chapter 14

107 19 4
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

"kamu memang tidak terselip di dalam media sosial ku,tapi nama mu selalu ku selip di dalam doaku"
.
.
.

"kamu memang tidak terselip di dalam media sosial ku,tapi nama mu selalu ku selip di dalam doaku"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Zayyan kebingungan menglihat anak kecil menangis, yang meminta tolong kepada nya.

"Abang tolong ila,"ujar anak kecil yang kira kira umur nya 9 tahunan, dengan rambut kepang dua dan tidak lupa boneka beruang di tangan nya.

"Minta tolong apa ?"tanya Zayyan dengan lembut menatap anak kecil tersebut, dengan senyuman yang sangat tipis.

"Abang ganteng tolong caliin mama Ama papa atu,'" jawab anak kecil dengan suara khas cadelnya

"Memang papa sama mama mu kemana,?"tanya Zayyan dengan meniru nada yang sama seperti anak kecil tersebut

"Dak tau, tadi ila di suluh nunggu di sana kalena papa mau beli tiket masuk ke lumah balon. Tapi ila gak nunggu malah lali saat mama lagi telepon Ama Olang jadi ila gak tau arah pulang."ujar Anak kecil tersebut yang sudah berkaca kaca.

"Ya sudah Abang bantu caliin ya adik"

"Nama tu bukan adik tapi ila ,"jawab anak kecil itu dengan memonyongkan bibirnya nya

"Iya ila , masih kecil udah jadi cewek prengat prengut"ucap Zayyan dengan suara kecil Takut di dengar anak kecil itu jadi makin tambah banyak masalah

"Abang namanya siapa?"tanya anak kecil itu sambil berjalan di samping Zayyan

"Zayyan "dengan nada dingin nya,

"Ayam aja ya soalnya ila suka makan ayam , jadi ila panggil nya Abang ayam."ujar nya dengan nyengir kuda

"Kenapa gak bebek aja sekalian"ujar Zayyan dengan muka masamnya

"Gak mau bebek jelek,kalo Abang ganteng mirip ayam"

"Astaghfirullah "Zayyan mengosokan tangan di dadanya yang hampir gila di buat ila anak kecil itu.

"Abang ayam ila capek gak sanggup jalan lagi,"

"Jadi?"tanya Zayyan berhenti, menglihat ke arah ila.

"Gendong"rengek ila

"Hah"Zayyan tidak habis pikir kelakuan anak kecil itu.

"Gendong,ila capek gak sanggup lagi jalan."

"Gak bisa,ayok jalan ."ujar Zayyan yang hampir frustasi dengan ila.

"Yaudah kalo gak mau gendong, ila tidur di tanah"sarkas ila yang langsung bersiap siap ingin tidur di tanah.

"Yaudah tidur aja ,saya tinggalin."ujar Zayyan yang sudah lelah dengan drama bocah prengat prengut

Dari belakang ada orang yang sedang memanggil hal itu membuat kedua nya menoleh ke belakang.

"Ila"seorang wanita muda yang kira kira umur nya 34 tahun, memanggil ila anak kecil yang di samping Zayyan

Power Jalur Langit Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang