HAI SEMUANYA! SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, AAMIIN!
TANDAI TYPO PRENN⚠️
••••
"APA? DARA KECELAKAAN?!"
Tubuh Damian langsung menegang mendengar nama Dara yang terlontar. Dia langsung berdiri dan mendekati Ethan.
"Baiklah. Kau tetap di sana. Aku dan Pak Damian akan segera menyusul." Ethan mematikan sambungan teleponnya.
"Ethan, apa yang terjadi? Dara kecelakaan?" desak Damian meminta penjelasan lebih lanjut.
"Nanti kujelaskan rinciannya. Lebih baik sekarang kau pergi ke rumah sakit Victory. Dara di bawa kesana. Aku akan menyusul setelah menyelesaikan sesuatu dulu."
Damian mengangguk. Dengan langkah lebar dia keluar dari ruangannya. Mempercepat langkahnya dengan berlari menuju basemant. Raut wajahnya terlihat begitu panik dan pias. Inilah yang selalu Damian takutkan dan tidak inginkan. Keselamatan Dara adalah hal utama baginya. Apalagi hal ini terjadi di saat mereka masih bertengkar. Damian semakin menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada Dara.
Mobil Damian melaju dengan kecepatan lumayan tinggi di jalanan. Pikirannya saat ini benar-benar hanya tertuju pada Dara. Bagaimana keadaannya? Apakah Dara baik-baik saja?
Damian tetap mencoba menenangkan diri dari pikiran negatif yang mulai menggerogoti kepalanya. Damian berusaha untuk tidak percaya spekulasi apapun sebelum dia benar-benar melihat keadaan Dara dengan kedua matanya sendiri.
Beberapa menit di perjalanan, Damian sampai di rumah sakit Victory. Rumah sakit besar milik salah satu perusahaan ternama yaitu Victory Group, milik keluarga Sky Lawrence.
Setelah memberhentikan mobilnya di parkiran rumah sakit, dengan terburu-buru Damian berlari masuk ke dalam gedung. Dia langsung menuju meja resepsionis.
"Sandara Anggita Atmajaya. Wanita yang terlibat kecelakaan baru-baru ini."
"Pasien berada di UGD."
Damian memutar langkah menuju UGD. Napasnya terengah-engah saat matanya menangkap sosok Dara yang terbaring di salah satu kasur. Kaki Damian terasa lemas dan tidak mampu untuk bergerak. Namun, dia tetap memaksakan untuk mendekat. Debaran di dadanya semakin berpacu cepat ketika melihat kepala Dara yang di perban. Damian membungkukkan badan, perlahan mengelus rambut Dara yang menutupi wajahnya.
"Permisi, apa Anda wali pasien?"
Damian menoleh pada Dokter perempuan yang barusan bertanya.
"Nama saya Gisel, Dokter yang menangani pasien."
Damian langsung menghadapnya sepenuhnya. "Bagaimana keadaannya, Dokter?"
"Lukanya tidak terlalu parah. Bagian kepalanya terluka karena benturan ke setir mobil. Tadi sudah dilakukan pemeriksaan X-ray dan tidak ada sesuatu yang fatal di kepalanya."
Damian mendengarkan setiap penjelasan mengenai keadaan Dara. "Apa perlu di rawat?"
"Tidak perlu. Jika pasien sudah bangun, dia sudah boleh pulang. Sekarang biarkan pasien istirahat dulu."
Damian menghela napas lega. Ternyata keadaan Dara tidak seburuk yang sempat dia pikirkan beberapa saat lalu. "Terima kasih, Dokter."
Setelahnya Dokter Gisel pergi. Damian kembali ke sisi Dara, duduk di kursi samping kasur. Matanya terus memperhatikan Dara yang tidur begitu lelap. Dengan hati-hati, Damian meraih tangan Dara dan menggenggamnya.
"Syukurlah ... syukurlah kau baik-baik saja," gumam Damian benar-benar lega.
Dari kejauhan, Ethan baru datang bersama dengan seorang wanita. Keduanya terlihat khawatir ketika melihat Dara dan Damian. Mereka langsung mendekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Yours
RomansaTerlahir sebagai anak perempuan membuat Sandara Anggita Atmajaya dipandang sebagai sosok yang tidak mampu untuk menjadi penerus perusahaan keluarganya yaitu Majestic IndoCorp. Maka dari itu, Dara bertekad membuktikan bahwa dirinya lebih pantas memim...
