duapuluhlima💎

5.2K 178 3
                                        

tangan besar dan berurat itu dengan nyaman merangkul pinggang kecil milik seorang yang ia cintai, menciumi leher sang mate kesayangan nya, aroma khas milik Rangga sangat membuat kavino terobsesi untuk menciumnya selalu

"eumm..." mata Rangga perlahan terbuka, menyadari ada seseorang di samping nya yang tengah sibuk dengan tingkah nya sendiri

"udah ih, ini masih pagi tau, gue masih ngantuk"

kavino menurut, dirinya turun dari ranjang mewahnya, menuju kamar mandi, dan membersihkan diri

'dia kenapa? tumben' batin Rangga masih dengan posisi tidur nya

tak menghabiskan waktu lama, kavino keluar dari kamar mandinya, kavino bahkan tak melirik sejenakpun ke Rangga, ada yang tak beres dengan kavino

Rangga yang merasa gelisah akan sikap kavino yang tiba tiba cuek bikin Rangga greget " masa iya cuma karena tadi dianya ngambek " gumam Rangga yang langsung mengganti posisi tidur nya menjadi duduk dan berdiam diri

Rangga tak ambil pusing, dia tau harus melakukan apa supaya sang suami tak lagi cuek

Rangga beranjak dari ranjang nya, berlari kecil kearah sang suami dan...






























CUPP..

























satu kecupan mendarat sempurna dibibir tipis kavino, kavino yang dicium tanpa aba' tentu saja terkejut, tak biasa Rangga seperti

"apa maksudnya tadi?" kavino membuka suara, tercetak senyum kecil di wajah kavino

Rangga tak menjawab dirinya sangat malu dengan apa yang baru saja ia lakukan, Rangga hanya bisa menunduk untuk menahan rasa malunya

"tatap mata ku"

Rangga tak menggubris nya lagi, boro' mau menatapnya, membuka suara saja Rangga tak bisa, dirinya bener bener tertelan rasa malu saat ini

kavino tak ingin basa basi dirinya tak tahan melihat tingkah menggemaskan Rangga, tangan besar milik kavino dengan entengnya mengangkat tubuh Rangga ala bridal style, diletaknya tubuh itu dengan perlahan, menciumi bibir lembut milik Rangga berkali-kali "manis sekali"

kavino tersenyum hangat, mengelus Surai rambut sang mate dengan lembut dan penuh kasih sayang, Rangga bisa merasakan nya

"terimakasih sudah mau bertahan" ujar kavino, Rangga dengan kesadaran penuh nya menarik curuk leher sang suami mencium dalam kavino , dan lanjut memeluknya

kavino dibuat terkejut untuk yang kesekian kalinya, nikmat mana lagi yang kau dusta kan kavino

"ga perlu bilang Makasih, gue bakal tetep ada di sisi Lo sebisa mungkin" ucap Rangga masih dengan pelukan hangatnya, senyum terukir begitu indah di wajah mereka , ini seperti mimpi bagi kavino, dia yakin bahwa Rangga sudah bisa menerima nya dengan hati terbuka lebar Untuk ia masuki,
pelukan hangat itu tak kunjung lepas, gawat Rangga sepertinya sudah kecintaan Dengan kavino

"this is the real you?" tanya kavino dengan beraninya

kala mendengar ucapan itu keluar dari mulut kavino, Rangga melepas kan pelukan hangatnya, dan melipat kedua tangannya di dada, wajah yang awalnya bahagia kini berubah menjadi masam, Rangga majukk wee

"setan gue..." kavino terkejut dengan tangan yang menutupi mulut "make nanya!! gue tuh tetep Rangga yang Lo kenal" ujarnya masih dengan wajah kesal

kavino hanya bisa menghela nafas lega, sedangkan Rangga hanya memutar bola matanya, malas dengan sikap sang suami yang takut dengan hal' gaib

.
.
.

ceklek

pintu kamar dari lantai dua terbuka, menampilkan seorang pria yang baru saja bangun dari tempat ternyaman nya, dia sangat merindukan setiap sudut rumah ini, apa lagi kamarnya, sudah lama tak ia tiduri, tempat yang selalu menjadi teman ceritanya dulu kala ia tak merasakan sebuah keadilan dari sang keluarga

kavno berjalan menuruni tangga menuju meja makan, dirinya sangat lapar sekarang....

"CK tak ada Makanan?.., sial" keluhnya sambil memegang perutnya yang kosong

"haha bisa aja kamu"

saat mendengar suaranya tawa itu, kavno spontan melihat ke arah sumber suara, ahh ternyata itu kavino dan Rangga yang tengah asik dengan canda gurauan mereka, sial kavno sangat iri

kavino dan Rangga Dengan santainya menuruni tangga, Rangga masih belum sadar bahwa kavno masih ada di sini-, ah bukan seperti nya kavno akan tinggal di sini lagi

"bahagia sekali hidup kalian" seru kavno yang membuat Rangga melotot kala mendengar suara yang ia takut'in satu malaman ini

"kok dia masih di sini sih?" bisik Rangga ke kavino

"tenang lah sayang, dia tak akan menggangu mu, aku jamin itu" jawab kavino enteng, Rangga masih aja ketakutan kalau udah di hadapan kavno

"kita makan apa?" tanya kavno ke pasangan yang tepat di depan mereka ini

"oh iya gue lupa lagi, bik Inah cuti jadi kita ga bisa makan di rumah" ucap Rangga

"kita makan di luar saja yah" ajak kavino, yang dianggukin oleh Rangga " ide bagus tuh "

Karena Ingin makan di luar kavino dan Rangga tak ingin lebih lama lagi di sini, langsung jalan berdampingan menuju pintu y, sebelum kavno memberhentikan langkah mereka

"aku ikut" ucapnya

"heyyy restoran di luar sana sangat banyak jadi jangan mengikuti kami, urus saja dirimu sendiri, jangann menjadi parasit dihidup kamu" kalimat pedas dari mulut kavino lolos keluar begitu saja, untung saja kavno kebal, dirinya sudah terbiasa dianggap parasit di mna'

"aku tak peduli" jawab kavno sarkas dan menjulung keluar melewati mereka begitu sja

"kau-...

"udah lah biarin aja, gue ga Masalah kok, aman aja" jika sudah Rangga yang bicara, kavino tak bisa apa-apa

.
.
.






























becambung...

vote✯nya dong ʘ⁠‿⁠ʘ


S4M3 CUTE|| bxb Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang