52. Future baby

3.1K 223 13
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Sasuke tidak tau kenapa, tapi dia tak ingin melepaskan suami pirang nya.

"Hei, hanya untuk diperiksa, oke."

"Tidak."

"Sasuke-kun, sebentar saja kok. Hanya lima menit," janji Sakura, pasalnya dia akan kesulitan memeriksa Sasuke jika ada dalam posisi seperti itu.

"Sasu, aku tidak kemana-mana, aku tetap disini, tak apa ya, lepas sebentar," Naruto ikut membujuk. Sasuke merengut, tapi akhirnya dia melepaskan Naruto walaupun tak rela.

Begitu Sasuke bisa di bujuk seperti itu, juga telah berbaring rapi, namun tangannya tak mau lepas dari genggaman Naruto, si gadis calon menantu Nara mengalirkan chakra iry-nya dari kepala Sasuke hingga ujung kaki, mencari tau apa yang sebenarnya dialami si lelaki bersurai gagak.

Tiba-tiba dia tersenyum, chakra medis berwarna hijau di tangannya telah menghilang. Tapi senyum Sakura masih terpatri dengan jelas.

"Sasuke tidak apa-apa, dia hanya kelelahan dan kekurangan chakra," ungkap nya santai, terkesan senang.

"Kenapa kau keliatan senang begitu? Sasuke kan sedang pusing," Naruto menggerutu.

"Ck, diam kau Baka. Kan aku hanya menyampaikan apa yang terjadi."

Naruto yang mulutnya terbuka kembali, hendak memprotes ucapan Sakura karena menurutnya si Pinky itu hanya bicara setengah-setengah, tidak jadi bersuara karena perkataan Sasuke lebih dulu terdengar.

"Periksa Naruto."

"Hmm, kenapa dengan si bodoh ini, Sasuke-kun??" Sakura bertanya heran. Kelihatan nya pirang disampingnya ini baik-baik saja, kok.

"Dia muntah tadi," jelas Sasuke singkat.

"Oh," Sakura terkekeh, membuat Sasuke mengerutkan kening. Dia kan minta si gadis gulali itu memeriksa Naruto, bukannya tertawa tak jelas seperti orang tak waras.

"Kau tidak perlu khawatir padanya. Aku yakin dengan pasti, kalau dia muntah bukan karena sakit, tapi karena anak kalian ingin membalas dendam pada ayah idiot nya itu."

"Hah?!"

Naruto melongo. Sasuke terdiam. Jemari nya  bergerak pelan menusuk perut, apa benar ucapan Sakura?

Anak? Dia memilikinya di dalam sini?

"Naa Sasuke-kun, karena kasus bagi laki-laki mengandung itu spesial, calon bayi kalian akan memakan chakra mu sebagai asupan untuknya, sehingga chakra mu sendiri akan terkuras. Itulah penyebab kenapa kamu bisa kekurangan chakra dan merasa pusing. Apalagi sebelum ini chakra mu ada di level yang sangat rendah. Dan karena kalian berdua bisa saling berbagi chakra dengan mudah tanpa harus melewati chakra iry, pastikan suami idiot mu itu memberi asupan chakra dengan baik, atau kau akan mendapati sesuatu yang tak diinginkan. Kau mengerti ucapanku, kan?" Sakura menjelaskan panjang kali lebar hingga seluas lapangan bola.

Sasuke mengangguk.

"Kau dengar tidak, Baka?!" seru Sakura mengepalkan tangan, lalu memukul kepala Naruto dengan penuh cinta, hingga lelaki pirang yang kesadaran nya masih terbang ke langit karena ucapan satu-satunya gadis disana tentang anak sebelumnya, mulai tersadar sambil memasang raut wajah kesakitan. Sungguh, pukulan Sakura itu walaupun menunjukkan rasa sayang tetap menyakitkan! Tenaga nya seperti bukan gadis saja, hehe.

"Kenapa kau pukul aku?!" protes si pirang tak terima.

"Kau dengar ucapanku tidak?! Kau harus sering mentransfer chakra pada Sasuke kalau mau anakmu itu sehat. Kalau telat, ku pangkas tongkat sakti mu itu sampai tumpul!"

"Tunggu?! Apa?! Anak?! Hah?!" Naruto tergagap, jadi dia tadi tak salah dengar?!

Sakura memutar bola matanya malas, "naa Sasuke-kun, saran ku, pinta pada calon anakmu itu agar menyiksa si bodoh ini sebagai balasan, ingat," ucapnya pada Sasuke seraya mengedipkan sebelah mata.

Sasuke masih diam, dia hanya menatap Sakura heran. Apa maksudnya?

"Nah, kalau begitu aku pamit, ya. Soalnya tugas di rumah sakit masih sangat banyak. Panggil saja aku jika ada yang kalian perlukan. Baibai," ucap Sakura mengakhiri, dia harus segera kembali ke rumah sakit karena sebenarnya dia kesini saja memotong waktu shift nya.

"Tunggu Sakura-chan!" seru Naruto sampai gadis yang marga Haruno nya akan berubah menjadi Nara itu membalikkan badan, menatap Naruto bingung.

"Apa?"

Naruto kembali membentuk Bunshin, "beritahu dia apa yang akan ku butuhkan untuk menjaga Sasuke. Dan kau, ikuti Sakura, bila perlu catat apa yang dia ucapkan," seru Naruto pada kloning-nya yang kini berdiri tiga kaki disamping Sakura.

"Ha'ik!"

"Yah, baiklah, ayo cepat. Kalian harus tau kalau kerjaan ku masih banyak."

Sakura segera menyeret kloning Naruto, pergi dari sana.

Sekarang, setelah satu-satunya gadis di team 7 itu pergi, Naruto dan Sasuke saling bertatapan. Hening. Tak ada yang bersuara, hingga keheningan itu robek oleh gerutuan Sasuke sambil menggeplak wajah Naruto memakai bantal.

"Aduh! Sasu, kenapa aku dipukul lagi? Tadi Sakura, sekarang dirimu~" rengek Naruto dengan wajah dibuat sememelas mungkin.

"Ck! Kau tidak senang punya anak?!" Jengkel Sasuke.

"Tentu saja aku senang, kau tau!!"

"Ya lalu?"

"Hah? Lalu? Lalu apa?" Naruto bertanya bingung.

"Ck, kalau senang peluk aku, bodoh!! Sasuke berseru ketus dengan mata berkaca-kaca.

Naruto terkekeh.

Dia kembali ke posisinya seperti sebelum Sakura datang, lalu memeluk Sasuke dengan erat sambil menghujani wajah indah itu dengan kecupan penuh.

Dengan senang hati Sasuke membalas pelukan tersebut.

#.......#

Nah, bener ternyata si ayang lagi hamidun..

Siap-siap aja si Narto, huehehehehe

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang