Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
"Kalau begitu, ayo!" Sasuke berseru semangat. Raut wajahnya yang tadi terlihat sangat suram karena bermacam pikiran negatif, kini hilang dan tergantikan oleh raut ceria nan cerah.
"Ha, sekarang?" Naruto menelan ludah gugup. Bisa tidak sih, request permintaan lain? Jangan wasabi?
"Ck, ya iya sekarang! Kalau tahun depan anakmu keburu lahir!"
"Aaa, baiklah," Naruto pasrah.
"Ayo! Tapi aku mau jalan saja, jangan digendong! Jangan ber-shunshin! Jangan ber-hiraishin! Pokoknya jalan biasa saja! Kita ke kedai ramen favoritmu, nanti wasabi nya campur dengan ramen mu, ya!" Sasuke berseru antusias.
Naruto kembali menelan ludah. Bayangan ramen-chan kesayangannya, dipenuhi wasabi hijau yang rasanya sangat pedas, itu tergambar di benak.
Hiiiih!!
Huahahahaa, mampus kau Nar🤣🤣
/Ketawa jahat
~~
"Yoo Oc-chan, Nee-chan!" seru si pirang saat mereka berdua masuk ke dalam kedai ramen Ichiraku yang kebetulan sedang sepi pengunjung.
"Oh, hai pirang kecil," Ayame tersenyum pada bocah kuning berkumis yang sudah dia anggap adik. Tatapan nya mengarah ke lelaki berkulit putih disamping Naruto, "hai juga, Sasuke-san."
Sasuke hanya mengangguk singkat, tidak tau harus berkata apa untuk membalas sapaan si gadis Ichiraku.
"Hai Naruto, sudah seminggu kau tidak datang. Kemana saja?" Teuchi yang sedang mengelap meja juga mendongak, ikut menyapa sambil tersenyum, tentu saja dengan matanya yang juga ikut menutup.
"Aku di rumah, kok. Hanya sedang tidak mau keluar saja."
"Oh begitu. Jadi, pesanan seperti biasa, Naruto?"
"Ieeeee!!" Naruto memekik tertahan, "kali ini hanya satu mangkuk ramen miso dan satu mangkok ramen daging--"
"Dan jangan lupa wasabi yang banyak!" Sasuke ikut menyahut.
Ayame yang mendengar ucapan Sasuke memiringkan kepala bingung, wasabi? Dia tidak memperhatikan Naruto yang menatap nya dengan pandangan memelas.
"Hm, wasabi? Baiklah, tunggu sebentar ya, kebetulan ada stock wasabi milikku karena yang disini sudah habis."
Naruto menatap nelangsa dalam hati, tidak peka sekali Nee-chan nya itu, padahal dia sudah memberi kode.
Setelah menunggu beberapa menit, dua mangkuk ramen yang isinya agak berbeda itu telah tersaji dengan rapi di atas meja. Tak lupa pula wasabi yang menjadi pesanan Sasuke tadi.
Si raven nampak semangat memasukkan bersendok-sendok wasabi ke dalam mangkuk miso ramen milik Naruto lalu mengaduknya hingga tercampur rata.
Warna kuah ramen yang sebelumnya terlihat sangat menggoda dan menggugah selera, kini jadi kehijauan seperti lumut. Naruto mengernyit jijik. Dan sayangnya, itu lah yang harus dia makan.
Ayame menganga melihat nya. Serius itu Sasuke mau makan ramen dengan cita rasa dipenuhi oleh wasabi begitu? Memang tidak akan pedas? Atau Sasuke adalah maniak pedas?
Hingga tatapannya tertuju pada si pirang, Ayame heran sendiri.
"Hmm? Kenapa wajahmu seperti katak dimakan ular, Naruto? Jelek sekali," ungkap Ayame karena melihat raut wajah tertekan Naruto ke arah wasabi yang tadi dia bawa dan telah di campur ke ramen. Wasabi itu kan, punya Sasuke, bukan Naruto. Kan?
"Jahat sekali kau, Aya-Nee," muka Naruto yang sudah tertekan semakin ditekuk.
"Sudah ah, silahkan dinikmati. Ku tinggal ya, Nar."
Naruto menatap langkah Ayame seolah kepergian gadis itu semakin menyurutkan harapan nya agar tidak jadi memakan wasabi yang ada pada ramen-chan nya.
"Nah, Naru! Sudah! Ayo cepat makan!" Sasuke berseru antusias.
Lagi, Naruto menelan ludah.
Baiklah, ini demi Sasuke!!
Sasuke memperhatikan dengan seksama. Dia bahkan mengabaikan mangkuk berisi ramen yang dipenuhi daging didepannya.
Satu suapan dia masukkan kedalam mulut, tanpa sadar tubuhnya bergidik sendiri. Mulutnya tidak segera memiliki rasa pedas, karena tentu saja baru suapan pertama. Tidak mau terlalu lama memakan nya, Naruto kembali menyuap dengan isian sumpit yang penuh. Barulah rasa pedas itu mulai menyebar di rongga mulut nya. Dan pada suapan ketiga, rasa pedas itu semakin membara.
Tapi Naruto berusaha tidak memperdulikan nya. Lihatlah wajah antusias Sasuke yang menatap nya dengan penuh binar. Rasanya pedas di mulut tidak ada apa-apanya dibanding tatapan penuh kesenangan si suami kecil.
Sayang sekali, saat mangkuk itu isinya tinggal sepertiga lagi, Naruto sudah benar-benar kepedasan. Wajahnya sangat merah, kedua matanya berair, hidungnya beler, tangannya sibuk mengipas-ngipas muka yang terasa sangat panas.
"ASTAGA!! PEDAS SEKALI!! AIR MANA AIR!!?" Naruto berseru sambil mangap-mangap mengeluarkan uap, pedas!! Dia butuh air!!
Dengan mudah Sasuke menyodorkan segelas air pada Naruto.
Naruto yang memang sangat membutuhkan air saat ini, segera meminum nya tanpa memperhatikan kalau pada air bening itu ada sedikit warna kehijauan yang sepertinya sudah diaduk.
"SASUUUUUUU HUAAAAA!! INI PEDASHH!!"
"Eh, memang pedas, ya? Tadi ku rasakan manis, kok. Lagian kan hanya ku campur wasabi dua sendok," sahut Sasuke bingung. Iya, sebelum diminum Naruto juga dia duluan kok yang minum. Dan rasanya manis. Tidak pedas tuh.
"Huaaaaah, pedashhhhh😭"
"Eh, kenapa kau, Naruto? Kok wajah mu merah seperti diseruduk banteng begitu?"
"SHIKAAAAAAA, PEDASH HUAAAAA!!"
#........#
Huehehehehe, pedesh ya Nar?
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
