بسم الله الرحمن الرحيم
"Setidaknya kalo gak dapat ciptaannya, kita mendapatkan pencipta nya"
_aslam Al Fatih Mubarok
.
.
.
.
Happy reading 📖
Di Pesantren Raudlatul Jannah, para santri sibuk menghafal Al-Qur'an untuk kemudian disetorkan kepada Nyai Maryam. Namun, berbeda dengan Ayyasha dan Aqila, mereka dipanggil ke dalam untuk menemui Gus Aslam dan Ustadz Zayyan, menyusul kejadian sebelumnya.
"Aqila, kamu aja duluan," ujar Ayyasha, mencoba mendorong Aqila maju lebih dulu, berharap bisa menghindari tatapan tajam Gus Aslam dan Ustadz Zayyan.
"Mana asik, kamu lah! Kan ide kamu," balas Aqila, menatap Ayyasha dengan kesal sambil menolak maju lebih dulu.
"Kamu!" balas Ayyasha, tetap ngotot agar Aqila yang maju lebih dulu.
"Gak mau," jawab Aqila tegas, sambil melipat tangan, menolak mentah-mentah permintaan Ayyasha.
"Yaudah, gak usah masuk aja," ujar Ayyasha, mencoba menghindari tanggung jawab dengan nada setengah bercanda.
"Heh, Markonah, mau kamu dengar ceramah Gus Aslam sama Ustadz Zayyan gadungan itu?" balas Aqila dengan kesal, mencoba mengolok Ayyasha.
"Ekhmmmm," suara seseorang laki-laki dari belakang membuat mereka terdiam. Ketika menoleh, ternyata itu Gus Aslam, menatap mereka dengan ekspresi serius.
"Hapunten, Gus," ujar Aqila dengan suara pelan, meminta maaf dengan ragu, merasa cemas di hadapan Gus Aslam.
Berbeda dengan Ayyasha, yang sudah tertegun melihat Gus Aslam yang mengenakan sarung dengan topi di belakangnya, sehingga poni beliau keluar dan menciptakan pesona yang begitu memikat ketika dipandang.
"Ya Allah, ciptaan-Mu," bisik Ayyasha dalam hati, tak bisa menahan kekagumannya melihat penampilan Gus Aslam yang begitu mempesona.
"Eh, Ayyasha, bikin malu ini anak," ujar Aqila, mencoba menarik tangan Ayyasha untuk masuk ke dalam, merasa canggung dengan sikap Ayyasha yang terpesona.
"Assalamualaikum," ujar Aqila dengan tergesa, memasuki ruangan tamu dalam, berbeda dengan Ayyasha yang masih tertegun, seolah-olah melihat pangeran turun dari langit, tak bisa berpaling dari Gus Aslam.
"Wa'allaikumussalam," jawab Gus Aslam, dengan di iringi senyuman yang sangat manis.bahkan siapa pun yang menatap nya membuat jatuh hati
"Wa'allaikumussalam," ujar Ustadz Zayyan dengan sinis, seolah-olah dia sangat tidak suka dengan kedatangan Aqila , matanya menatap mereka dengan tajam.
"Ngeselin banget itu Ustadz," ujar Aqila, kesal pada Ustadz Zayyan.
"Ha?" ujar Ayyasha setengah sadar, masih curi-curi pandang menatap Gus Aslam, yang terus memikat perhatiannya.
"Inilah, capek punya temen, liat yang bening sikit, langsung tu biji matanya ingin keluar," ujar Aqila, melihat Ayyasha yang masih terpesona.
"Mana ada, aku lagi menikmati keindahan ciptaan Tuhan," jawab Ayyasha, santai.
"Serahkeun," jawab Aqila, tak mau melanjutkan pembicaraan itu lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Power Jalur Langit
Teen FictionSeorang santri biasa , ayyasha Humairah Dian diam mencintai seseorang cucu kiai .meski melakukan banyak hal untuk menarik perhatian nya , Gus Aslam tetap Bersikap biasa saja. namun perjuangan nya harus terhenti ketika mendengar kabar bahwa Gus Asl...
