7. SADAR

855 97 25
                                        

Frienship!
Not Boyslove.

°

°

°

°

°

   Sopan melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata, menikmati semilir angin sepoi-sepoi disore hari. Anginnya yang berhembus pelan mengayunkan helaian rambutnya yang sedikit keluar dari sela-sela helm. Matanya memindai jalanan yang ramai pengendara, tujuannya hanya satu- Mall.

   Sopan benar-benar akan menghabiskan uang Gentar karena telah berani mengabaikan permintaannya- ah, atau mungkin membohonginya juga. Si brengsek itu benar-benar.. awas saja, Ia tidak akan memaafkannya semudah itu, Sopan masih kesal ngomong-ngomong.

   Tengah asyik memandang jalanan, sebuah motor melaju cepat berada disamping kirinya. Orang gila! Tidak tahukah yang dia lakukan itu blind spot? Bagaimana jika keduanya celaka? Ck! Bodoh sekali orang itu.

   Namun sepertinya orang itu tak berniat melaju lagi, malah saat ini dirinya terus saja mepet kesisi kanan, seolah menggeser Sopan ketengah jalan. Dibalik helm full face itu, alis Sopan menyerngit bingung, matanya sedikit menoleh kesamping, melihat siapa orang yang seperti ingin mencelakainya.

   The hell.. bukan kah itu pemuda yang sama saat bertanding dengan Sopan saat menggantikan Gentar? Kenapa dia disini?

   Oh? Apakah pemuda ini akan menghabisi Sopan? Seperti katanya saat di arena waktu itu. Tanpa pikir panjang, Sopan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Ia berniat membawa orang yang mengikutinya ini ke jalanan yang agak sepi, akan sangat berbahaya jika dia mencelakainya di jalanan ramai. Setidaknya jika Sopan benar-benar celaka, Ia tidak akan mendapat banyak kemungkinan buruk.

   Sementara pemuda itu, dia menyeringai dibalik helm yang digunakannya, menganggap orang yang berada tak jauh didepannya ini bodoh karena berlari ketempat sepi, yang mana tak banyak kendaraan dari sini.

   "Habis Lo kali ini, Gentar," ucapnya dalam hati.

   Lagi-lagi, posisi Sopan terus saja dipepet, lelaki itu kembali menyeringai saat manik tajamnya melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dengan perlahan Ia pelankan laju motornya, "Lo salah kalo lari kesini,"

   Sopan menoleh kesamping, orang itu hampir tidak terlihat lagi. Ia menghela nafas namun tak mengurangi kecepatan motornya, arahnya sudah memasuki jalanan ramai, Ia menikmati hiruk pikuk jalanan sore menuju malam ini. Lampu-lampu jalanan menyala otomatis diiringi cahaya dari kendaraan, gemerlap warna merah, kuning dan oren terlihat indah bagai kunang-kunang.

   Terlalu fokus pada jalanan, pengendara dari belakang melaju dengan disamping Sopan yang membuatnya tersentak kaget. Sial, itu orang yang tadi! Belum sempat menghindar, orang itu dengan gesit menendang body motor yang dikendari oleh Sopan.

   Kecepatan yang tinggi ditambah tendangan tiba-tiba membuat Sopan sedikit oleng, namun tak cukup sekali, orang itu terus saja menendang dan mempersempit jarak mereka.

   "Asshole!" Sopan benar-benar tidak bisa lagi menyeimbangkan motor dan tubuhnya. Mau tak mau Ia banting setir, merelakan tubuhnya terpental dari jalanan dan bergesekan dengan aspal.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 25, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BANDUNGStories to obsess over. Discover now