22 - Pandora

442 40 13
                                        
























💙

〰️ 22 〰️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

〰️ 22 〰️

"Melihat raut wajahmu, sepertinya kau sudah tahu apa yang akan ku bicarakan."

Lee Sangsoo menatap Mathias tegas sementara Mathias menatapnya marah.

Kembali ke sesaat sebelumnya saat Mathias turun dari mobil dan disambut oleh Woohyun dengan raut wajah serius.

"Kenapa anda tidak menjawab panggilan telepon saya?" Ucap pria berkacamata itu gundah.

"Oh? Kau menelpon ku? Sepertinya aku terlalu sibuk membaca kontrak pembelian. Memangnya ada apa?"

"Anu...presdir..."

"Ada apa? Kenapa wajahmu begitu?"

"...mantan presiden Lee ada di sini."

Seketika raut wajah Mathias berubah.

"Beliau ngin bertemu dengan anda."

"Dimana kakek ku sekarang?"

"Beliau menunggu di ruangan anda."

"Kalau begitu ayo-"

"Sebelum itu..."

Sebelah tangan Woohyun menahan tangan Mathias pelan yang membuat keduanya saling bertukar pandang dalam hening.

"Saya mendapatkan laporan bahwa beliau sempat meminta informasi pribadi Haru pada tim HRD. Mungkinkah alasan beliau datang kemari ada hubungannya dengan Haru?"

Mathias terdiam lagi, kali ini raut wajahnya semakin buruk.

Seburuk suasana hatinya kala duduk berhadap-hadapan langsung dengan sang kakek.

"Kakek tidak berhak mencampuri urusan ku."

"Aku ini masih kakek mu."

"Oh ya?"

"Aku tidak mau tahu. Pokoknya jauhi gadis itu. Dia tidak cocok untuk mu."

"Cih. Kakek tahu aku tidak akan menuruti ucapan kakek."

"Kalau begitu silakan saja lanjutkan hubungan mu dengannya. Tapi sebelum itu, biarkan aku bertanya satu hal padamu."

KISS ME BETTER ✔️ SELESAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang