Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____•.•___________________
"Ughh..."
Iris rubby itu kembali menunjukkan keindahannya, hal pertama yang dia lihat ialah putih.
ASEAN:"indo nak kamu sudah sadar?!"
ASEAN menghampiri dan memeluk tubuh Putra (angkat) kesayangannya, si empu yang di peluk hanya bisa diam, jujur tubuhnya sangat sakit dan kepalanya juga pusing.
Indo:"k-kenapa....?"
Perlu usaha yang keras untuk mengeluarkan sepatah kata, ia juga mulai sadar bahwa dia bukan berada di UKS lagi, melainkan di rumah sakit.
FBI:"kamu tidak tau nak?"
Indo menjawab pertanyaan FBI dengan gelengan lemah, memangnya apa yang terjadi selama dia tidak sadar?.
Apa jangan jangan dunia di serang Alien?!, atau kiamat sudah dekat?!.
Ia mengambil posisi duduk, di bantu ASEAN tentunya.
UN:"kamu tertidur selama 3 minggu"
Indo membelalakan matanya, really dia tertidur selama 3 minggu!?, what the fuc- sungguh tak terduga. Padahal di mimpinya bertemu dengan indo itu bahkan hanya beberapa jam atau bahkan menit.
Tidak sampai 3 minggu seperti ini!.
Indo seketika lemas, dia masih mencerna semua ucapan UN.
NATO:"pangeran..."
Indo melirik kearah NATO yang memanggilnya, ia mengangkat salah satu alisnya.
NATO:"dia mulai bergerak"
Indo:"awasi terus pergerakannya"
NATO:"sesuai perintah anda"
NATO membungkuk, tanda memberi salam, setelah menegakkan kembali tubuhnya NATO berjalan keluar menggunakan teleportasi.
EU:"btw, pangeran mimpi apa, sampai sampai tidur 3 minggu?"
FBI:"indah sekali kah?"
Indo:"wuiss. Jangan di tanya, serem"
Jujur saja sebelum indo membuka mata dia sempat mengalami kejadian mengerikan, di alam bawah sadarnya.
Indo:"sudah ya, gw mo istirahat. Silahkan pergi, hus hus!"
SEATO:"ngusir nih ceritanya?"
Indo:"sudah tau banyak tanya"
Indo kembali merebahkan tubuhnya, mencoba mencari posisi yang nyaman. Dan menutup matanya, lagi.
EU:"ni pangeran ngga akan tidur 3 minggu lagi, kan?"
EU berbisik pada WHO, yang sendari tadi diam.
WHO:"ndak tau"
Jawab WHO juga dengan bisikan, takut membuat pangeran mereka bangu. .
Tanpa mereka sandari, di luar ruangan ada yang mendengar pembicaraan mereka dengan indo.
"Kenapa mereka memanggil indo dengan embel embel 'pangeran'?"