51

962 143 42
                                        

Mobil sampai depan kantor pos. Pharita keluar dari sana sambil membawa kardus isi lukisannya untuk di kirim.

Ahyeon nungguin di dalam mobil. Dia sibuk mengotak-atik hpnya sampai ada pria mendekati kaca sebelah lalu mengetok.

Ahyeon menoleh ke sebelah.

" Apa sih?" Tanyanya sambil membuka kaca.

" Siapa?" Tanya Ahyeon sambil cowok itu memasukkan tangannya.

" Eh! Eh!! Ngapain lo!!?" Panik Ahyeon sambil pintu di paksa buka terus narik tangan Ahyeon keluar dari sana mumpung gak ada orang yang lihat.

Ahyeon memberontak. Dia langsung tonjok pipi itu orang kemudian lari kabur.

Tapi dia berhasil mengejar lagi sampai Ahyeon di gendong pundak.

" Pharita!!!!!!!!" Teriak Ahyeon.

Rita merasa ada yang manggil. Dia langsung menandatangani surat kirim, menerima resi nya dari orang pos, lalu keluar dari gedung itu.

" Lah?" Bingung Rita sambil lari kecil.

" Ahyeon!" Panggil Rita yang mendekati mobil itu.

" Pak! Buka pak!!"

Pintunya bergeser buka. Ahyeon di tutup mulutnya sambil memberi gelengan, suruh Pharita kabur sana.

" Ahk!!!" Teriak Rita waktu tubuhnya di tarik masuk hingga mobil itu berlalu pergi dari sana.

Rita terduduk di kursi belakang.

" Diam! Atau aku gores!" Kata penculik itu sambil menunjukkan pisaunya.

Pharita menelan ludah. Dia menoleh pelan ke sebelah ngeliat Ahyeon nunduk sambil pukul jidat.

" Bego! Malah masuk juga!"

" Aku panik!"

" Diam!!!"

Pharita langsung diam dan tegang. Dia perlahan merengek.

" Kami di culik?" Tanya Rita.

" Pake nanya!" Gerutu Ahyeon.

" Terus....di apain lagi?"

" Mutilasi!"

" Hikss... Ahyeon...." Rengek Rita.

" Diam!!! Mau aku tembak kepalanya!!?" Teriak pria itu.

Rita menahan rengekan. Bibirnya udah getar-getar sambil Ahyeon garuk-garuk kepala karena bingung ini gimana mau kaburnya.

" Anu........ada makanan ahjussi?" Tanya Pharita.

" Lapar~~~" Rengek nya sambil mengelus perut.

•••

Asa membereskan barang-barangnya. Dia segera keluar kelas dan melihat sekitar koridor depan kalau Rora gak ada.

" Chk! Anak ini!" Kesal Asa sambil jalan cepat cari di sekitar daerah gedung ini.

Asa berhenti di simpang koridor. Dia celingukan dulu ke koridor kiri. Namun tidak dia temukan Rora disana. Hingga badan berbalik untuk pergi ke koridor kanan. Mata Asa ketemu tuh Rora.

Cowok itu malah nyandar di tembok sambil di tempel cewek ntah siapa. Rora bahkan senyum aja sambil tangannya di arahkan ke pinggang.

Rora juga nunduk. Dia ngeliatin belahan dadanya terus senyum lagi waktu lehernya di elus-elus.

Asa jalan cepat. Dia langsung ketawa gila sambil mendorong-dorong pelan cewek itu lalu dia pukul kuat kepala Rora dan dia gandeng lengannya.

" Maaf ya." Senyum Asa yang sumringah selama Rora mengigit jari, merasakan sakit luar biasa.

Triple R ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang