16

173 15 2
                                        

Satu part lagi aku tamatin. Mohon dukukungannya dengan cara memberikan vote supaya author lebih semangat lagi buat cerita baru tentang couple Taerin



"Aku sudah hampir berhasil mendapatkan Yerin. Tinggal selangkah lagi untuk memiliki dia sepenuhnya." Eun Woo tersenyum bangga mengingat cintanya yang terbalas. Dia tersenyum puas sambil menyesap wine mahal dengan seorang wanita dihadapannya

"Aku ikut senang. Tapi jangan puas dulu karena Taehyung tak akan mungkin diam saja" Jennie menyeringkai menertawakan kenaifan Eun Woo

"Bukankah itu adalah tugasmu. Katanya kau sangat pintar dan cerdik, kenapa sampai sekarang kau belum juga mendapatkannya." Kalimat Eun Woo terdengar mengejek lawan bicaranya

"Cihhh, baru begitu saja kau sudah merasa diatas angin." Jennie berdecih

"Setidaknya lamaranku sudah diterima. Aku juga tidak akan lama menunda pernikahan yang akan mengikat hubungan kami selamaya."

"Yah kuharap begitu." Jawabnya dengan santai. Jennie benar-benar Jengah dengan pria tersebut.

Saat sedang asyik membicarakan kelanjutan hubungan mereka masing-masing, dering ponsel yang berasal dari dalam tas milik wanita bernama Jennie tersebut berbunyi. Melihat nama yang tertera diponselnya, Jennie langsung mengangkatnya

"Hallo kak Yoona, ada apa menelfon?" Jawabnya dengan basa-basi padahal dalam hati ia sangat senang.

"....."

"Sebenarnya besok ada pertemuan dengan rekan bisnisku tapi biar sekertarisku saja yang datang menggantikanku."

"..."

"Tidak masalah. Dengan senang hati Aku akan selalu menyempatkan waktu jika dengan kakak. Apalagi ini undangan ekslusif dari kakak sendiri."

Eon Woo hanya berdecih menanggapi perkataan Jennie karena dia yakin Jennie hanya mengarang cerita tentang jadwalnya. Ia jadi berfikir untuk berhati-hati dengan wanita se-Manipulatif Jennie

Kasihan juga Kim Taehyung jika sampai terjerat kepicikan Jennie.

"...."

"Oh oke oke, iya aku tahu tempatnya

"..."

"Iya. Sampai jumpa besok kak. Selamat malam."

Tuuuuttttt.....

"Kau lihat, bahkan tanpa kukejar kakaknya sendiri yg mendekatiku."

"Percaya diri sekali kau Nona, kakaknya menghubungimu bukan berarti kau bisa mendapatkan adiknya." Ujar Eun Woo menyeringkai

"Kim Yoona adalah wanita yang sangat cerdas, kompeten, ambisius dan orang yang paling disegani Taehyung. Aku yakin jika aku berhasil menarik simpatinya bukan tidak mungkin dia sendiri yang akan mendekatkanku dengan adiknya. Dan perintah Yoona itu mutlak." Jennie menyesap minumannya sambil tersenyum percaya diri. Ini adalah permulaan yang sangat bagus. Ternyata bermain secara halus begini akan membuahkan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan mengejar dengan terang-terangan.

"Baiklah, aku tidak sabar mendapatkan kabar baik besok. Aku pergi." Eun Woo berdiri dari duduknya. Dia memajukan wajahnya sambil berbisik ditelinga Jennie.

Sementara Jennie masih betah duduk disana sambil menikmati pemandangan malam ibu kota dari balik jendela restoran mewah tempatnya saat ini. Sebenarnya bagi Jennie pemandangan seperti ini sangat membosankan. Tapi karena suasana hatinya yang bagus makannya bisa merubah dari yang tadinya pemandangan membosankan menjadi indah dan menyengakan untuk dilihat lebih lama.

"Sangat indah sekali." Gumamnya sambil tersenyum penuh arti


***


Begitu dibukakan dari dalam, Eun Woo langsung masuk ke apartemen milik Yerin dengan cemas. Dia berlari seperti kesetanan saat mendapat kabar bahwa tadi Yerin pingsan dikamar mandi.

"Bibi, bagaimana kondisi Yerin saat ini." Tanya Eun Woo pada ibunya Yerin dengan gelisah

"Kau temui saja dia dikamar." Tanpa mau menjelaskan, wanita paruh baya tersebut lebih memilih menyuruhnya melihat sendiri secara langsung.

Eun Woo mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk setelah mendapat izin dari Yerin. Didekatinya ranjang Yerin dan langsung duduk disebelahnya

Yerin pun hendak merubah posisi menjadi duduk tapi dengan cepat dicegah Eun Woo untuk tetap berbaring saja.

"Bagaimana keadaanmu. Apa ada yg sakit? Aku sangat kaget tadi saat mendapat kabar kau pingsan dikamar mandi. Kita kerumah sakit saja ya." Pria itu nampak khawatir.

Yerin bisa melihat ketulusan hati Eun Woo, setiap gerak-geriknya menggambarkan betapa laki-laki itu memang tulus menginginkan Yerin dan keluarganya.
Walaupun lamaran Eun Woo kemarin dia terima tapi Yerin sendiri juga merasa jika yang terlihat antusias dengan hubungan ini hanya Eun Woo seorang. Dia jadi makin merasa bersalah. Pantaskah wanita yang masih memikirkan pria lain sepertinya mendapatkan pria sebaik Eun Woo.

"Rin!" Panggil Eun Woo sambil menepuk pelan pipi mulus Yerin. Pasalnya Yerin terlihat melamun tak memperdulikan pertanyaannya. Hatinya jadi tambah tak tenang.

"Ah maaf...maaf..." Yerin terjingkat dari lamunannya

"Apa yang kau fikirkan. Pasti ada yang tidak beres dengan kesehatannmu. Ayo kita periksa kerumah sakit saja."

"Tidak perlu! Aku tadi hanya sedikit memikirkan sesuatu saja. Aku hanya kecapekan saja, maaf karena telah membuatmu khawatir."

"Kau yakin?" Eun Woo memastikan

"Iya sangat yakin." Jawabnya yakin

"Baiklah aku percaya. Tapi begitu kau merasa pusing atau semacamnya tolong bilang padaku ya." Titah Eun Woo dengan memperlihatkan senyum tampannya. Ya Tuhan senyuman itu benar-benar membuat Yerin mau gila karena perasaan bersalah.

"Eun Woo, bolehkah aku bertanya." Ujarnya ragu

"Katakanlah." Jawab enteng Eun Woo

"Apakah kau sangat mencintaiku?"

"Pertanyaan bodoh seperti itu tak perlu dijawab." Bukannya tidak menghargai pertanyaan Yerin, tapi ia tak suka jika keseriusannya selama ini masih dipertanyakan

"Aku serius! Tolong jawablah" yerin mengucapkan itu dengan mengeluarkan airmatanya membuat Eun Woo terkejut panik

"Kenapa jadi menangis? Maafkan aku" seolah tau Yerin masih menagih jawabannya, mau tak mau Eun Woo langsung menjawabnya dengan jujur. "dari awal bertemu denganmu hingga saat ini perasaanku padamu belum pernah berkurang sesikitpun. Bahkan setelah kau menolaku beberapa kali. bukannya marah dan membencimu tapi yang ada malah semakin bertambah kadarnya. Aku sendiri juga tak tau kenapa hatiku bisa seperti ini."

Jawaban Jujur Eun Woo justru membuat air mata Yerin semakin bertambah deras.

"Maafkan aku, aku sudah terlalu sering membuat hatimu terluka." Jawabnya masih sesegukan

"Itu tak perlu lagi karena sekarang aku sudah mendapatkanmu. Sekarang aku sangat bahagia." Ucapnya hangat seraya menyeka air mata Yerin dengan lembut. Jangan lupakan Matanya yang seolah menghilang saat tersenyum.

Setelah tenang Yerin meraih tangan Eun Woo untuk dia genggam "jika aku berbicara jujur padamu apakah kau masih tetap ingin melanjutkan hubungan ini?"

Sial! Sebenarnya Eun Woo ingin sekali marah karena sudah tau apa yang akan wanita itu ucapkan. Dia tak rela jika Yerin berkata jujur jika dia masih mencintai pria sialan itu. Namun setelah mendengar kalimat yang Yerin ucapkan lagi membuatnya terkejut. matanya terbelalak tak percaya. Ini lebih membuatnya marah ketimbang kekawatirannya tadi.

Namun secepat itu pula, dia bisa mengendalikan suasana hatinya. Apapun yang terjadi Yerin harus menjadi miliknya

TBC~

Maaf partnya pendek🫰
Kira-kira apa ya yang diucapkan Yerin? Hehe

Still Want You [TAERIN] [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang