15

199 15 3
                                        

Yeaaaaaaah bulan depan Gfriend comeback!

Bagi kebanyakan manusia dibumi ini, menjadi pengangguran adalah hal yang sangat tak di inginkan. Namun berbeda dengan Yerin. Meskipun pendapatan tak ada tapi itu bukan kerugian besar baginya. Justru ini keuntungannya. Ya, apalagi kalau bukan menghabiskan banyak waktu dengan putra tercintanya. Jung Beomgyu.

Bukan berarti ia sudah tak butuh pekerjaan lagi, tapi Yerin mengambil hikmah dibalik semua yang menimpanya kali ini. Lagi pula tabungan yang dia dapat dari kerja kerasnya selama ini masih cukup untuk menghidupi keluarganya untuk jangka waktu yang cukup panjang.

Yerin berfikir menjadi ibu rumah tangga yang menghabiskan waktu dirumah untuk mengurus anak bukan hal buruk seperti yang biasa ibu-ibu keluhkan di sosial media. Contohnya seperti sekarang ini. Sudah menjadi rutinitasnya untuk menjemput Beomgyu ke sekolahnya karena dia sudang melarang ibunya untuk melakukan itu dengan alasan ia sudah tak lagi sibuk sebagai wanita kantoran.

Bukan berarti sudah melupakan semua, tapi Perlahan dia juga sudah bisa menerima musibah yang membuat hidupnya terbalik 180 derajat. Ya, Yerin sudah terbiasa keluar rumah lagi seperti sedia kala.

"Eh Nyonya Min?" Sapa Yerin Saat keluar dari pintu apartemennya, Yerin menangkap presensi Wanita paruh baya bermarga Min sedang keluar juga dari apartemen tepat di sebelahnya.

"Eh Nak Yerin. Mau pergi ya?" Jawab Nyonya Min

"Iya Nyonya. Seperti biasa mau menjemput Beomgyu." Jawab Yerin sambil tersenyum ramah dan Nyonya Min hanya mengangguk paham

"Oh iya Nyonya, aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena kemarin telah bersedia menemani Beomgyu ke acara pertemuan wali murid disekolahnya. Pasti kau sangat kewalahan dengan anak itu." Yerin hanya tersenyum dengan raut sungkan.

"Maaf Nak Yerin tapi aku tidak faham dengan yang kau ucapkan barusan." Paruh baya itu menjawab Dengan ekspresi linglung. Pasalnya dia tak tau menau mengenai ucapan tetangganya itu.

"Aku tahu Nyonya sangat baik hati sampai-sampai tak suka dengan ucapan terimakasih dariku. tapi aku tetap ingin mengucapkannya." Kekeh Yerin

"Tapi aku sungguh-sungguh tak faham nak. Aku tidak pergi ke sekolahan Beomgyu dan semacamnya." Jawabnya serius.

"Tapi kan anda yang...?" Kini giliran Yerin yang bingung dengan semuanya

"Aku memang sudah tua dan seringkali pikun tapi jelas-jelas aku tidak pernah melakukan itu. sudah seminggu aku menginap dirumah putra sulungku karena tiba jadwal check-up ku dirumah sakit dekat kediamannya dan baru kempali pulang hari ini. Makannya aku ingin pergi ke rumahmu untuk mengantar oleh-oleh ini." Nyonya Min menjelaskan sambil menunjukan bukti paper bag ditangannya.



***



Yerin mengendarai Mobilnya dengan kecepatan sedang sambil memikirkan perkataan Nyonya Min tadi

"Apa malah Ibuku yang sudah pikun ya? Tapi setauku ingatan ibu masih kuat. Jika bukan Nyonya Min terus siapa yang bersama dengan Bammie." Monolognya. Namun fikirannya tak mempengaruhi konsentrasinya terhadap jalan raya.

Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh Mobil Yerin berhenti tepat di depan sekolah elit dimana Beomgyu menempuh pendidikannya. Yerin keluar dari mobil dan langsung disambut oleh senyuman manis jagoannya yang sudah menunggunya dari tadi. Namun senyum Yerin Luntur saat seseorang berjalan perlahan dibelakang Beomgyu.

Sekarang Yerin sudah mendapat jawaban tentang siapa yang datang diacara sekolah Beomgyu beberapa hari yang lalu

"Ayo cepat masuk!" Seru Yerin sambil menarik tangan anaknya dengan tegas. Bahkan Beomyu sempat tersentak oleh hentakan tangan ibunya.

Still Want You [TAERIN] [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang