"Saya suami kamu, zaujati."
Mengisahkan tentang seorang dosen dan mahasiswi.
-
Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui di jodohkan dengan dosen yang menurut kalian menyebalkan?
-
Seorang dosen itu adalah seorang gus di sebuah pesantren terkenal...
إذا كان ذروة الحب الإخلاص فإن قمة الشوق محل القيام “jika puncak mencintai adalah mengikhlaskan maka puncak kerinduan adalah Mahalul Qiyam”
> ── .✦ 🕊️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading 🥀
"Lanjut nggak?!" Tanya Acha.
"Lanjut dong!" Jawab keempatnya dan Adrian sebagai dokumentasi kan semua kejadian yang ada di apartemen itu sambil menunggu Adnan kembali dan Adrian pun mengasikan dirinya di bersama gadis-gadis.
Untung saja apartemen itu kedap suara jadi tidak terdengar oleh tetangga apartemen lainnya.
"Hey sayangku Hari ini aku syantik Syantik bagai bidadari Bidadari di hatimu Hey sayangku Kau lakukanlah diriku Seperti seorang ratu Ku ingin dimanjakanmu."
Acha pun lanjut menyanyi dengan hobah dan di lanjutkan oleh Amanda.
(≧▽≦)
Setelah mereka libur dan mereka pun sudah menyelesaikan berbagai lika-liku di jurusan kedokteran itu, mulai dari skripsi, koas, ukdi, sumpah dokter.
Mereka sudah sangat pusing dengan jurusannya dan sampai akhirnya mereka pun akan lulus.
Di apartemen lentera tepatnya di kamar Asha dan teman-temannya.
"Eh gays, setelah lulus kalian mau daftar di rs mana?" Tanya Acha kepada tiga temannya.
"Gue kayaknya antara ke jakarta atau Prancis." Jawab Asha dengan santai sambil memakan Snack nya.
"Gila, jangan ke Prancis dongg." Pinta Amanda dengan puppy eyes nya.
"Iya sa, jakarta aja." Tambah Acha dan di satu sisi ada teman mereka yang terlihat murung.
"Gays, gue minta maaf." Ucap raya tiba-tiba dan ketiga gadis itu pun langsung menengok ke arah raya.
"Maaf kenapa anjir?" Tanya Amanda mendengar kata temannya yang tiba-tiba dan membuat ketiganya heran.
"Gue nggak bisa di rs jakarta, soalnya mamah gue harus di bandung yang dekat dengan keluarganya." Jawab raya sambil menunduk.
"Ray? It's okey, kalau lo nggak bisa. Yang penting kita masih bisa temenan." Ucap Asha sambil mengelus kepala raya.
"Bener tuh kata sasa ray." Tambah Amanda sambil memakan cemilan.
"Ciee, jadi teteh bandung nihh." Goda Acha dan raya pun tersenyum malu.