20 | sekali lagi

723 95 13
                                        

halo semuaaa??

sudah siap berpisah dengan jiwa-jingga?

selamat membacaaa!!!

***

Dua minggu setelah fanmeet, situasi belum juga mereda. Media terus menggali siapa sebenarnya Jingga, sosok yang disebutkan Jiwa dengan begitu emosional. Publik, terutama para fans, makin penasaran.

Sebagian besar penggemar Jiwa mendukung, menganggap pernyataan Jiwa itu sebagai sebentuk pengakuan yang tulus, tapi tak sedikit juga yang merasa kecewa. Mereka merasa Jiwa seharusnya lebih menghargai penggemarnya—bukan malah membahas orang lain. Beberapa bahkan merasa Jiwa adalah milik mereka, dan tidak ada ruang untuk siapapun yang mengganggu.

Di tengah keramaian itu, Jiwa sempat mengunggah sebuah postingan di sosial medianya; menyatakan kalau ia tidak berkenan jika orang-orang mencari tahu lebih lanjut tentang siapa Jingga yang ia sebutkan dan meminta mereka semua untuk menghargai privasinya. Meskipun peringatan Jiwa itu tidak serta-merta menghentikan spekulasi-spekulasi yang ada, setidaknya sebagian penggemarnya sudah berhenti untuk mencari tahu siapa Jingga untuk menghargai permintaan idola mereka.

Untung saja Jiwa juga hanya menyebut nama Jingga tanpa ada embel-embel lain seperti nama belakang atau pekerjaan, sehingga sosok gadis itu menjadi sulit untuk ditemukan.

Di sisi lain, album baru Jiwa semakin dekat dengan perilisannya. Album yang sempat tertunda karena kasus perundungan yang melibatkan dirinya. Setelah hiatus yang panjang, album itu bukan hanya sekadar karya musik—ini adalah bentuk pembuktian Jiwa bahwa ia tidak kalah dari kasus yang sempat menimpanya itu.

"Ternyata ini alasan ente betah bener di Galar?" Ejek Tian yang malam ini datang ke apartemen Jiwa saat laki-laki itu sedang tidak ada jadwal pekerjaan.

Jiwa mendengus tanpa menjawab. Ia membuka kaleng bir yang baru saja ia ambil dari kulkas dan meneguknya dengan tenang.

"Emang hobinya nyari mati, ya, lo. Untung aja agensi nggak ngedepak lo gara-gara kelakuan lo di fanmeet waktu itu. Gue inget banget muka Cemal udah panik abis waktu lo mendadak curcol di panggung tiba-tiba. Gue nggak bisa liat Mbak Hani, sih, tapi yakin gue segala jenis binatang udah dia keluarin untuk lo."

Tian waktu itu memang ikut datang ke fanmeet Jiwa sebagai bentuk dukungan di panggung pertama sahabatnya usai hiatus itu.

Kekehan lolos dari bibir Jiwa. Tebakan Tian benar 100%. Ketika fanmeet-nya selesai, ia hampir saja dihajar oleh Hani yang sudah benar-benar stress dengan kelakuannya.

Bagaimana tidak? Sesi tanya jawab itu sudah dibrief sebelumnya. Jiwa tentu sudah tahu pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang akan dilemparkan Cemal kepadanya. Semua jawaban Jiwa pun sudah disusun agar tidak terjadi kesalahan di panggung. Namun laki-laki itu justru menjawab di luar rencana, menuai reaksi terkejut dari seluruh tim yang sedang memantaunya saat itu.

"Their stock went up because of me. How could they just kick me out?"

Saham agensi langsung melonjak naik usai kemunculan perdana Jiwantara Lazuardi di publik setelah berminggu-minggu hilang begitu saja tanpa kabar sama sekali. Jiwa tahu agensi jelas tidak akan melepasnya dengan mudah begitu saja setelah begitu banyak keuntungan yang ia berikan kepada mereka.

Tian meneguk bir kalengnya sebelum bertanya, "Jadi Jingga nih namanya? Mana coba gue liat orangnya."

"Gue nggak punya fotonya."

"Foto aja nggak punya tapi udah bobo bareng?"

Pertanyaan Tian langsung dihadiahi lemparan remot televisi oleh Jiwa, yang untung saja berhasil dihindari oleh laki-laki jangkung itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Temu Jiwa [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang