jeon jungkook datang untuk mengambil kembali segala hal yang telah di rebut oleh kakak tiri nya. membalaskan dendam sang bunda akibat perilaku bejat sang ayah hingga dia menemukan sosok kim taehyung yang mungkin akan menjadi satu satu nya laki laki...
dengan pelan taehyung berdiri. kaki nya sedikit pegal omong omong.
" kamu harus nya lebih jaga ucapan kamu jihoon. kamu sendiri tahu orang hamil itu sangat sensitif. tolong perhatikan ucapan kamu pada jungkook untuk kedepan nya" uijar taehyung lalu berjalan pelan menuju jungkook.
jihoon menatap punggung taehyung yang mulai tidak terlihat oleh pandangan nya lalu menunduk menatap perut nya dan mengelus nya.
" aku ga tau mas, karena aku belum pernah hamil" gumam jihoon miris.
.
.
.
taehyung sampai di kamar nya dengan jungkook dia mendapati jungkook yang tengah tiduran dengan posisi menyamping membelakangi pintu. taehyung tahu jihoon tadi benar benar membuat jungkook sedih.
" kookie" panggil taehyung lembut, namun jungkook tidak bergeming. dia diam saja. taehyung mendudukkan diri di belakang jungkook, mengusap pelan pinggang jungkook lalu merambat ke perut nya.
"adik bayi tidak nyaman ya hmm, maafkan papa jihoon ya kalau dia menyingung. ayah minta maaf juga sama papi koo ya, ayah janji akan kabulkan semua keinginan papi koo dan adik bayi." ujar taehyung sembari tangan nya terus mengusap perut jungkook dari luar baju nya. jungkook sedikit menggeliat saat mendengar semua keinginan nya akan di kabulkan.
" beneran?" tanya jungkook mengintip ke arah taehyung dan sungguh demi kerang ajaib jungkook sangat menngemaskan di mata taehyung. taehyung tersenyum lebut lalu mengangguk.
" hmm, apapun, ayah akan kabulkan semua nya" ujar taehyung. dia bahkan sudah membiasakan diri nya memanggil diri nya ayah sejak kemarin saking senang dan bahagianya akan menjadi seorang ayah.
"ka-kalau gitu aku mau beli peach kakak eh tidak beli deh, aku mau petik sendiri dari pohon nya" ujar jungkook membuat taehyung terdiam. dia memikirkan di mana bisa mendapatkan pohon peach yang sedang berbuah sekarang ini fikir nya.
" tidak bisa ya, yauda kalau--"
" no, bukan begitu, kakak hanya sedang berfikir mencari tempat yang bagus untuk memetik nya. jadi mau pergi sekarang?" tanya taehyung. jungkook mengangguk kecil.
" yasudah ayo bersiap." ajak taehyung sembari mengulurkan tangan pada jungkook. dan seperti biasa mood jungkook dengan mudah kembali naik. dia kni terus mengembangkan senyum nya sementara mencari pakaian yang pas untuk dia pakai di ruang pakaian sana. sementara di luar sana taehyung tengah menghubungi sekretaris nya untuk mencarikan di mana pohon atau kebun buah peach yang bisa di petik sekarang. hingga tidak berapa lama sang sekretaris menjawab dan taehyung di buat puas karena nya. daerah nya tidak terlalu jauh jadi taehyung tenang membawa jungkook pergi.
" kakak aku udah siap" ujar jungkook keluar dari ruang pakaian. taehyung menoleh dan dia sukses terpesona pada sosok yang kini menjadi istri kedua nya itu. sejak dulu sosok di depan nya ini selalu menawan dan mempesona. bagaimana tidak, lihat saja itu, baju rajut yang tampak kebesaran di tubuh nya itu membuat jungkook tampak menggemaskan di tambah dengan senyum antusias membuat taehyung menarik bibir nya lebar ikut tersenyum juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" ya sudah ayo berangkat"
taehyung menggenggam tangan jungkook untuk pergi ke tempat yang sudha di beri tahu oleh sekretaris nya itu. sepanjang jalan jungkook mengayun ayunkan tangan nya dan bergumam benar benar antusias. taehyung senang karna bisa mengembalikan mood jungkook dan melupakan persoalan menghilangkan kehamilan nya alias mengugurkan janin nya.
" loh taeyung? kookie? kalian mau kemana nak?" tanya bunda kim yang baru saja sampai di mansion karena tadi ada arisan bersama teman teman nya. jihoon pun yang masih di sana sejak tadi hanya merutuki jungkook juga menoleh saat mendapati taehyung dan jungkook sudah berganti pakaian. dia juga hendak bertanya tadi tapi sudah di dahului bunda kim.
" ah itu, bunda, jungkook mengidam dan ingin memakan buah peach yang dipetik langsung dari pohon nya, saya sudah dapat referensi tempat perkebunan nya dari sekretaris saya tadi jadi kami akan pergi segera" jawab taehyung. si bunda kim hanya tersenyum lembut lalu mengusap pipi jungkook.
" ya sudah, hati hati kalau begitu, tae, jangan sampai jungkook kelelahan, kalau sudah dapat segera pulang ya, ingat kandungan kamu masih rentan sayang" ujar bunda kim di angguki semangat oleh jungkook. bunda kim terkekeh kecil melihat kilatan antusias di mata jungkook. dia yakin cucu nya nanti pasti akan maniak peach fikir nya. setelah nya taehyung dan jungkook berlalu dari sana bahkan taehyung tidka berpamitan pada jihoon./
diam diam jihoon mengepalkan tangan nya marah. jungkook benar benar sudah mengambil semua perhatian keluarga kim. bahkan nenek dan kakek kim setiap hari meminta orang orang nya yang berada di kebun untuk mengirimkan sayuran dan buah segar langsung dari kebun untuk jungkook.
ayah dan bunda kim juga setiap saat selalu memperhatikan jungkook mulai dari hal besar sampai erkecil sekalipun bahkan ayah kim tidak segan mau membuatkan jungkook susu hamil nya. seperti wonwoo dulu juga pernah di perhatikan seperti itu oleh ayah kim hanya saja entah kenapa pada jungkook lebih dari itu.
" sialan" umpat jihoon lalu dia pergi menuju kamar nya. lebih baik dia pergi bersama teman teman nya dari pada di rumah ini dia hanya akan melihat pemandangan yang membuat nya panas. pergi ke rumah ayah nya pun juga tidak ada guna nya. di sana dia akan lebih panas lagi karena para istri ayah nya yang tengah hamil. entah kenapa suka sekali ayah nya ini membuat istri nya itu hamil.
berlaih pada taehyung dan jungkook. mereka sudah sampai di tempat yang di katakan oleh sekretaris taehyung tadi. beruntung di sana ada beberapa pohon peach yang sudah berbuah dan siap petik. dan memetik nya pun memakai tangga tidak harus memanjat. sampai di sana mood jungkook kembali berubah dan ingin taehyung yang memanjat tidak boleh pakain tangga. jadilah taehyung mengiyakan saja toh hanya memanjat pohon. dia bahkan bisa lebih dari ini fikir nya.
satu jam mereka habiskan di sana bahkan jungkook sudah memakan cukup banyak buah itu di sana.
" jadi sudah puas kan? sebaik nya kita pulang ya, kamu harus istirahat sekarang kookie" ujar taehyung di angguki oleh jungkook. dia juga sudah lelah mengunyah rasanya haha dasar papi hamil ini.
sepanjang perjalanan jungkook tidak mau melepaskan taehyung bahkan saat di mobil pun jungkook menggandeng dan memeluk lengan taehyung. taehyung tentu saja senang akan itu. jungkook sudah tidak takut pada nya bahkan sudah bergantung kepada nya dan taehyung suka akan hal itu.
saat asik menikmati momen dengan jungkook fokus taehyung di pecah oleh suara getaran ponsel nya dan saat melihat nya ada nama sang sekretaris di sana.
" hmm?" taehyung berdehem saja sebagai respon pertama menjawab panggilan itu
" maaf pak, tapi ada masalah pak, kolega kita yang kemarin lusa bekerja sama dengan kita membawa kabur uang proyek kita pak. proyek kita terancam tidak bisa berjalan karna tidak ada nya dana itu pak" ujar sekretaris taehyung di seberang sana sukses membuat taehyung hilang fokus saat menyetir jika saja dia tidak di klakson oleh pengendara lain mungkin dia sudah mencelakakan diri nya dan jungkook juga calon anak mereka. taehyung menghentikan mobil nya di pinggir jalan lalu menghela nafas.
melirik jungkook yang sudah tertidur sejak tadi dan meminta maaf dalam hati karena baru saja sudah membahayakan mereka bertiga di sana. taehyung kembali mengingat ucapan sekretaris nya.
" bajingan sialan, akan saya kuliti kamu hidup hidup" sumpah taehyung lalu kembali mengendarai mobil menuju mansion. dia harus segera menangani masalah perusahaan nya. pasal nya proyek itu sangat besar bahkan bisa untuk mendirikan anak perusahaan bagi taehyung tapi kini uang nya di bawa kabur tikus kecil itu. taehyung tidak akan membiarkan orang itu selamat