Dua puluh lima

2.1K 190 41
                                        

Hari yg cerah ini, Yoko terbangun dari tidur siang nya, dia melirik ke arah jam menunjukkan pukul 13:00. Gadis itu tidak kuliah, bukan karena jadwal nya tidak ada, melainkan dia hanya ingin libur saja.

Yoko turun dari kasur menuju ke arah kulkas untuk mengambil minuman dingin, dan duduk di balkon kamar.

Dia memandangi bangunan-bangunan tinggi sambil menyeruput minuman di tangan nya. Soal Faye, mereka belum ada bertukar pesan dari kemarin.

Dalam dua harian ini Faye tidak ada menghubungi nya, begitu pun sebaliknya Yoko juga tidak menghubungi wanita cantik itu.

Yoko sudah pasrah dengan takdir yg di tetapkan dewa untuknya, gadis itu tidak ingin memaksa Faye agar terus bersamanya.

Dia merasa sudah saat nya ia menyerah dengan semua ini, dengan semua rasa sakit yg Faye berikan.

Gadis itu membuang nafas kasar, dia pergi ke kamar mandi. Sekitar sepuluh menitan dia selesai dan berganti pakaian.
.
.
Di tempat lain terlihat dua orang yg sedang berbincang satu sama lain.

"Kenapa kakak nerima perjodohan itu?" Tanya nya

Wanita itu tersenyum.

"Siapa yg nolak jika di jodohkan sama orang yg kita suka, iyakan?"

"Kakak masih suka sama kak Faye? Bukan nya kakak sendiri yg bilang kalau kak Faye itu bajingan, dia player. Terus kenapa sekarang kakak malah seneng di jodohkan sama dia?"

"Faye memang player, tapi dia gak akan bisa berkutik lagi kalau sudah di jodohkan kayak gitu"jawab nya santai

"Maksudnya?"

"Asal kamu tau, Faye itu sangat ketergantungan sama mama nya. Dia gak akan pernah nolak keinginan mama nya, karna kalau sampai itu terjadi, maka nama dia akan di coret dari ahli waris keluarga mereka"

"Tapi gimana dengan Yoko kak? Dia itu temen aku. Aku gak tau harus bersikap kayak gimana ke Yoko, aku gak enak sama dia." Ujarnya lirih

"Nink kamu itu mempersulit diri kamu sendiri, tinggal kamu jujur aja sama Yoko kalau kami di jodohkan, simple kan?" Sarkas nya

Nink menatap tajam ke arah wanita itu.

"Simple kakak bilang? Kakak gampang ngomong kayak gitu karna kakak gak lagi di posisi aku!" Teriak nya

"...."

"Kakak tau, aku harus berpura-pura marah sama Yoko, aku harus berpura-pura cuek sama dia karna perjodohan kakak sama kak Faye! Aku gak tau gimana hancur nya perasaan Yoko kalau dia tau semua ini"

"Sudah lah, lagi pula Yoko bocah ingusan itu gak cocok sama Faye yg sudah dewasa. Faye cocok nya sama kakak, yg udah mateng"ujarnya tersenyum dan langsung pergi

Nink mengacak rambutnya frustasi, apa yg harus ia lakukan sekarang. Apa ia akan mengatakan yg sebenarnya kepada Yoko atau tidak.

Nink tahu betul kalau Yoko sangat mencintai Faye, dia tidak tega jika harus berkata jujur kepada teman nya itu. Pasti Yoko akan sangat hancur.

"Maafin aku Yo"ujarnya menangis
.
.
Faye bersiap untuk berangkat ke kampus, dia berkendara dengan tenang sambil mendengarkan musik. Tidak membutuhkan waktu lama, dia sampai dan memarkirkan mobil bmw nya.

Faye turun dari mobil dan berjalan di lorong kampus hingga ia tak sengaja berpapasan dengan Sella.

"Faye tunggu" teriak Sella memanggil nya

Wanita itu menghentikan langkah kaki nya, menatap ke arah Sella yg sedang berjalan ke arah nya.

"Ayok ke kelas"ajak nya merangkul lengan Faye

DESTINY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang