".
"Kok gitu?".
"Gak enak sama orang tuanya Paul yank,apa lagi sama pak Rendy.Aku kan belum resmi jadi bagian dari keluarga Sanjaya?".
Salma berdecak lidah."Yank,kita itu udah tunangan loh?".Ucapnya dengan wajah memelas.
"Iya sayang,tapi kan....".
"Gak ada tapi-tapian yah!".
Rony menghela nafas panjang,dia pasrah saja dengan keinginan Salma. Dia menarik lembut kepala gadis itu, menyandarkan dipundaknya.
"Iya sayang...".
Satu jam perjalanan mereka dari bandara akhirnya sampai juga di kediaman orang tua Paul.
"Mamih!".Salma berlari,begitu turun dari taksi.Dia mendapati Carolin sudah berdiri didepan pintu menyambut kedatangannya.
"Aduh...anak gadis mamih kayaknya bahagia banget".Wanita itu mengurai pelukannya.
"Mamih kenapa waktu Salma lamaran gak dateng?".Protes Salma dengan wajah cemberut.
"Maaf ya sayang,waktu kamu lamaran kebetulan mamih pulang kampung. Oma nya Paul sakit sayang".
"Oyah?sakit apa?".
"Biasa penyakit tua,kecapean aja". Wanita itu melirik kearah Rony yang berdiri dibelakang Salma.
"Tante...".Rony mengulurkan tangan nya,menyalami wanita paruh baya yang disapa mamih oleh Salma.
"Pinter yah nyari calon suaminya,gak kalah ganteng sama anak mamih". Ucapan wanita itu membuat Salma tersipu malu.
"Ayo masuk".Ajaknya pada Salma dan Rony.
"Dek,kamu ajak Rony kekamar biar dia bersih-bersih,apa mau makan dulu?".Salma menatap Rony,meminta jawaban dari laki-laki itu.
"Kita bersih-bersih dulu tante".Jawab Rony.
"Kalo gitu anterin Rony ke kamar Paul aja,biar sekalian istirahat".Salma mengangguk kemudian mengajak Rony naik kelantai dua rumah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Pertama [End]
Ficção AdolescenteHayy genk... Kita ketemu sama cerita baru aja yah? kita bikin salmon era bucin fersi halunya lebih ugal-ugalan,tapi kali ini Salma yang mau gw bikin cegil🤭🫰🏻 Selamat membaca dan selamat berhalu ria💙😘 💙💙💙💙 Sebenarnya ini gw ambil dari pengal...
![Cinta Pertama [End]](https://img.wattpad.com/cover/376860689-64-k770734.jpg)