47

732 131 43
                                        

Rumah sakit Kota Seoul
21.45

Lari-lari masuk ke dalam. Rami berhenti depan meja resepsionis.

" Keluarga yang terjun di jembatan itu?" Tanya suster langsung.

" Iya!" Jawab mereka.

" Ah! Dia masih berada UGD."

" Terimakasih!"

Jalan terburu-buru menuju UGD. Pharita langsung lari kecil sambil nunjuk UGD ada di simpang kiri koridor.

Ahyeon nempel langsung buat coba ngintip ke dalam kaca. Namun tak nampak perihal di halangan hordeng. Namun lewat jendela sebelah, ada celah dimana dokter masih menangani Rora dengan alat kejut.

" Ahh tolong~~ tolong~" Rengek Pharita. Dia mulai mikir aneh-aneh sekarang.

Ahyeon menyingkir dari sana karena ada Ruka yang mau ikut lihat. Cowok itu ngintip, memperhatikan dokter yang kayaknya terus bersuara, ngomong pada suster.

" Dain sekarat!" Kata Ruka.

" Dia katanya mau pulang langsung tadi." Kata Pharita bikin Ahyeon menoleh ke arah Rami yang nampak tenang, namun hatinya mulai grasak-grusuk.

" Sabar dulu." Ujar Rami dengan dewasanya, dia menenangkan yang lain.

Gak lama, dokter keluar ruangan. Mereka berempat langsung mendekat.

" Keluarga korban?"

" Iya."

" Dia koma."

" What?"

" Kami sedang berusaha memberikan semaksimal mungkin kemampuan alat rumah sakit. Jadi harus bersabar. Pasien dalam keadaan kritis."

Pharita mulai merintih. Dia di rangkul Ruka saat ceweknya udah nangis.

" Saya tinggal dulu. Pasien sedang di tangani suster di dalam. Kalian belum bisa bertemu."

" Terimakasih dokter." Ucap Rami sambil memberi tundukan sopan saat dokter itu pergi menjauh.

" Hikss.... Ruka~~ Dain gimana?"

" Sstt. Gak papa sayang. Kita berdoa terus."

Ahyeon terduduk lemas di kursi. Dia mulai menutup wajahnya sambil bernafas pasrah udah.

" Guys...."

Ahyeon menjauhkan tangannya dari wajah. Rami menoleh ke belakang bareng Ruka sampai Rita berhenti tersedu.

" Dain?" Sebut Rami.

Rora mendekat. Tubuhnya basah kuyup buat Rami langsung peluk dia.

" Dain?" Tanya Rami lagi.

" Oh! Aku! Kenapa? Kalian berfikir aku mati?"

Rami memukul kesal lengannya tapi dia peluk lagi sangking khawatirnya.

" Hiksss Daaaiiinnn~~!" Tangis Pharita makin kencang. Dia memukul-mukul badan Rora yang nampak bingung.

" Kalian di telpon orang? Mereka pakai hp aku."

" Terus yang di dalam?" Tanya Ahyeon.

" Itu yang mau bunuh diri tadi."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Triple R ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang