Rangga dan kavino sudah pulang dari sekolahannya, mereka tak langsung pulang ke rumah melainkan pergi ke sebuah cafe yang cukup terkenal di kalangan mereka
"Vin"
"hmm"
"gue bingung njir"
"kenapa?"
"hidup gue isinya masalah semuaa aaaaa!!" Rangga menjirit dan jeritannya di dengar oleh banyak pengenjuny
"sttt pelankan suara mu" pinta kavino meletakkan jari telunjuknya di bibir Rangga
plak
langsung di tepis Rangga dong
"secinta itu kah masalah sama gue?" Rangga lagi galau merana banget cuy
"no! aku lebih mencintai mu" ucap kavino sambil fokus ke buku tebal yang di bacanya
( author : elehh )
Rangga yang denger langsung ngeroll eyes, males dianya tuh
"aku melihatnya"
"peduli apa gue?"
ga lama mereka debat, pesenan yang mereka pesan tadi datang
"pesanan datang~"
"bjierrrr biawak Majapahit bisa Ampe sini?"
tebak siapa yang Dateng tiba tiba ?
yang jawab putra angkat kaki
yang jawab Reza angkat siku
yang jawab kavno kayanya ga mungkin
yang jawab jevan lebih ga mungkin
yang jawab bian bisa angkat jantung
so jawabannya......
BIAN ANAK HARAM!!!
( ANG ANG ANG ANG ANG )
"Hay calon Abang ipar" sapa bian ke Rangga, Rangga yang dipanggil Abang ipar merinding seginjal
"hallo juga kavino, gue Dateng ke sini mau buat negosiasi sama kalian"
kavino mengernyitkan dahinya, dia yakin ini pasti pasal masalah vidio itu
"apa?" tanya kavino
bian langsung melihat ke arah rangga dan tersenyum lebar , Rangga yang di senyumin begitu lagi lagi merinding se etel etel
"kalo Lo mau vidio Lo ga kesebar di sepenjuru dunia ini... lo..." bian nunjuk wajah kavino
dan calon Abang ipar..." bian gantian nunjuk ke rangga
Rangga yang deg degan langsung minum jus mangga kesukaan nya
"harus cerai" lanjut bian finnal
byurrrr
minuman yang di minum oleh Rangga kesembur gitu aja ke wajah bian
"anj" batin bian
bughhh
satu Bogeman mentah kena pas di hidung bian, siapa pelakunya? rangga lah pelakunya
"WOYY INI NAMANYA BUKAN NEGOSIASI, TAPI CARI MATI!!" Rangga marah udah kaya orang kesetanan sedangkan kavino hanya berdiam diri di tempat
bian memegangi hidung nya yang keluar darah, ia tak perduli itu yang penting sekarang adalah kata 'deal' dari mereka
"kalo gue klik tanda biru ini" tunjuk bian ke layar handphone nya "vidio kalian bakalan nyebar kemana mana" lanjutnya lagi
"damn" gumam kavino "sebar saja ak-
"Lo juga sama aja!!" Rangga lanjut marah, tapi marahnya ke kavino
"honeyy tenang lahh aku bisa mengurus ini" ucap kavino lemah lembut kaya mochi
"bacott Lo!! capee gue hidup, story nya masalah muluu! ARRRRGGHH!!!" Rangga keluar dari cafe itu gitu aja dengan wajah masamnya
kavino dan bian menyaksikan kepergian Rangga dengan emosinya yang memuncak, ah bukan hanya kavino dan bian tetapi pengunjung lainnya juga menyaksikannya
kini kavino beralih menatap tajam bian
"kauu sebar saja vidio sialan itu, aku tak masalah, biarkan satu dunia tau bahwa Rangga sudah ada pemiliknya" ujar kavino dengan senyuman yang sulit di artikan
bian berkeringat dingin, bukan , bukan ini yang dia mau, bukan begini rencananya, mengapa?, mengapa? kavino tak mempermasalahkan ini?? tidak , bian tak akan menyerah, sampai kapan pun Rangga Akan tetap menjadi sebagian keluarga nya, tak perduli harus dengan cara apa, Rangga harus berada di kehidupan nya!.
"okey itu kemauan Lo!"
"itu bukan kemauan saya, itu kemauan anda, dan saya?, saya tak kebaratan tentang itu" kavino berujar dengan nada nya yang begitu tenang seolah-olah masalah itu bukan apa apa baginya
"sialan!!" bian sudah tak tau harus apa
bersambung....
agak pendek guys, soalnya author sudah tak sanggup buka mata
KAMU SEDANG MEMBACA
S4M3 CUTE|| bxb
Short StoryGa pande buat deskripsi kalo penasaran baca aja intinya... Gimana sih rasanya punya same berkedok udah jadi suami tapi kalah imut Ama bini Ini mengandung gay, homo, LGBTQ, boylove, bl, bxb, boyxboy Jadi buat yang homophobic, tolong jangan salpak
