Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🪐🪐🪐
"LAZKARETHA BERHENTI LO!"
Americanonya diteguk tiga kali. Arga hampir tersedak karena keributan sesaat. Pemandangan yang Arga tangkap sebelum ikut lari mengejar Aretha. Sosok asing tampak lari di dahului Aretha. Meski dihinggapi tanya sebisa mungkin Arga redam dulu. Sebab keselamatan Aretha yang utama.
Brak!
Dentuman tabrakan menghentikan langkahnya. Nafasnya tersengal dengan jantung berpacu cepat.
"LAZKARETHA!" Teriak sosok asing bersamaan dengan kondisi sekitar yang mulai ramai.
"ARGA PANGGIL AMBULANCE!" Suara Kenzy menyadarkannya. Saking gemetarnya hingga ponsel Arga diambil alih Kenzy.
Phobianya pada darah kambuh melihat Aretha yang tergeletak bersimbah darah. Lelaki asing itu memangkunya menumpahkan tangis. Detik berikutnya kegelapan menguasai Arga. Lelaki itu pingsan dalam dekapan Kenzy.
_____
Beberapa anggota Gavilan mulai berdatangan ke rumah sakit tempat Aretha singgah. Tak ada senyum tengil atau sekadar kekehan canda yang biasa mereka tunjukkan. Rautnya datar dengan sorot kesedihan. Terutama sang Ketua, Erlangga yang tak henti-hentinya mengusap kasar air mata di pelupuk matanya.
Beberapa waktu lalu, Kenzy mengabari kabar buruk mengenai kecelakaan Aretha. Sempat dikira prank lucu yang rupanya ini nyata. Gadis itu terbaring lemah dengan peralatan medis. Pihak keluarga sudah berada di sana dengan selimut duka.
"Aretha gimana keadaannya?" Sebuah tanya yang hendak Erlangga utarakan telah terjawab dengan suara histeris Vio di ruang inap. Gavilan saling pandang dengan benak yang sama.
"DEK BANGUN GAK? LO BELUM JELASIN APAPUN KENAPA MALAH PERGI?"
"Hiks...Bangun...."
"INI SEMUA GARA-GARA LO!"
"LO NEROR ADEK GUE SAMPAI MENINGGAL!"
Bugh!
"DIA BUKAN ADEK LO!"
"NGOMONG APA LO?"
Bugh!
Terdengar pertengkaran hebat antara Reyga, dan sosok yang tak dikenali mereka. Erlangga berusaha menahan Reyga yang kembali menghajar sosoknya.
"AWAS LANG! GUE MAU KASIH PELAJARAN SAMA DIA YANG BUAT ARETHA MENINGGAL!"
"SADAR KAK! LO PIKIR ARETHA SENANG NGELIHAT LO BERANTEM? LO MAU BUAT ARETHA TAMBAH SEDIH DI ATAS SANA?"
"Kita semua juga kehilangan Aretha." Lirihnya hingga selanjutnya Erlangga menghambur peluk pada raga Aretha yang mulai mendingin.
"Biarin gue peluk lo sebentar gapapa kan Tha? Sebelum gue gak bisa peluk lo lagi."