taeyong memegang kepalanya yang pening, keluarganya menyuruhnya untuk cepat menikah. kenapa harus menikah sih? padahal hidup sendiri juga tidak masalah,pikirnya.
"hhh gue harus minta tolong siapa lagi? ten? dia pasti bakalan bawelin gue abis-abisan kalo ngadu" taeyong mengetukan jarinya pada meja kerjanya.
dengan langkah gontai taeyong meninggalkan ruang kerjanya,di perusahaan yang besar itu hanya tersisa dirinya dan beberapa karyawan yang lembur.
ting
taeyong sampai di basement dan berjalan menuju mobilnya, sepertinya ia akan pulang ke apartemen ia belum mau bertemu dengan orang tuanya.
brum
taeyong menjalankan mobilnya dijalan yang sedikit sepi sepertinya orang-orang lebih memilih tinggal dirumah karena cuaca yang sedikit gerimis,saat melewati halte ia melihat seseorang duduk disana dengan kepala yang tertunduk.
taeyong menghentikan mobilnya dan membuka kaca penumpang "hey,bus sudah tidak ada yang beroperasi di jam ini" orang tersebut mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil.
"aku tidak sedang menunggu bus" ujarnya sambil tersenyum.
taeyong mengerutkan keningnya "lalu kenapa duduk disana? kau akan kemana ayo aku antar sebentar lagi hujan" orang itu menggeleng "aku tidak tahu akan kemana" jawabnya.
mendengar itu taeyong memutuskan keluar dari mobilnya ia menghampiri pemuda tersebut "kenapa?" taeyong bukan orang yang kepo dengan kehidupan orang lain,hanya saja kali ini hatinya sedikit terenyuh saat melihat orang itu berbicara.
"aku baru saja diusir" orang itu menghela nafas "kenapa?" taeyong bertanya lagi.
"ayahku ingin aku melanjutkan pendidikan di luar negeri tapi aku tidak mau,kemarin malam aku sangat stress dan memutuskan untuk ke klub,aku tidak sadar bahwa aku menghabiskan 4 botol sendirian"
"saat terbangun tiba-tiba saja aku sudah dikamar hotel bersama seorang wanita,dia sedikit ketakutan seolah aku memperkosanya,belum sempat mengingat atau bertanya tiba-tiba ayahku datang dan menamparku,setelah itu dia mengatakan tidak mau lagi memiliki anak bajingan sepertiku,lalu dia mengusirku tanpa mendengar penjelasanku lebih dulu,saat ayahku pergi wanita itu bertingkah biasa saja tidak ketakutan seperti tadi,saat aku bertanya dia bilang *tanyakan saja pada orang yang membayarku untuk menghancurkan mu* aku tidak tahu harus berbuat apa setelah mendengar itu" taeyong menatap iba pada orang disampingnya.
"hujan mulai turun,kau bisa tinggal di apartemen ku malam ini" ucap taeyong.
orang itu memandang taeyong "kau tidak takut? bagaimana jika aku orang jahat?" tanyanya. taeyong tersenyum dan berdiri "ayo,hujan semakin lebat" taeyong membukakan pintu mobilnya agar orang itu masuk.
mengangguk ia pun masuk kedalam mobil taeyong "terimakasih" taeyong menyusul kearah kemudi.
"jadi siapa namamu?" taeyong bertanya pada orang disampingnya "namaku jaehyun" orang itu tersenyum hingga lubang di pipinya nampak.
taeyong mengangguk "jangan dulu menyerah jaehyun,kau harus membuktikan pada ayahmu bahwa kau dijebak oleh orang yang iri padamu" jaehyun menatap taeyong yang masih fokus ke jalan.
jaehyun hanya diam.
ckitt
taeyong sampai di basement apartemen nya "ayo" jaehyun mengikut langkah taeyong.
taeyong memelankan langkahnya agar sama dengan jaehyun "kau bukan bodyguard ku,kenapa berjalan dibelakang ku" taeyong menyamakan langkahnya dengan jaehyun.
jaehyun tersenyum "ayo masuk,kau bisa mandi terlebih dahulu nanti aku siapkan pakaiannya " jaehyun hanya mengangguk mendengar perintah taeyong.
selesai menyiapkan pakaian jaehyun taeyong kini sibuk berkutat dengan alat dapurnya,ia akan membuat makan malam untuknya dan jaehyun.
