chapter 15

140 13 15
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم 

" bukan karena bertemu berjodoh,tapi karena berjodoh makanya bertemu"
.
.
.

Di dalam ruangan sangatlah hening hanya terdengar suara jangkrik dari luar  rumah dalem, tidak ada yang berani membuka suara semuanya pada ketakutan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di dalam ruangan sangatlah hening hanya terdengar suara jangkrik dari luar  rumah dalem, tidak ada yang berani membuka suara semuanya pada ketakutan.

"kalian jawab jujur, kemana kalian pergi,?tanya kiai yang memerhatikan ke arah mereka .

mereka semua terdiam tidak berani ngejawab pertanyaan dari kiai, Aslam sangat ketakutan karena dia tau kakek nya sangat marah .

"KENAPA KALIAN DIAM?,"bentak Kiai Zein terhadap mereka

"maaf,kiai kami tadi ke pasar malam,"ujar Zayyan ketakutan setengah mati.

"coba kalian pikir kalo sempet kejadian apa apa, siapa yang susah orang tua kalian juga dan para ustadz."

"siapa yang ajak, sehingga kalian berani keluar?

"kiai kami minta maaf, ini ide saya ajak mereka keluar kiai hukum saya saja jangan dengan mereka."tutur Fathur

"jangan kiai ini ide kami semua,"ujar Kinan

"iya kiai ini ide kami "tambah Zayyan sambil menglihat ke arah kiai Zein

"kalian ini santri berprestasi, seharusnya kalian memberikan contoh yang baik terhadap adik adik kelas kalian.apalagi kamu Aslam kamu harus belajar tanggung jawab Abah sudah tua tidak sekuat dulu "

"jangan gara gara kalian santri pada ikutan untuk keluar dari pesantren "

"maaf Abah ,"ujar Aslam yang sudah menangis sambil menciumi tangan kiai

Fathur yang merasa bersalah terhadap mereka,coba saja kalo dia tidak mengajak mereka cabut dari pesantren pasti tidak akan terjadi seperti ini.

"kalian boleh keluar, hukuman nya akan di beri oleh ustadz Ali" ujar kiai Zein

sebelum mereka keluar dari dalem , mereka menciumi tangan kiai sebagai bentuk tazim terhadap gurunya

"kamu Aslam tetap disini!"

"Aslam duluan ya,
assalamualaikum."pamit mereka bertiga.

"iya, wa'allaikumussalam "

"Aslam kamu sudah besar pasti paham maksud Abah ,kamu jangan sering buat masalah dan kamu harus belajar untuk tanggung jawab, Abah ini sudah tua nanti kamu yang gantiin Abah menjadi pemimpin pesantren "

"coba kalo masih ada Abi mu , Abah tidak akan memaksakan mu untuk jadi pemimpin pesantren Aslam "

"dulu abi mu selalu patuh pada semua perkataan Abah ,beda sama kamu yang selalu ngelawan ."

"maaf Abah , Aslam janji tidak akan mengulangi lagi . "

"kamu hari ini tidak boleh keluar kamar sebagai hukumannya,"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Power Jalur Langit Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang