11.my girl

144 4 1
                                        

NOTE!!: hsr x hi3, Crossover!!, no honkai, cuman aktivitas sekolah kek biasa

______________________________________

"Nee~ Bronya" seorang perempuan berambut abu abu dan memiliki kepang dua menoleh, netra birunya menatao kearah netra merahnya milik himeko, "ada apa?" Himeko terdiam sebentar " ini, kopi dari kiana" ucap himeko sembari memberikan segelas kopi kecil kepada bronya.

"Terima kasih" bronya tersenyum miring lalu menaruh kopinya disebelah nya.

Himeko tersenyum tipis lalu pergi meninggalkannya, himeko berjalan melewati lorong lorong kelas, dia masih berumur 16 pada saat itu.

Namun ....
*BRAKK*
Himeko langsung menoleh kasal suara itu, tentunya dia terkejut, asal suara itu berasal dari klub musik, pasti ada instrument yang rusak.

Dari pintu klub itu, ada seorang perempuan berambut ungu keluar dari situ, ya, dia adalah kafka, kafka keluar dari ruangan itu dengan wajah yang merah, ya, dia marah, tangannya memegang sebuah gitar listrik berwarna hitam yang sudah rusak.

Tunggu-, himeko mengenal gitar listrik itu, itu adalah gitar listrik yang ia berikan kepada kafka, "kafka! Ada apa?" Tanya himeko sembari menghampiri kafka, "apasih ganggu gu-" kafka langsung menoleh kearah himeko.

"Eh himeko, ada apa?" Himeko menatap kearah gitar rusak itu "ini... Kok bisa rusak gitarnya?" Kafka menatap kearah gitar itu, "oh... Kan temen aku mau cobain gitar itu ya, pas aku kasih ke dia, dia gak sengaja ngebantingin gitar ini"

"Oh ..., yasudahlah! Dadah!!" Himeko langsung meninggalkan kafka "..cantik" batin kafka

Himeko berjalan kearah rooftop , disana ia menatap kearah pacarnya,  disitu ada pacarnya yang sedang memakan sebuah bento yang diberikan oleh himeko.

Himeko duduk disebelahnya sembari memakan bentonya, canggung, itu yang himeko rasakan.

" Nee.. himeko, nanti aku pas pulang dari kampus mau pergi ketaman bersama temanku.., mungkin... Acara kita pergi ke bioskop kapan kapan lagi aja ya..."

"Eh??, tapi aku udah beli tike-"

"Ajak nonton siapa gitu kek! Susah amat jadi orang" dingin lelaki itu yang lalu melemparkan bento ke arah himeko, "aku udah kenyang" ucap lelaki itu sembari meninggalkan himeko

"... Dadah?..." Himeko terdiam lalu pergi dari sana, tanpa ia sadari, sedari tadi kafka melihatnyaa.

.....

Kini jam sudah menunjukkan angka 4, himeko masih dikampus, dia termurung di mejanya, "nee.. himeko" himeko langsung menoleh keasal suara itu " kenapa murung saja?? Hm?? Gara gara pacarmu itu ya?~"

Goda kafka sembari duduk di kursi depan himeko "tau aja kaf" himeko meminum sebuah kopi yang ada dimejanya "kamu suka kopi?" Himeko hanya mengangguk pelan lalu memakan biskuit madeleine di sebelahnya.

Kafka hanya bisa menatap setiap gerak geriknya himeko.

"Hey kafka... Kamu tidak ingin pulang?" Tanya himeko sembari mengemas barang barangnya "mau pulang bareng, tidak?" Kafka kini matanya berbinar binar menatap himeko, dia tidak mau melewatkan kesempatan berlian ini.

"Ayok" ucap kafka sembari mengambil tas dan gitarnya, "nanti aku mau ke toko barang dulu ya" ucap himeko sambil tersenyum, ajakan himeko di angguki oleh kafka.

Dengan sabar Kafka menunggu Himeko untuk menghabiskan makanan nya terlebih dahulu.

"Kafka, ayo"

...

"HUEEE KAFKA LIHATLAH! barang barang disini lucu lucu!" Ucap Himeko dengan semangat sembari berlarian kearah kemari.

"Hu'um" Kafka mengambil sebatang rokok dari kotak rokoknya lalu menyalakannya dengan korek api.

"Kamu ngerokok mulu nih ya!" Ucap Himeko sembari menatap kearah kafka dengan tatapan tajam "tidak ada rokok sehari aku bisa mati" kekeh kafka.

Sedangkan himeko hanya menghela nafas pasrah.

"So... Kamu mau beli apa, hime?"
"Entah" jawab Himeko dengan polos, Kafka hanya bisa terkekeh melihat wajah polos Himeko.

"Hey ... Himeko"
"Menurut kamu, menyukai sesama jenis itu aneh tidak?" Himeko terdiam sebentar tak tahu ingin jawab apa.

"Aneh"
*Deg* hancurlah perasaan Kafka setelah mendengar jawaban itu "kenapa ?"

"Kamu pikirlah Kaf..., hubungan sesama jenis itu aneh .. nanti mereka berhubungan badannya gimana? Emang hubungan sesama jenis itu bisa menghasilkan anak?"

'ada benarnya sih' batin kafka dengan murung , dia hanya bisa menghela nafas lalu menatap ke arah gelas gelas yang lucu

"Hey himeko" Himeko menatap kearah Kafka dengan tatapan bingung, "kenap-" tiba tiba tangan Kafka menarik tubuh Himeko ke belakang "hushh".

Pintu toko itu terbuka, netra Himeko menangkap pacarnya yang sedang jalan dengan perempuan lain "sayang!, kamu ingin beli apa?" Tanya perempuan itu dengan senyuman manisnya.

Rambut pixie cut blonde sungguh cocok untuk wajahnya yang imut, Himeko menjadi iri, badannya sangatlah kurus, sekali lagi Himeko menjadi iri.

"H-hey!" Himeko keluar dari tempat persembunyiannya, Kafka yang melihat Himeko bergerak begitu cepat terkejut "himeko-!"

Himeko menatap pria itu dengan netranya yang berkaca kaca dan pipinya yang basah karena air matanya "h-hime-" ucapan pria itu terpotong saat Kafka menampar wajah pria itu.

*Plak*

Suara nyaring terdengar disana, orang orang serta pegawainya menatap kearah drama yang telah berlangsung tersebut "kamu udah punya pacar kok malah pacaran dengan perempuan lain?!" Kafka menatap tajam pria itu.

Sedangkan Himeko sedang syok dengan yang ada di depannya ini, begitu pula dengan perempuan yang lelaki itu pacari, "he-hey! I-ini maksudnya apa?!" Kafka menatap tajam perempuan itu.

"Kamu tau ga? Kalau pacar mu ini, iya, ini, SUDAH DIMILIKI OLEH ORANG LAIN?!" Kafka menghampiri perempuan itu dengan penuh emosi.

"A-aku tidak tahu apa apa, hanya... Dia yang tiba tiba menembakku"

Oh, kok bisa ya? Ada lelaki yang mempermainkan dua perempuan hanya untuk memenuhi egonya?, dasar lelaki murahan.

"Oh... Kamu ya yang telah menyakiti hati kecil hime?" Kafka melepaskan perempuan itu berjalan ke arah lelaki yang sedari ketakutan itu.

"Kok ketakutan sih~?" Kafka memegang dagu pria itu "hey, tatap mata aku" ucap nya tegas, namun pria itu tidak menurut, tetap membuang arah ke tempat lain sampai...

Kafka tiba tiba menarik Himeko ke pelukannya lalu memegang dagunya "kau tahu? Himeko juga bisa kok pacaran dengan orang lain".

"Cup" kafka tiba tiba mencium bibir himeko, semakin lama semakin agresif, himeko? Dia terkejut sekali, perempuan.. mencium perempuan?!

"H-huh?!" Pria itu seketika terkejut dengan apa yang ada di depannya, pasangan wlw yang sedang beradu mulut di hadapan matanya, dia tidak menyangka itu.

...

4 bulan kemudian, tepatnya di bulan Oktober, kafka dan himeko sudah resmi berpacaran meskipun dianggap aneh satu sekolah.

"Aa~ himeko~ jangan diemin aku muluu" rayu Kafka sembari meniduri dada Himeko "diam kamu mesum".

"Nanti mau karaoke tidak?" Himeko menatap kearah Kafka lalu mengangguk, tangan kafka mengambil sebuah rokok lalu menyalakannya "huff"

"Setiap menit, setiap detik, rokok mulu" kesal Himeko lalu melanjuti untuk membaca sebuah buku novel, sedangkan kafka hanya terkekeh lalu menyestel lagu good luck, babe!

"Dengerin itu mulu!"
"Biarin"
"Stfu lesbian"
"Iya, lesbian bersamamu"

Sekolah.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang