DESTINY

418 47 1
                                        

Suara langkah kaki tergesa-gesa pun mengisi lorong rumah sakit. pria tersebut terlihat sangat khawatir menyusuri lorong rumah sakit dengan gadis yang mengikuti langkahnya untuk menemukan kamar yang mereka cari.

'' minjeong kesini!! '' ucap gadis itu sambil menarik tangan Minjeong untuk berhenti di depan kamar rumah sakit yang mereka cari.

pria yang bernama Minjeong itu pun segera membuka pintu kamar tersebut dengan wajah khawatir lalu segera masuk ke dalam ketika melihat ayahnya terbaring di atas ranjang dengan infus.

'' kau bolos sekolah sama Karina?! " ucap Taeyeon dengan wajah terkejut melihat anak laki-lakinya masih menggunkan seragam sekolah di hadapan nya.

'' coba tadi aku yang bawa mobil itu.. daddy enggak mungkin seperti ini '' ucap Minjeong tanpa membalas pertanyaan Taeyeon daddy nya.

'' aish.. lebih baik daddy daripada kamu dan Karina kenapa-kenapa " jawab Taeyeon dengan santai.

'' YA! yang benar tidak terjadi kepada kita semua!! '' ucap Tiffany mommy nya Minjeong yang tiba-tiba saja menyela pedebatan ayah dan anak itu.

seketika Taeyeon dan Minjeong pun terdiam jika mommy nya sudah bersuara seperti itu. Karina yang dari tadi hanya terdiam di tengah keluarga Bae akhirnya bersuara dengan nada yang canggung.

'' Mr.Bae baik-baik saja? apa terluka sampai bagian dalam? '' ucap Karina yang seketika membuat Taeyeon tersenyum ramah.

'' tenang saja Karina .. daddy baik-baik saja dan jangan panggil aku Mr.bae , panggil saja aku daddy seperti Minjeong memanggilku . '' ucap Taeyeon dengan ramah yang di ikutin istrinya Tiffany ikut berbicara.

'' dan ingat panggil aku mommy ya Karina. lalu apa kalian sudah makan? apa Minjeong sudah memberikan bekal untuk mu,Karina? '' tanya Tiffany ke Karina dengan ramah

'' s...sudah kok m..mommy kamsahamida '' jawab Karina sambil membungkuk dan hal tersebut membuat Tiffany tertawa kecil.

'' kalau daddy hanya luka ringan seperti itu lalu kenapa mommy telepon aku dengan panik?! '' ucap Minjeong dengan wajah badmood ke arah orang tuanya.

'' kau tau lah nak... mommy mu itu berlebihan aku cuma luka seperti ini saja tapi seperti aku koma '' jawab Taeyeon dengan santai sedangkan Minjeong memperhatikan daddy nya penuh perban di sekujur badan nya sekaligus infus yang masih terpasang dan mesin deteksi jantung.

'' daddy yang terlalu santai...'''ucap Minjeong sambil menggelengkan kepala keheranan dengan daddy nya itu

tiba-tiba saja pintu kamar tersebut terbuka dan terlihat wajah panik kedua pasangan sekaligus terengah-engah seperti sehabis berlari. kedua pasangan itu langsung berlari ke dalam kamar Taeyeon dan menghampiri dirinya.

'' Daddy baik-baik saja?apa ada yang patah atau operasi?!! '' tanya wanita itu dengan nada panik dan berlinang air mata sedangkan Taeyeon hanya terdiam terkejut dengan kehadiran putri sulungnya itu Irene.

" lihatkan bahkan Irene noona aja sampai seperti itu daddy " ucap MInjeong yang menatap ke arah daddy nya yang ternyata tertawa melihat putrinya itu.

" aigo Irene daddy baik-baik saja hanya luka kecil ini... lalu kalian kesini bagaiman dengan kedua cucuku ku? " tanya Taeyeon yang mencari-cari keberadaan kedua cucu nya itu .

" mereka di titipkan ke orang tua nya Wendy,daddy" jawab Irene dengan suara yang masih sesegukan melihat kondisi daddy nya itu.

" daddy apa semua ini berhubungan sama orang itu? " tanya Wendy dengan wajah serius .

ketika mendengar pertanyaan seperti itu ekspresi wajah Taeyeon berubah menjadi serius.

" aku rasa dia masih hidup dan sudah kembali untuk menghancurkan keluarga kita lagi , namun kali ini juga mengincar Minjeong karena kejadian nya ketika aku berangkat ke kantor pagi ini menggunakan mobil minjeong" ucap Taeyeon sambil mengingat kejadian yang menimpa dirinya pagi ini.

SEQUEL FROM LUCKY : DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang