47|| akhir

1.5K 162 58
                                        

“Apa semua ini, Chaeng?” Tanya Hyunbin dengan nada masih tenang.

Lio membalikkan badan, kedua matanya membelalak sempurna melihat apa yang dilakukan Chaeyoung kepada Hyunbin.

“APA YANG KAMU LAKUKAN, CHAENG?!” teriaknya nyalang.

Hyunbin melirik kesamping, melihat sebuah pistol yang begitu dekat dengan pelipisnya.

Lio ingin bergerak namun dua tangan kuat langsung menariknya kasar, menjauh dari Hyunbin.

Hyunbin tak gentar, dia malah memindahkan moncong pistol itu tepat di keningnya. Wajah bergurat penuh lelah yang sudah termakan usia itu, mencoba menatap sendu wajah Chaeyoung yang penuh amarah.

“Apakah ini rencana terbesarmu selama ini, Chaeng?”

“Apa Paman menunggu saat ini tiba?” Ledek Chaeyoung. “Ternyata Paman cukup sabar juga menungguku melakukan semua ini.”

Tentu saja Hyunbin tidak menduga semua ini benar-benar akan terjadi. Ambisi Chaeyoung telah membangkitkan sosok monster yang mengerikan. Kobaran api yang menyala, sudah terlambat bisa Hyunbin kendalikan.

Semua rencana yang telah dirancangnya begitu rapi dan benar-benar sempurna. Dalam sekejap, setengah saham Kim Company sudah jatuh ke tangan mungil Chaeyoung. Ditambah beberapa akses penting perusahaan yang tidak bisa lagi Hyunbin buka. Kini, semua dalam kendali Chaeyoung.

“Chaeng… Maafkan, Paman. Maaf jika selama ini Paman kurang memberimu kasih sayang. Tapi apa yang sudah aku berikan padamu, tentu kamu tidak pantas melakukan semua ini. Sadarlah, Chaeng.”

“Bukankah kamu berjanji untuk membalas rasa sayangku padamu dengan setimpal? Apa sekarang ini adalah buktinya? Benarkah, Chaengie?”

Pistol di kening Hyunbin itu terasa sedikit bergetar. Mata yang tadi menatap nyalang, perlahan mulai berkaca-kaca dan berembun. Namun dari deru napas yang tertahan, dapat diketahui bahwa Chaeyoung masih memendam amarah yang begitu besar meski hati kecilnya mulai sedikit goyah mendengar perkataan Hyunbin tersebut.

“A-aku ingin kamu mati!”

Hyunbin tersenyum. “Lakukanlah, Chaeng.”

“Kim Company harus menjadi milikku!”

Hyunbin tersenyum lagi. “Maka, bunuh aku lebih dulu, Chaeng.”

Getaran pistol di kening Hyunbin semakin hebat, bahkan gadis cantik di depannya itu sudah berurai air mata. Bibirnya sampai bergetar tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

Hingga, saat mulut Chaeyoung terbuka kembali, bersamaan dengan sebuah cekalan kuat di tangan Chaeyoung.

“Apa katamu? KATAKAN LAGI, CHAENG?!” Napas Hyunbin memburu. “KATAKAN! ADA YANG TERJADI KEPADA JENNIE?!”

Tubuh Chaeyoung ambruk, dia tidak kuat lagi untuk berdiri. Karena… pada akhirnya hanyalah Hyunbin dan Jennie sebagai penopang hidup Chaeyoung. Mereka lah yang selalu memberi kasih sayang dan kekuatan hingga dia bisa beranjak dewasa dengan sehat dan tidak kurang satu apapun. Chaeyoung… perlahan menyadari itu. Bahwa, dia sudah salah jalan. Dia salah dalam genggam tangan. Dia tertuntun dalam kegelapan penuh dendam, alih-alih dunia penuh kilau bahagia.

Sementara Lio, pemuda itu tidak bisa menyembunyikan air matanya. Hatinya ikut sakit melihat cintanya selama ini terlihat begitu hancur dan kacau.

“CHAEYOUNG! JENNIE?! DIA KENAPA?! TOLONG KATAKAN DENGAN BENAR!” Bentak Hyunbin seraya mengguncang tubuh keponakannya itu.

“Paman mohon… apa yang terjadi dengan Jennie, humm?”

Sambil terus terisak, Chaeyoung menceritakan semuanya dari awal. Dari bagaimana dia terjerat tipu daya seorang pria bajingan hingga bagaimana dia mempengaruhinya untuk merampas Kim Company dan juga menghancurkan Hyunbin. Dan yang paling menyakitkan di sini adalah, apa yang terjadi kepada Jennie juga termasuk dari rencana busuk mereka, tepatnya Kim Jihoon. Dari kecelakaan yang memang disengaja, Jihoon menghamili Jennie, hingga keadaan Jihoon yang koma hanyalah sebuah sandiwara.

Heal Me | Jensoo 🔚Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang