ABANG GEMA? 🦣

1.5K 88 71
                                        

[Abang Gema?]

▪️▪️▪️

Bagaimana jika Awan bertemu Abang Junaan?

Ini sebenarnya bisa dikatakan what if, ini ku tulis untuk temen-temen yang mungkin rindu dengan Adek Awan dan Abang Gema.
Jadi, selamat menikmati.

▪️▪️▪️

"Nanti Ayah yang menjemput ya, setelah selesai bermainnya tunggu saja Ayah di cafe, jangan ke mana-mana" terdengar suara lembut namun tegas dari Abu memberikan peringatan kepada bungsunya agar tidak pergi bermain setelah bermain bersama teman-temannya.

"Awan bisa pulang sendiri, Ayah, tidak perlu dijemput segala"

"Lingkungan ini tidak terlalu Awan kenali, Ayah tidak mau nantinya Awan tersesat. Terlebih Awan itu buta arah" saat ini mereka memang tidak berada di lingkungan rumah, mereka berlibur di tempat kelahiran kakek Awan, tentunya tempat yang tidak begitu familiar untuk Awan.

Namun, melihat sebuah cafe minimalis namun terlihat asri yang Awan lewati seusai berjalan-jalan bersama sang ayah kemarin sore membuatnya ingin sekali mengunjungi ke sana. Dan Awan ingin pergi sendiri menikmati waktunya tanpa ditemani, alhasil Abi berusaha membujuk Awan agar tetap diantar dan dijemput olehnya. Ia tidak ingin kehilangan satu-satu putranya ini.

"Ya sudah, tapi jemputnya jika Awan sudah menghubungi saja ya"

"Iya-iya, ya sudah ayo pergi"

Akhirnya setelah beberapa kali melalui sebuah perdebatan, menghasilkan sebuah kesepakatan bersama.

Tak membutuhkan waktu yang lama, Awan dan Abi sudah sudah sampai di cafe yang dituju, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. Setelah mengantarkan Awan dan memastikan Awan memasuki cafe tersebut, Abi pun beranjak dari sana, ia tidak pulang hanya menjauh dari jangkauan Awan dan mengawasi anaknya dari jauh. Setidaknya Awan tidak mengetahui keberadaannya.

"Milkshake strawberry satu" Awan pun mulai memesan minuman yang ia inginkan. Setelahnya, ia mencari meja untuk ia tempati.

Entah kenapa, Awan merasa tertarik pada cafe ini, suasana begitu tenang dengan iringan musik pelan serta cahaya yang cukup dan hiasan yang di luar cafe yang membuat cafe minimalis ini terlihat indah dan menyenangkan.

Setelah pesanannya datang, Awan hanya memandangi luar cafe yang tidak ramai hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang dan beberapa orang pejalan kaki. Suasana yang tak terlalu ramai dengan penerangan yang temaram membuat suasana hati Awan terasa damai dan hangat.

Lamunan Awan terhenti saat terdengar dentingan lonceng di dekat pintu masuk, pertanda ada seseorang yang baru saja memasuki cafe. Awalnya Awan hanya melirik sekilas tak tertarik, namun matanya sontak membulat dan jantungnya mulai berdegup kencang saat ia melihat wajah dari seseorang yang baru saja masuk tersebut.

"Maaf telat, Bentala buat masalah tadi" suara itu itu cukup ia kenali, walau terdengar lebih berat dan serak namun itu sangat mirip suara seseorang yang sangat Awan rindukan.

Tanpa Awan sadari, tungkainya perlahan mendekati si pemilik wajah dan suara tersebut. Matanya bahkan sudah berembun dan tubuhnya cukup bergetar.

CASUARINA [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang