27 (End)

2.1K 150 25
                                        




Indo:"hentikan omong kosongmu, PKI!"

PKI menyeringai, bak orang gila dia tertawa terbahak bahak.

PKI:"AHAHAHAHAHAHAHA!!. Matilah kau!"






Wwuuussss





Sebuah sabit melayang dari arah belakang indo, beruntungnya indo menunduk membuat palu itu meleset.

FBI:"pangeran anda baik baik saja?!"

EU:"beraninya kau!"

EU yang hendak maju menyerang PKI, di hentikan oleh indo. EU menatap indo dengan tatapan rumit.

EU:"pangeran-"

Indo:"jangan campuri urusanku dengan penghianat itu"

Setiap kata yang di ucapkan indo penuh penekanan, membuat semua orang takut.

EU:"tapi pangeran sa-"

EU menghentikan perkataannya, kala mendapat tatapan tajam dari Indonesia.

EU:"baik, saya minta maaf.."

EU mundur perlahan, menuju tempatnya berdiri semula.

Indo:"aku Indonesia. putra bungsu yang mulia raja Majapahit dan ratu Zamrud Khatulistiwa, putra mahkota kerajaan emerala. bersumpah akan membunuh penghianat sepertimu!"

PKI:"aku PKI. Mantan putra ke dua yang mulia raja Majapahit dan ratu Zamrud, bersumpah akan membunuhmu wahai putra mahkota!"

Para country di buat tak bisa berkata kata sangking syoknya mereka, mendengar kalau Indonesia adalah putra mahkota kerajaan emerala.

Kerjaan terbesar dan yang paling berkuasa pada masanya, sayangnya kerajaan itu sudah runtuh menyisakan bangunan dan kisahnya yang luar biasa hebat, saja.

Entah karna apa kerajaan itu runtuh, hanya para organisasi yang tau. Mereka menyimpan rahasia itu rapat rapat.

Konon katanya ada beberapa anggota kerajaan yang masih hidup sampai sekarang, tapi entahlah itu benar atau tidak. Tidak ada yang tau, sama sekali.

Back to story.


Pertarungan hebat tak bisa di hindarkan, pertarungan antara kakak adik yang entah masih saling anggap atau tidak itu.

Sangking dasyatnya pertarungan itu, para organisasi harus menggiring para country agar menjauh, dan mengevakuasi para warga ke tempat aman.







Boom!

Wwuuussssss!

Prank!

Jder!






Kulit dan baju yang tadinya baik baik saja dan rapi sekarang sudah tak berbentuk, robek di sana sini, dan di hiasi dengan cairan kental berwarna merah itu.

Indo:"Rantai!"

Rantai berwarna emas muncul dari berbagai arah mengikat PKI, tiba-tiba sebuah kain menutupi mata PKI membuatnya tak bisa menggunakan kekuatannya.

Indo menatap PKI dengan rumit, entahlah walaupun jiwanya ialah jiwa Dirga tapi entah mengapa rasanya dia gelisah, takut, dan cemas.

Sementara PKI dia berlutut di hadapan indo, menunjukkan senyum tulusnya yang tidak pernah dia perlihatkan.

PKI:"ayo pangeran, eksekusi saya segera.. Jangan pernah ragu"

Indo:"..."

PKI:"buktikan, buktikan bahwa mendiang ayahanda tidak salah memilihmu sebagai pewaris tahta pangeran"

Indo menghela nafas berat, dia mengangkat tangannya tepat di hadapan kepala PKI.







Dor!






Tembakan itu menembus kepala PKI, membuatnya mati di tempat.

Indo:"maaf.."











~TAMAT~




























_______________________________________
:)

Hehe yey dah tamat^

W ucapin Terima kasih buat yang sudah baca, vote, and komen^^!.

Oh ya dan untuk yang sudah folow thanks ya^^!.

♡♡♡ buat kalian^^

Mau ada ekstra chp ngga?.


Maaf kalau ada typo dll

I am the main character (End) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang