" astaga jungkook, kamu kenapa nak" bunda kim segera menghampiri jungkook yang maish mengeluarkan isi perut nya meski tampak nya sudah keluar semua.
" bu-bunda mual" keluh jungkook pelan pada bunda kim. bunda kim mengusap pelan pundak jungkook
" hoek hoek hoek" hanya cairan bening yang keluar sekarang ini karena semua isi perut nya sudah keluar.
" bunda mual banget" setelah mengatakan itu jungkook kehilangan kesadaran nya dan roboh ke arah bunda. beruntung bunda sigap dan posisi nya cukup kuat untuk menahan jungkook, jika tidak mereka berdua akan jatuh ke lantai kamar mandi.
" JUNGKOOK!!!"
.
.
.
semua orang tampak berdiri dengan cemas menatap jungkook yang terlihat sangat pucat dan tidak sadarkan diri di kasur nya itu. tadi setelah kehilangan kesadaran nya taehyung dengan sigap mengendong jungkook menuju kamar istri kedua nya itu lalu mingyu segera menelpon kim seokjin untuk memeriksa jungkook.
dan beberapa menit lalu seokjin datang dan segera memeriksa jungkook. beberapa kali dokter muda itu tampak mengernyit dan memeriksa lagi lalu menghela nafas dan menatap taehyung juga keluarga kim yang berada di kamar jungkook.
begitu beberapa kali lalu seokjin mengambil sample darah jungkook untuk di cek ke rumah sakit agar lebih efektif tapi sebelum itu dia menyuruh asisten nya membelikan beberapa barang dan saat barang itu di keluarkan oleh asisten dokter muda itu semua orang di kamar itu terkejut.
ekspresi mereka terkejut namun ada ekspresi lain di sana. ada antusias, cemas dan senang. antusias dan senang jika pemikiran mereka benar maka hal yang selama ini mereka nantikan akan segera hadir.
cemas karena takut itu akan menambah ketakutan dan kesehidan jungkook karena itu terbentuk karena hal yang tak terduga bahkan menakutkan bagi jungkook. keluarga kim takut jungkook akan kembali terpuruk.
" jinnie, kenapa nyuruh asisten kamu beli itu?" tanya bunda kim. seokjin menatap bunda kim dengan pandangan yang sulit di artikan.
" bunda, maaf, tapi kita semua pasti udah bisa memperkirakan apa hasil dari kejadian yang di alami sama jungkook beberapa saat lalu kan? jadi kita harus nyoba ngecek lagi bunda. aku udah ambil sample darah jungkook buat di kirim ke rumah sakit biar di periksa di sana. tae kamu mau kan nganterin dan nunggu hasil nya? gak lama ko cuma sekitar satu jam" ujar seokjin dan taehyung dengan cepat mengangguk.
" tapi mas, ka jin kita ada jadwal juga. aku sama kamu kan ada jadwal check up sama kak jin mas" ujar jihoon tiba tiba membuat semua orang menoleh pada jihoon.
" jihoon, maaf ya, kakak musti meriksa jungkook dulu, kamu masih bisa check up sama asisten kakak di klinik, dia juga sama kayak kakak kok. dia udah di bawah bimbingan kakak kok" ujar jin lagi. jihon hendak bicara namun kakek kim lebih dulu menghentikan rencana jihoon untuk bicara.
" jihoon, kamu kan bisa pergi sendiri, toh yang harus benar benar check up itu cuma kamu. kalau taehyung kakek bisa pastikan dia bahkan tidak butuh check apa pun. kita bisa lihat sendiri" ujar kakek sembari menatap jungkook. entah kenapa dia punya firasat baik jika apa yang mereka fikirkan benar ada nya.
" tapi kek..."
" kakek benar jihoon. saya harus mengantarkan sample darah jungkook agar mendapatkan hasil yang lebih valid nanti nya. kalau begitu saya akan pergi sekarang kak" ujar taehyung pada seokjin. seokjin mengangguk lalu memberikan botol kecil berisi sample darah jungkook pada taehyung yang sudah di masukkan ke plastik steril.
taehyung segera pergi setelah berpamitan dengan keluarga nya. dalam hati dan dalam keterdiaman nya taehyung benar benar berdebar menunggu kepastian itu meski seokjin secara tidak langsung sudah mengkonfirmasi apa yang di alami jungkook namun tetap saja ada rasa yang begitu membuncah di dalam daada nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKE IT BACK (TAEKOOK)
Romantikjeon jungkook datang untuk mengambil kembali segala hal yang telah di rebut oleh kakak tiri nya. membalaskan dendam sang bunda akibat perilaku bejat sang ayah hingga dia menemukan sosok kim taehyung yang mungkin akan menjadi satu satu nya laki laki...
