Faye berjalan dengan lesu menuju ke kelas nya, dari kemarin Faye memikirkan Yoko. Gadis itu belum ada masuk kuliah, nomor nya tidak aktif, Yoko juga tidak ada di mension.
Wanita itu duduk di kursi nya dengan pelan, dia hanya melamun memikirkan dimana keberadaan Yoko saat ini.
"Kamu dimana Yo"gumam nya dalam hati
Bel istirahat, Faye tidak keluar kelas. Dia merebahkan kepala nya di atas meja sambil memejamkan mata. Mix melirik sekilas ke arah Faye, pria itu keluar dan mengirim pesan ke Marisa agar menemui nya di roftop.
Saat ini Mix dan Marisa sudah berada di roftop.
"Gimana kak Faye masuk kuliah nggk?" Tanya Marisa
Mix mengangguk. "Dia ada kok di kelas, tapi kayak nya lagi sedih."
"Pasti dia mikirin Yoko"ujar Marisa
Mix membuang nafas kasar.
"Aku heran kenapa dia gak pernah berubah"ucap Mix
"Mix, dari dulu kita tau lah gimana seorang Faye Peraya, player ketua nya para kaum lesbian gak mungkin bisa berubah semudah itu"
"Dari sekian banyak nya orang di muka bumi ini, kenapa takdir Yoko itu harus Faye? Kenapa gak yg lain?"
"Kak Faye belum tahu kan satu fakta lagi tentang Yoko?" Tanya Marisa
"Belum. jangan memberitahu nya, biarkan saja"
Mix dan Marisa memang masih mempunyai satu fakta tentang Yoko yg mereka sengaja tidak memberitahu kepada Faye.
Sebenarnya setiap Yoko menangis dan dia pingsan atau koma, ketika gadis itu sadar maka dia akan kehilangan ingatan nya tentang masalah yg baru saja ia alami atau amnesia.
Maka dari itu Yoko sangat mudah memaafkan kesalahan Faye, karena gadis itu tidak mengingat apapun tentang pertengkaran nya sebelum ia tidak sadarkan diri.
Mix dan Marisa tidak sepenuhnya percaya seratus persen kepada Faye, jadi mereka sengaja tidak memberitahu tentang satu fakta tersebut. Bukan apa-apa, mereka hanya takut jika Faye mengetahuinya, wanita itu bisa semena-mena menyakiti Yoko, dia bisa saja memanfaatkan keadaan bukan?
"Pulang dari kampus, kita beli buah dulu buat Yoko"ujar Marisa
Ya, Mix dan Marisa memang mengetahui dimana Yoko sekarang. Karena setelah malam itu para bodyguard di mension Yoko langsung memberitahu Mix dan Marisa kalau Yoko sedang pingsan.
Mereka juga sudah mengetahui kenapa Yoko bisa sampai pingsan, Mix sudah mengecek cctv di kamar Yoko. Dari situ lah dia tahu kalau Yoko dan Faye baru saja habis bertengkar.
.
.
Di tempat lain, tepat nya di sebuah apartemen mewah, Yoko duduk di ruang tamu sambil menonton tv. Yoko memang sudah sadar dari pingsan nya, gadis itu tidak mengalami koma yg panjang. Mungkin karna dirinya yg sudah mulai terbiasa, tetapi kesehatan gadis itu terganggu.
Yoko juga harus rutin setiap hari meminum obat khusus yg diberikan paman Lim untuknya. Meski Yoko tidak mengalami koma, namun tubuh gadis itu terus sakit-sakitan sepanjang waktu, dan itu justru semakin menyiksa dirinya.
Tak lama bel apartemen berbunyi, Yoko dengan perlahan berjalan ke arah pintu untuk membuka nya.
Pintu sudah terbuka, Mix dan Marisa langsung masuk ke dalam. Yoko kembali duduk di sofa panjang sambil menyenderkan tubuhnya ke belakang.
"Nih kita tadi beliin buah sama makanan kesukaan kamu"ucap Marisa sambil meletakkan nya di atas meja
"Makasih"ucapnya tersenyum
"Gimana kondisi kamu Yo?" Tanya Mix
"Aku udah gak apa-apa kok"
"Obatnya udah di minum kan?" Tanya Marissa
