56. Onsen

2.4K 188 11
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Naruto duduk bersila dengan Sasuke di hadapannya, wajah lelaki itu separuh terbenam di dada si pirang. Ringisan nya pun masih terdengar.

"Kau tekan bagian belakang, aku bagian depan," ucap Naruto pada kloning yang ikut duduk tapi posisinya ada di belakang Sasuke, jadi lelaki bersurai raven itu diapit oleh dua pirang.

"Ha'ik" si Bunshin mengangguk.

Naruto dan Bunshin nya mengeluarkan chakra merah pekat di telapak tangan, itu adalah chakra korosif kyuubi yang tidak dia murni kan lebih dulu. Chakra itu akan ia gunakan untuk menghancurkan gumpalan racun yang mengganggu.

Memang sedikit berbahaya, karena chakra korosif tersebut adalah chakra negatif. Tapi dia meyakinkan diri kalau Sasuke tidak akan kenapa-napa.

"Sekarang."

Naruto kembali berkata diiringi keduanya secara bersamaan menekan dada dan punggung Sasuke dengan agak kuat, lalu mendorong nya ke atas.

"Argh! Naruto! Sa--sakit!" Sasuke memekik sementara matanya terpejam paksa.

Dadanya terasa dibakar, sensasi panasnya begitu menyengat, di bagian punggung juga sama. Tambahkan seolah tulang-tulang sendi nya ikut bergeser tak tentu arah. Sasuke mencengkeram bahu Naruto sekuat tenaga.

"Na--Naru!! Hen--tikan!!"

"Argh!!"

Kedua Naruto tetap melakukan hal yang sama terus-menerus, sedikit menulikan pendengaran pada teriakan dan ringisan Sasuke. Walau sungguh, dia pun sebenarnya tak tahan mendengarnya.

Hari ini, sungguh Naruto mendapat kabar bahagia dengan kehadiran nyawa kecil itu di perut Sasuke. Tapi baru sebentar, dia malah harus melihat hal ini. Definisi suka dan duka saling beriringan.

Entah setengah jam, satu jam, atau dua jam, Naruto tidak tau sudah berapa puluh menit terlewati untuk menghancurkan daging-daging Sasuke yang terkontaminasi.

Hingga akhirnya Sasuke menutup mulut dengan tangan sekuat tenaga, rasanya sangat ingin muntah. Seperti ada yang merangsek naik ke tenggorokan dan ingin segera dikeluarkan.

Naruto menarik ember kecil yang telah disiapkan di lantai, "muntahkan Sasu, jangan ditahan," pinta Naruto.

Segera setelah bibir ember ada tepat di bawah wajahnya, cairan berwarna hitam pekat itu meluncur turun dari mulut, dan di dalamnya terdapat gumpalan-gumpalan yang juga berwarna hitam.

Dua Naruto tetap pada pekerjaannya tanpa menghentikan hal yang sedang ia lakukan, begitu pula Sasuke yang terus memuntahkan cairan hitam itu.

Setelah selesai, kepala Sasuke terkulai lemas di tembok bidang si pirang, matanya terpejam lelah. Naruto menyuruh bunshin-nya untuk membuang cairan hitam yang mencapai volume hampir sepenuh ember tersebut.

"Naru," Panggil Sasuke hampir tanpa suara, hanya berupa bisikan.

"Ya sayang, ada apa? Segera istirahat, kamu lelah, kan."

"Ke bawah," pinta Sasuke dengan mata berkaca-kaca, semua anggota badannya terasa ngilu dan remuk. Dia perlu merendam dirinya dalam kolam panas.

"Hmm, baiklah," sahut Naruto.

Kedua tangannya ia selipkan di antara leher dan dengkul Sasuke, menggendong ala gendongan pengantin, dan beranjak dengan perlahan dan lambat.

Ke bawah yang dimaksud Sasuke, adalah kolam air panas pribadi (Onsen) di rumah ini, yang air panasnya adalah air panas alami dan mengandung zat belerang. Tempatnya ada di lantai bawah tanah, dan sangat tersembunyi.

Naruto tidak akan mencegah permintaan Sasuke yang ingin ke sana, jelas sekali Sasuke tidak akan bisa beristirahat saat otot-otot tubuhnya sangat tegang seperti sekarang. Dan kolam air panas di bawah sana, dia yakin bisa merilekskan ketegangan otot Sasuke sehingga menjadi lebih baik.

Naruto berjalan secara hati-hati dan lembut, tentu saja agar Sasuke tidak bertambah sakit. Saat sampai di kolam pribadi tersebut, uap panasnya mengepul hingga langit-langit, bau belerang pun tercium samar di hidung.

Perlahan, dia membawa Sasuke masuk ke dalam air.

Naruto mendudukkan dirinya sementara Sasuke bersandar padanya, dan Naruto pun bersandar ke pinggiran kolam. Air pada Onsen tinggi nya mencapai dada saat duduk.

Dia membukakan pakaian Sasuke, lalu merilekskan urat-urat Sasuke yang masih tegang seperti tadi. Dia memijat, menggosok, dan mengusap kulit Sasuke dengan lembut. Naruto baru berhenti setelah mendengar suara nafas teratur yang menandakan lelaki berwajah purnama itu telah tertidur. Kekasih berstatus suami kecilnya ini pasti sangat lelah.

Sasuke sendiri hanya menyamankan diri. Panas dari air merambat ke sendi-sendi tulangnya. Ditambah lagi dengan perlakuan Naruto, membuat dia semakin nyaman dan pelan tapi pasti mulai tertidur.

Naruto mencium kening Sasuke dengan sayang, "mungkin, jalan bahagia untuk kita berdua memang sangat banyak lika-likunya. Tapi kumohon, tetaplah bersamaku, Sasu. Aku sangat mencintaimu," bisik nya lirih.

'Dan kau calon bayi kecil, jangan terlalu merepotkan papamu. Apalagi saat aku tidak ada di sampingnya,' kali ini dia bergumam dalam hati, sambil menepuk pelan perut rata Sasuke. Berusaha memberi tau kecebong yang baru terbentuk itu agar tidak membuat Sasuke kerepotan terlalu jauh.

#........#

Ehehehee, gomennee gomen😶😶
Lin kemarin lagi sibuk banget, jadi gak sempet update deh..

Sebagai permintaan maaf Lin karena kemarin gak update terus beberapa hari kemarin juga gak update karena sakit kan, gimana kalo ntar sore Lin update satu epz lagi??

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang