Joy mengantarkan Karina kerumah Wendy untuk mencari tau lebih jauh tentang semua yang terjadi pada Minjeong.Karina ingin mengetahui semua awal mula ini terjadi dan ia tidak ingin jika kekasihnya bertindak ceroboh yang akhirnya akan meninggalkan dirinya. Dia tau jika mungkin dia bukan seseorang yang berhubungan dengan semua ini namun dia tidak ingin hanya menjadi seseorang yang menunggu kekasihnya Kembali lalu menjelaskan semua ke dirinya, dia ingin setidaknya walau sedikit bisa membantu beban yang Minjeong bawa selama ini.
Karina berdiri di depan pintu rumah besar itu — tempat Irene dan Wendy tinggal. Matanya ragu-ragu menatap bel pintu, tapi tangannya sudah terlanjur menekannya.
Ding-dong.
Tak butuh waktu lama. Irene yang membukakan pintu. Senyumnya muncul... lalu perlahan menghilang saat melihat wajah Karina yang tak biasa.
"Ada apa, Karina?Joy?"
"Aku... aku mau bicara dengan Wendy-oppa. Tentang seseorang."
Irene mengerutkan alis. "Tentang siapa?"
Karina menatap lurus.
"Limario."
Irene seketika terkejut dengan nama tersebut namun dia berusaha untuk tetap tenang dan tanpa berkata apapun segera mempersilahkan Karina dan Joy untuk masuk ke dalam rumahnya.
Irene memanggil suaminya untuk menemui Karina yang sudah menunggunya di ruang tamu, ia juga menjelaskan jika Karina datang untuk membahas seseorang yang selama ini menghantui keluarga mereka.
Wendy duduk di sofa. Matanya tajam, tapi tidak kasar. Tatapannya lebih ke arah... takut sesuatu terbongkar.
"Dari siapa kau dengar nama itu?" tanyanya pelan.
Karina duduk perlahan. "Aku tidak sengaja mendengar Seulgi oppa dan Wendy oppa berbicara. Karena Minjeong nggak mau bilang apa pun. Karena dia menjauhiku. Dan karena aku tahu... ini bukan cuma masalah dendam biasa."
Wendy menatap Irene sejenak — seperti minta izin tanpa kata. Irene mengangguk pelan dan berdiri, meninggalkan ruangan bersama Joy.
Sunyi.
"Apa Limario benar... keluargamu?" tanya Karina akhirnya.
Wendy menghela napas panjang. Jemarinya meremas gelas teh yang belum sempat diminumnya.
"Ya. Dia... sepupu jauh. Anak dari adik ayahku. Tapi kami sudah lama tidak menganggap dia bagian dari keluarga."
Karina tidak puas. "Kenapa? Apa yang terjadi pada ibunya?"
Wendy mulai bicara. Lambat, tapi pasti.
"Ibunya... Son Ye-jin. Wanita yang terlalu baik untuk dunia ini. Tapi juga terlalu keras kepala. Dia menikah dengan pria yang keluarga kami anggap tidak pantas. Ayahku... menyabotase bisnisnya dan membuatnya bangkrut, katanya demi melindungi kehormatan keluarga Son."
Karina menatap Wendy tajam.
"Dan itu yang mendorong ibunya Limario... untuk mengakhiri hidupnya?"
Wendy tidak menjawab, tapi tatapannya cukup sebagai pengakuan. Lalu ia menambahkan, suara lebih lirih:
"Dan kakaknya Limario... gadis muda yang jatuh cinta dengan Bae Taeyeon. Ayah Minjeong. Tapi cinta itu hanya Seolhyun sepihak. Dia... bunuh diri seminggu setelah itu."
Sunyi lagi.
Karina menggigit bibir. "Jadi Limario kehilangan ibunya... dan kakaknya. Keduanya karena keluarga kalian."
"Ya." Wendy berkata lirih. Seperti ada luka yang tak bisa ditutupi di balik wajahnya yang dingin.
"Aku nggak minta kau mengerti dia, Karina. Tapi semua ini... sudah jadi warisan yang tidak ada ujungnya. Kebencian turun-temurun."
KAMU SEDANG MEMBACA
SEQUEL FROM LUCKY : Destiny
RomansaDestiny "Bagi Minjeong, hidup adalah tentang menjaga jarak agar hatinya tetap membeku-seperti salju yang tenang. Namun, kehadirannya yang tak terduga, Karina, perlahan mulai mencairkan dinding es yang ia bangun dengan susah payah. Di saat Minjeong m...
