HAI SEMUANYA! SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, AAMIIN!
TANDAI TYPO PRENN⚠️
••••
Tok! Tok!
Kepala Damian terangkat dari berkas yang sedang dia periksa ke arah pintu ruangannya yang terbuka, menampakkan sosok Ethan dibaliknya.
"Udah dulu kerjanya. Ayo makan," ajak Ethan berjalan masuk ke ruangan.
Damian melihat jam di pergelangan tangan kirinya yang ternyata sudah menunjukkan waktu makan siang. Saking fokusnya bekerja dia sampai tidak ingat waktu.
"Melihatmu membuatku teringat pada Dara," kata Ethan tiba-tiba.
Damian yang sedang membereskan mejanya dan berdiri sedikit mengerutkan kening mendengar perkataan Ethan. "Maksudmu?" tanyanya tidak terlalu mengerti.
Ethan mengedikkan dagunya pada semua berkas kerja di atas meja Damian. Damian terdiam sejenak mencerna semuanya dan baru menyadari maksud perkataan Ethan. Lantas Damian terkekeh. Di posisi seperti ini Damian bisa merasakan bagaimana menjadi Dara yang sangat fokus dalam bekerja.
"Karena ada kesamaan, makanya kami berdua cocok, bukan?" gurau Damian.
"Ya, sangat cocok." Ethan memutar matanya jengah menanggapi perkataan Damian. "Ayo makan. Aku sudah lapar."
"Sebentar, aku telfon Dara dulu apa dia sudah makan siang atau belum." Damian mendial nomor Dara. Di panggilan pertama tidak di angkat, kemudian Damian mencoba lagi di panggilan kedua, barulah di angkat.
"Sayang, kau sudah makan siang?" tanya Damian sesaat panggilannya di angkat dan suara Dara terdengar dipendengarannya.
"Hah? Sudah jam makan siang?"
Tepat seperti dugaan Damian. Dara tidak akan ingat waktu jika sudah sibuk bekerja. Salah satu hal yang paling membuat Damian khawatir karena Dara selalu lupa makan siang kalau tidak di ingatkan. Makanya setiap kali jam makan siang, Damian tidak pernah absen untuk mengabari Dara dan mengingatkannya untuk istirahat dulu. Kalau Dara tidak mau mendengarkannya, maka Damian meminta Diana untuk langsung bertindak. Karena Dara sudah pasti akan menuruti perkataan Diana meskipun Diana adalah sekretarisnya.
"Mau aku pesankan makanan?" tanya Damian seraya berjalan keluar dari ruangannya bersama Ethan. "Kau mau makan apa? Atau mau makan bersama?"
"Tidak usah. Jarak kantor kita lumayan jauh." Dara kemudian bergumam. "Aku mau dimsum sepertinya."
"Dimsum?"
"Eh, sushi juga sepertinya enak."
Damian terkekeh gemas dengan keraguan kekasihnya soal makanan seperti saat ini. "Dua-duanya saja, mau?"
"Emmm ... dimsum saja. Aku juga mau minum yang seger-seger."
"Hanya itu? Tidak ada yang lain? Kalau begitu aku pesankan sekarang. Kau tunggu saja di ruanganmu, jangan keluyuran."
"Ck, memangnya aku anak kecil?"
"Iya, anak kecilku yang nakal."
Detik selanjutnya sambungan telepon pun terputus sepihak. Damian menggeleng-gelengkan kepala dengan senyum tipis melihat panggilannya sudah tidak terhubung lagi dengan Dara.
"Dasar, anak kucing yang menggemaskan," gumam Damian terkekeh pelan.
Ethan melirik Damian yang masih senyum-senyum setelah menghubungi Dara. Hal seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari di mata Ethan, melihat Damian yang begitu bucin pada kekasihnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Yours
RomansaTerlahir sebagai anak perempuan membuat Sandara Anggita Atmajaya dipandang sebagai sosok yang tidak mampu untuk menjadi penerus perusahaan keluarganya yaitu Majestic IndoCorp. Maka dari itu, Dara bertekad membuktikan bahwa dirinya lebih pantas memim...
