✨✨✨✨✨
----- -----
Semerbak parfum tercium sengat di ruangan itu, pria itu berdiri di depan cermin sembari merapikan bajunya, aksinya terhenti saat ekor matanya melirik sebuah foto di dekatnya.
Pangeran terkekeh .
Lagi dan lagi tangannya bereaksi yang sama saat melihat fotonya dengan arumi,
"Arumi... " ucap pangeran . Pria itu tersenyum lebar melihat foto pengantinnya dengan arumi.
Jika di ingat-ingat Kala itu ia benar-benar tak suka dengan arumi tapi kini ia sangat mencintainya . "Sangat". Batinnya berucap.
Lamunannya buyar saat mengingat ia harus pergi, tampilan pangeran sangat rapih baju hitam yang pangeran kenakan membuat kulitnya semakin telihat putih, pria berkumis tipis itu semakin tampan saja.. membuat wanita yang meliriknya semakin tergila gila, tapi sekali lagi pangeran tegaskan bahwa .. Cintanya sudah habis di arumi.
Tangannya kembali menyimpan pelan foto itu.
Hari ini pangeran akan menemui arumi kekasihnya.
Kakinya melangkah lebar keluar, dari kamar dan menuju ke mobilnya yang terparkir di depan rumahnya. Suara klakson mobil pangeran sengaja ia bunyikan menandakan ia akan pergi .
Pria berkulit putih itu melajukan mobilnya tanpa sarapan, baru saja nyonya zoya keluar tergopoh-gopoh membawa kan pangeran sarapan tapi anaknya secepat kilat pergi tanpa mengisi perutnya terlebih dahulu.
Menatap anaknya dari kejauhan
" dasar anak itu" Zoya tersenyum kecut menghela nafas, kakinya kembali melangkah masuk kedalam rumahnya.
💫💫💫✨✨✨
Manusia bener-benar sibuk sekali, sepagi ini mereka sudah macet dijalanan , rasanya telinga pangeran terasa bising mendengar klakson kendaraan masing-masing dari mereka yang sudah tidak sabar menuju ke tujuan mereka.
Pangeranpun sebenarnya juga tidak sabar menemui arumi, rasanya mau terbang saja kalau macetnya selama ini.
Selang beberapa menit lamanya akhirnya pangeran bisa bernafas lega..
Kendaraan satu persatu mulai melaju meski pelan asal berjalan dan sampai tujuan.
"Oh iya jangan sampai lupa bawa bunga untuk istriku" gumam pangeran, ia merem mobilnya di depan sebuah toko bunga.
Lonceng kecil terdengar saat tangan pangeran mendorong pintu toko itu, pegawai toko bunga itu tersenyum menyapa pangeran.
" bunga edelweiss kan.. Seperti biasa yang bapak pesan". Ucap wanita itu sembari memberi bunga putih yang sangat cantik dimata pangeran.
Bunga yang dijuluki dengan bunga abadi, pangeran sangat suka dengan itu termasuk arumi, kenapa sangat yakin arumi akan suka karna arumi pernah berkata "apa yang pangeran suka maka itulah yang arumi juga sukai". Termasuk bunga Edelweiss ini, warna putih seputih hati arumi ..
Mata pangeran terpejam dan menghirup aroma bunga itu " akhhh.. Wangi sekali " .
Otak pangeran kembali sadar bahwa ia masih ditempat toko bunga, pegawai itu ternyata masih melihatnya,pangeran terkekeh kecil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tapi sang pegawai tersebut hanya membalas senyum .
"Maaf mwehehe saya terbawa suasana"
Pegawai itu menggeleng pelan "sangat senang wanita itu dicintai ugal-ugalan olehmu pak, beruntung sekali beliau". Wanita itu menggulung senyum.
" beruntung..?? Saya pikir, sayalah yang beruntung selama ini. " pangeran membalas senyum dan memberi uang kepada wanita itu, pangeran melangkah pergi dari toko itu dan melajukan mobilnya, seakan ada yang mengejarnya saja. Dasar pangeran tidak sabaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arumi
RomancePangeran si cowok playboy,banyak ulah dijodohkan dengan arumi insyah yang merupakan gadis bercadar sedangkan arumi insyah memimpikan imam yang sholeh, apakah mereka memilih bercerai kelak atau justru mereka saling mencintai? Bagaimana rumah tangga m...
