Seorang pria tampak begitu kesal dan mulai membanting beberapa barang di meja kerjanya dengan kasar, hal tersebut membuat seorang wanita menggelengkan kepala dengan wajah datar.
" kali ini apalagi? gagal kah?" ucap wanita tersebut sambil berjalan masuk menghampiri pria itu.
" shibal... kenapa Bae Taeyeon tidak mati saja. aku sudah berfikir jika kecelakaan itu setidaknya menewaskan dia namun ternyata hanya membuat dia terluka " jawab pria tersebut dengan nada kesal dan mengepalkan tangan nya.
wanita tersebut memeluk pria itu sambil tersenyum dan hal tersebut berhasil meluluhkan emosi pria itu.
" lebih baik? kenapa kamu tidak ingin berhenti tentang semua ini? bisakah kita hidup dengan tenang bersama,huh??" tanya wanita tersebut sambil mengusap wajah pria tersebut.
" Rose... kamu tau aku tidak akan mungkin berhenti karena mereka lah yang membuat ku seperti ini. aku membenci mereka dan tidak akan pernah berhenti" jawab pria tersebut sambil melingkarkan kedua tangan nya di pinggang wanita bernama rose itu.
" dan jangan coba-coba untuk melakukan hal seperti sebelumnya lagi... aku tidak akan mentoleransi perbuatan mu jika seperti waktu itu , babe " ucap pria itu lagi dengan nada serius.
" kenapa aku waktu itu mengiyakan untuk menjadi kekasih seorang psikopat dan posesif seperti mu.." jawab Rose dengan nada kesal
" tapi kamu bilang jika aku menarik,hm? " ucap Pria tersebut
seketika seorang wanita dengan wajah kesal muncul dari balik pintu ruang kerja dan melipat kedua tangannya.
" sejak Rose kembali lalu aku dilupakan? kenapa aku harus memiliki adik seperti mu " ucap wanita tersebut kesal melihat kedua orang itu sedang bermesraan di hadapan nya.
" jangan ganggu lah, nanti aku akan transfer mu uang dan pergilah dengan Rose berbelanja.. " ucap pria tersebut dengan cuek.
DI TEMPAT LAIN
setelah cukup lama sejak kejadian tersebut Taeyeon pun sudah pulih namun tidak bisa untuk pergi kemana pun karena kakinya masih sulit di gerak kan namun Tiffany sebagai istrinya selalu merawat suaminya itu dan Minjeong ikut serta membantu mommy nya. hari ini Karina berkunjung ke rumah Minjeong sambil membawakan makanan untuk ayahnya Minjeong.
" Annyeonghaseyo... " Ucap Karina sambil membungkuk di hadapan Tiffany.
" Karina? Omo... Kamu mencari Minjeong, eoh? " Tanya Tiffany sambil tersenyum dan mengajak Karina masuk ke dalam rumah.
" Enggak juga kok, mommy Tiff... Aku mau bawain ini untuk daddy Tae. " Ucap Karina sambil memberikan buah ke Tiffany.
" Aigo... Gausah repot-repot Karina.. Tapi Minjeong lagi enggak ada dirumah. Sebenernya kami pun khawatir karena dua hari ini anak itu enggak pulang kerumah. " Jawab Tiffany dengan wajah sedih.
" Mwo? Minjeong enggak pulang? Tapi kemana mom Tiff? " Tanya Karina dengan wajah khawatir sekaligus terkejut.
" Aku pun enggak tau, Karina... Minjeong hanya mengirim pesan untuk tidak perlu khawatir sekaligus jangan mencari dirinya Karna dia berjanji akan kembali secepatnya..." Ucap Tiffany sambil menahan isak.
Karina pun masih tidak mempercayai semua ini, sebelumnya mereka berjanji untuk menghadapi semuanya bersama tapi kenapa Minjeong tiba-tiba pergi seperti ini. Karina yang terdiam membuat Tiffany seketika memeluk nya.
FLASHBACK 2 HARI SEBELUMNYA
Setelah sampai depan rumah Karina, Minjeong tiba-tiba menggenggam tangan nya. Sikap Minjeong yang seperti itu membuat Karina terheran dan mengurungkan niatnya untuk tidak jadi keluar dari mobil kekasihnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEQUEL FROM LUCKY : Destiny
RomanceDestiny "Bagi Minjeong, hidup adalah tentang menjaga jarak agar hatinya tetap membeku-seperti salju yang tenang. Namun, kehadirannya yang tak terduga, Karina, perlahan mulai mencairkan dinding es yang ia bangun dengan susah payah. Di saat Minjeong m...
