Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🪐🪐🪐
"Gue suka sama lo."
"Gue-"
Prok prok prok
Tepuk riuh menghentikan ucapan Erlangga yang belum usai.
"Gue cariin ternyata disini."
"Arga?" Erlangga bangkit mendekatinya.
"Lo melanggar peraturan Gavilan, Lang."
Arga mengikis jarak disertai tatapan galak. "Bukannya udah gue peringatin gak boleh ada rasa suka diantara kita?"
"Gue suka sama Aretha sebelum Gavilan ada, so gue gak melanggar peraturan."
Bukan hal mengejutkan lagi perihal Erlangga yang menaruh rasa pada Aretha. Sudah terlihat jelas dari perlakuan spesialnya.
Pundak Erlangga didorong kasar. "Lo bisa ngalah! Pendam rasa suka lo kan bisa anjing!"
"Egois!" Sambungnya membuat kerah Arga dicekal kuat Erlangga.
"Terserah! Gue memang udah ngungkapin, tapi lo tetap menang."
"Menang apanya? Gue yakin kalian bakalan pacaran setelah ini kan?"
"Gue di jodohin menurut lo gue masih bisa pacaran sama Aretha?"
Manik matanya melebar karena terkejut. Tak lama kerahnya dilepaskan Erlangga.
"Bisa kalau lo udah dibutakan sama cinta." Meskipun Arga ragu Erlangga orang seperti itu. Namun, bibirnya begitu gampang mengatakannya. Erlangga yang diam menarik perhatian Aretha. Gadis itu menggantikan posisi Erlangga agar bisa jelas menatap Arga.
"Jaga mulut lo ya!"
"Apa?! Benar kan? Ditambah lo juga suka sama Erlangga. Gue rasa gak akan ada yang bisa menghalangi itu semua."
"Hidup gue ga semuanya tentang percintaan." Kalimatnya diakhiri nafas sesak. Sebisa mungkin Aretha tak meluapkannya disini.
Arga menyamakan tingginya dengan Aretha. "Masa sih?"
"Gue curiga lo murung hari ini karena tahu Erlangga mau dijodohin. Lo patah hati?" Tawa jahatnya keluar menimbulkan ketidakpercayaan Aretha bahwa di depannya adalah Arga.
"LO GAK TAHU APA-APA!" Kedua telapak mungilnya mendorong Arga hampir jatuh. Detik itu Arga kembali pada dunianya.
"Pantas lo gak pacaran. Bayangin pacar lo gila lihat sisi cemburunya lo." Sahut Aretha sebelum memutuskan menghilang dari sana tanpa penjelasan apapun. Arga linglung berusaha mencerna apa yang telah dilakukannya.
"Salah kalian gak terbuka sama gue, jadinya salah paham kan?!"
"Gue belum siap cerita, Aretha pun juga. Harus banget dipaksa cerita?"