Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Saat Sasuke terbangun, dia mendapati dirinya terselimuti selimut tebal di atas ranjang. Tidak ada Naruto di sana.
Rasanya, tubuhnya begitu ringan sekarang, tulang-tulang nya yang biasa terasa nyeri, kini lebih baik. Otot-otot yang sebelumnya ngilu dan sering menegang pun lebih baik.
Samar-samar, aroma makanan yang nampak menggugah tercium di hidung bangir nya. Sasuke beranjak bangun dari tempat tidur, lalu pergi ke tempat di mana wangi yang begitu menggugah tersebut berada, dia yakin itu adalah wangi masakan yang dibuat Naruto di dapur.
Dan benar saja, saat mencapai pintu dapur dia bisa melihat jelas punggung tegap Naruto berdiri di depan kompor. Sasuke memilih masuk lalu duduk di kursi makan, kedua tangannya tergenggam sehingga dia dengan mudah bertopang dagu pada meja sambil memperhatikan betapa lihainya pria berusia hampir delapan belas tahun itu mengoseng masakan di wajan.
Naruto yang mengetahui kedatangan Sasuke berbalik dan tersenyum pada sang pujaan, "baru bangun, Ai? Apa tidurmu nyenyak?" tanya Naruto tanpa melunturkan senyuman.
Sasuke mengangguk, dia memang tidur dengan nyenyak dan bangun dalam keadaan menyenangkan. Apalagi langsung disuguhi wangi yang membuat perutnya tiba-tiba keroncongan tanda cacing disana minta diisi.
"Kamu pasti lapar," Naruto terkekeh geli, suara perut Sasuke terdengar jelas oleh pendengaran tajamnya. Wajah Sasuke sendiri memerah malu, tak ayal dia tetap mengangguk mengiyakan.
"Kalau begitu tunggu sebentar, ya."
"Heum."
Tak lama kemudian, Naruto menghampiri Sasuke dengan sepiring nasi goreng di tangan kanan dan semangkuk udang asam manis di tangan kiri. Terdapat omelet cantik di atas nasi goreng, dan taburan bawang goreng keemasan yang menambah cita rasa di atas udang-udang berwarna kemerahan.
Naruto meletakkan piring dan mangkuk tersebut di atas meja, lalu berbalik lagi untuk mengambil seteko air putih yang lengkap dengan gelas kosongnya, juga segelas susu putih.
Setelah susu yang ia bawa tersimpan rapi di samping mangkuk, Naruto menuangkan air putih ke gelas kosong dan memberikannya pada Sasuke, "minum dulu," ucapnya.
Sasuke menerima lalu meminumnya dengan patuh. Naruto sendiri duduk di kursi samping Sasuke, punggungnya bersandar nyaman ke punggung kursi.
"Sasu, kemari lah," kata Naruto sambil menepuk pahanya. Dengan senang hati Sasuke pindah dan duduk di tempat nyaman tersebut.
"Segera makan. Kamu lapar, kan," Naruto mengusap helai lembut rambut legam Sasuke.
"Kenapa tidak membangunkan ku? Aku kan ingin memasak!" Sasuke protes, bukannya dia sudah bilang kalau dia ingin masak sendiri sebelumnya? Tapi itu hanya protes di mulut saja, sih. Dalam hati padahal senang-senang saja, tuh.
"Gomennee, kamu tidur sangat lelap, aku tidak tega untuk membangunkan mu. Jaa, sekarang ayo makan," Naruto mengulang ucapannya di akhir kalimat.
"Makan bersama?"
"Tidak, sayang. Aku sedang tidak bernafsu makan."
"Hn, kenapa?" kening Sasuke berkerut bingung.
Naruto terkekeh, wajah Sasuke sangat manis, apalagi saat bingung begini. Ingin sekali dia gigit pipi putih itu. Dia mencium hidung mancung Sasuke, "tidak kenapa-napa, mungkin ini ulah kecebong kecil di perutmu."
Sasuke merengut, bibirnya mencebik, matanya menajam, tangannya siap menggeplak kepala Naruto, "jangan salahkan anakku!!" serunya kesal. Enak saja anaknya yang disalahkan!
"Iya iya, tidak ada yang salah."
Sasuke mulai mencicipi nasi goreng buatan Naruto, dan kali ini si raven terdiam. Dia tau kalau Naruto memang bisa memasak, sebab si pirang sering juga membuat masakan sendiri. Tapi yang ini--
"Kenapa?? Apa rasanya tidak enak??" tanya Naruto khawatir saat melihat Sasuke yang malah tertegun.
"Tidak, ini enak sekali~" suara Sasuke mendayu sambil melanjutkan makan, rona wajahnya yang sudah normal karena tadi malu, kini mulai kembali memerah. Bedanya yang ini karena merasakan makanan enak dihadapan nya.
"Syukurlah kalau begitu," bisiknya lega.
"Naru, aaa," Sasuke menyodorkan sesuap nasi goreng di depan wajah si pirang.
Naruto refleks membuka mulut hingga suapan Sasuke meluncur dengan lancar, dahinya mengernyit heran saat nasi goreng itu berhasil masuk tanpa ia muntahkan. Dia sedari kemarin bukan hanya tidak nafsu makan, tapi benar-benar makanan yang ia telan juga akan kembali dia keluarkan dari mulut.
Naruto tidak ambil pusing. Toh sebenarnya dia memang kebetulan tidak terlalu lapar.
Sasuke makan dengan hikmat sambil sesekali menyuapi suaminya, lucu sekali pemandangan itu.
"Naru, punya tomat tidak?" tanya Sasuke, isi dari piring di hadapannya sudah tandas tak bersisa.
"Tomat? Seingat ku ada banyak. Tadi pagi kan kamu baru beli, sayang," jawab Naruto sambil menggulung-gulung rambut Sasuke yang lembut dan berkilau. Rambut Sasuke sangat menyenangkan untuk dia mainkan.
"Kalau begitu ayo beli takoyaki!"
Kening Naruto berkerut bingung, bukannya tadi Sasuke menanyakan tomat? Dan kenapa malah jadi takoyaki?
"Takoyaki atau tomat?" ulang Naruto yang sepertinya tak dihiraukan Sasuke.
"Ayo kita jalan keluar! Aku mau makan dango!"
"Hah??" Naruto melongo, wajahnya sungguh konyol.
#.........#
Jadi maunya apa, yang?😫
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
