Bab 531 – Apa yang tidak bisa diubah (5)
Suatu masa di bumi ketika dunia dipenuhi dengan mitos dan misteri.
Raja Naga mengabulkan Cintamani, sebuah batu pengabul keinginan.
Beberapa disembuhkan dari penyakit yang dianggap tidak dapat disembuhkan, beberapa dikaruniai kekayaan yang sangat besar.
Tentu saja, keinginan tidak selalu menjadi kenyataan seperti yang diinginkan oleh si pengharap.
Mereka yang menginginkan kehidupan abadi menjadi patung batu dan berdiri di tanah selamanya, dan mereka yang menginginkan ketenaran menjadi terkenal dan dieksekusi.
Ketika keinginan manusia terpenuhi, roh gunung dan roh langit yang menyaksikannya akan menyebarluaskannya, dan reputasi Cintamani meningkat.
Cintamani, yang disayangi oleh Raja Naga, memperoleh kehidupan.
Raja Naga menutup matanya dan berbicara kepada Cintamani.
[Buka matamu.]
Sang Cintamani membuka matanya, warnanya seperti batu giok.
Wajahnya cantik, dan rambut giok serta matanya bersinar seperti permata.
Saat mata mereka bertemu, si Cintamani tersenyum dan berbicara.
— Permintaan siapa yang akan kukabulkan kali ini?
Cintamani memperoleh kehidupan dan tertarik pada suka dan duka makhluk yang memiliki emosi.
Setelah memperoleh kehidupan, si Cintamani seolah ingin mengamati makhluk-makhluk tersebut dengan memenuhi keinginannya.
Raja Naga melihat esensinya berdasarkan kata-kata dan ekspresinya.
Esensinya adalah hiburan.
Cintamani tidak bisa hidup tanpa hiburan dan kegembiraan.
Oleh karena itu, Raja Naga memutuskan bahwa lebih baik dia tinggal di Bumi daripada tinggal bersamanya.
[Anda dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan.]
Tawa si Cintamani semakin dalam mendengar kata-kata Raja Naga.
Dia tampak sangat senang mendapatkan kebebasannya.
Saat hendak lepas tangan, Raja Naga menasihati si Cintamani.
[Ingat bahwa ada keinginan yang tidak bisa kamu penuhi sendiri.]
Cintamani tidak bisa mengerahkan kekuatan yang sama seperti sebelumnya.
Jika dia mewujudkan keinginan yang tidak pantas, semangatnya akan dipotong dan tubuhnya akan runtuh.
Keinginan yang berkaitan dengan kehidupan hanya dapat dipenuhi jika pihak menginginkannya.
Namun meski ada larangan, Cintamani senang.
Dia menikmati pelayaran berangkat dari Istana Naga.
Melihat sekeliling benua dan melewati laut, Cintamani mencapai Semenanjung Korea.
Dia mendengar apa yang terjadi di daratan dari roh gunung dan roh langit, keduanya suka mengobrol dengan naga yang tinggal di Semenanjung.
‘Cheonshin dan Shinin, oposisi antara Macan dan Beruang, musuh asing…’
Sementara Cintamani menikmati waktunya berkeliling benua, banyak hal terjadi di Semenanjung Korea.
Terlambat mendengar ceritanya, si Cintamani kecewa karena tidak datang lebih cepat.
![Euishin Sang Dermawan [3]](https://img.wattpad.com/cover/371436871-64-k921006.jpg)