Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Ke-dua nya masih sibuk dengan pelukan penuh kehangatan yang mereka berdua bagi.
Walaupun dia dan Sasuke telah menikah, Naruto tak pernah menyangka lelaki berwajah indah yang tak pernah bosan ia pandang itu ternyata begitu spesial. Lelaki yang dulunya penuh dendam tersebut memberinya hadiah tak terduga yang sangat membuat hati penuh bahagia.
Bukan berarti dia akan menuntut seorang penerus untuk membuat nya bahagia. Tidak. Bagi Naruto, seperti ini saja sudah sangat membuatnya terbang ke langit. Dia bahagia bisa bersama Sasuke. Yah, meski permulaan mereka berdua memang tak mudah.
Sasuke sendiri tidak tau harus berkata apa. Bukan hanya memiliki seseorang yang akan selalu menjadi tempat untuk dirinya pulang, dia juga akan memiliki seseorang yang sama berharga nya seperti lelaki yang kini memeluk nya, teramat berharga. Sasuke berjanji dalam hati, calon anaknya ini akan dia jaga sepenuh jiwa, bahkan jika harus mengorbankan dirinya.
"Sungguh terima kasih, Sasuke. Aku akan menjaga kalian," bisik Naruto pelan, tepat di telinga Sasuke.
Sebulir air mata mengalir di sudut pipinya. Naruto berjanji pada dirinya sendiri, apapun akan dia lakukan untuk menjaga sang kekasih yang kini membawa nyawa lain dalam dirinya. Tak perlu banyak kata, dia akan membuktikan semua janjinya dengan bentuk nyata.
Masih dalam sesi berpelukan erat, Naruto mengingat ucap Sakura tadi, Sasuke kelelahan chakra. Jadi dia akan mengalirkan chakra miliknya pada Sasuke. Memang, dia juga merasakan kalau chakra Sasuke yang sebelumnya sudah agak stabil kini malah kembali rendah, dan lebih berpusat di bagian perut nya.
Rasa hangat menjalar seiring tenaga nya kembali terisi karena pasokan chakra nya bertambah, Sasuke merasa tubuh lemas nya mulai membaik, pening nya juga tidak lagi terlalu ia rasakan. Si raven merapatkan diri, pelukan hangat Naruto adalah sesuatu yang selalu dia damba, dan telah dia miliki kini.
"Kamu tau Sasu, aku tidak pernah menyesal mengambil mu sebagai seorang yang harus ku jaga hingga mati. Aku tidak pernah menyesal memiliki namamu yang kini terukir indah dalam hati. Bagiku, kamu segalanya. Semua yang ada padamu akan ku bahagiakan tanpa batas. Maaf aku sempat menyakiti mu dengan tingkah ku yang brengsek. Dunia di luar sana tidak akan selalu berputar padaku, tapi aku tidak membutuhkan nya. Bagiku, kamu adalah duniaku. Aishiteru, Teme."
Naruto berbisik lirih, penuh perasaan, hingga membuat genangan air ikut mengalir dari celah mata Sasuke. Dia merasa sangat dihargai, dicintai, dilindungi.
Perlindungan Naruto padanya menyebabkan Sasuke benar-benar menghilangkan semua bisik-bisik tetangga yang selalu dia dengar. Tentang dirinya yang hanya seorang pengkhianat busuk beruntung karena menikah dengan pahlawan. Tentang betapa tak pantasnya dia ada di samping Naruto. Ya, semua itu hilang. Karena dia tau, anggapan Naruto tak pernah seperti itu. Karena dia yakin, Naruto akan terus bersama nya.
Mereka saling memiliki, dan mereka bahagia bersama. Itu saja sudah cukup.
Dan kehadiran nyawa lain dalam perut nya ini, akan menjadi kebahagiaan lain yang akan selalu mereka lindungi.
"Oh tidak!!"
Suasana haru yang bertahan hampir dua puluh dua menit itu terputus karena Sasuke yang berseru secara tiba-tiba saat dia mengingat sesuatu, Naruto sampai terkejut karena teriakan submissive Uchiha itu tepat di gendang telinganya.
"Ada apa sayang? Kamu membuatku kaget," ungkap Naruto sembari mengelus dada, lupa dengan butiran air mata yang masih jatuh pelan-pelan sebagai bukti kasih sayang.
"Dimana belanjaan yang ku beli tadi, Naru?! Jangan bilang tertinggal?!" Sasuke bertanya dengan raut frustasi seolah telah kehilangan emas lima kilo. Hey, dia sudah capek-capek belanja, memaksakan diri padahal tubuh terasa lemah, letih, lunglai, lemas dan lesu. Belanja itu penuh perjuangan!
Oke, Sasu udah mulai ketularan jadi emak-emak yang perhitungan.
"Tenang saja, ada kok," sahut Naruto santai, mengecup sekilas bibir merah cerah Sasuke lantas dilanjut pada kedua mata Sasuke yang retina nya nampak memerah karena menangis.
"Oh ya, Sasu. Kamu sudah sarapan belum?? Tadi kan kamu baru saja hendak pulang, kan?" tanya Naruto kala mengingat kembali kejadian sebelumnya. Astaga! Bagaimana bisa dia baru bertanya sekarang?
"Hngg, belum," geleng si raven.
"Kalau begitu mau makan apa sekarang ?mau ku buatkan? Kamu pasti lapar, kan?"
Sasuke menggeleng, "ingin buat sendiri saja."
"Kamu yakin?" Naruto menampilkan raut wajah khawatir, "bukannya kamu masih pusing?"
"Hn, sudah tidak kok."
"Baiklah kalau begitu, mau sekarang?"
"Tidak, nanti saja dulu."
Naruto mengangguk mengerti, Sasuke semakin merapatkan diri.
Tiga hari tanpa Naruto, membuat lelaki berambut gagak itu kesal sendiri karena tidak ada tangan tan hangat yang memeluknya saat tidur. Padahal itu sudah jadi kebiasaan yang bisa mengantarnya dengan mudah ke alam mimpi. Alhasil, ritme tidur Sasuke jadi agak terganggu karena dia seringkali bangun saat baru terlelap.
Namun Sasuke juga tidak bisa melarang Naruto yang harus pergi karena mendapat misi, kan. Jadilah sejak kemarin lusa, dia melampiaskan kekesalannya pada taman kosong di belakang rumah, menanam beberapa tomat, cabai dan bunga.
#.......#
Vote and comment please 💗
Kemalasan sedang menghampiri dirikuhhh
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
