CHAPTER 4 - THE KEY

36 3 0
                                        

Terhitung sudah 3 hari Sunoo, Jungwon, dan Niki keluar masuk gua misterius itu. Tentu saja tujuannya yang tak lain untuk menemukan kunci yang bisa membuka peti itu. Mereka bertiga sudah membaca sebagian diary milik ibunya untuk mencari petunjuk yang bisa mengarahkan mereka pada letak kunci tersebut. Namun mereka masih belum menemukan kunci untuk membuka peti yang Jungwon temukan.

"Oh, jadi tempat yang kita masuki itu namanya Encouma.", gumam Niki sambil membolak-balikan buku diary di tangannya.

Kini mereka bertiga sedang berkumpul di halaman belakang villa. Sunoo yang sedang asyik memakan es krim mintchoconya, sedangkan Jungwon duduk memperhatikan Niki.

"Apa kau menemukan sesuatu, Niki? Aku sudah membaca diary ibu, dia bilang dalam peti itu terdapat sebuah artefak. Dan artefak itu harus tetap dijaga dan jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah.", kata Jungwon pada Niki.

Jujur saja mereka merasa buntu sekarang. Karena isi diary itu semuanya mengarah pada sebuah benda yang ada di dalam peti itu. Bukan petunjuk di mana kunci itu berada. Sunoo berjalan mendekat ke arah Niki dan mengambil diary itu.

"Memangnya artefak itu memiliki kekuatan apa?", Niki menoleh ke arah Jungwon yang hanya mengangkat kedua bahunya.

"Karena artefak itu adalah sebuah peta yang bisa menunjukkan lokasi di mana 'The Canon' berada.", Sunoo menjelaskan kemudian melirik kedua adiknya. 

"The canon? Benda apa itu?", heran Jungwon.

Tangan Sunoo membuka lembar demi lembar hingga bagian akhir buku. Mata rubahnya mengernyit aneh saat melihat salah satu halaman yang terlihat saling menempel.

"Kenapa, kak?", Niki menatap heran ke arah Sunoo yang tengah kesulitan membuka halaman buku yang lengket satu sama lain.

Setelah Sunoo membacanya, dengan cepat dia membalikkan buku itu agar Jungwon dan Niki bisa membacanya. Telunjuk Sunoo mengarahkan pada tulisan yang berisikan pesan yang mengatakan bahwa 'Encouma sedang dalam bahaya'.

"Kita harus ke sana lagi dan menemukan kunci untuk membuka peti ini.", celetuk Niki menatap Sunoo dan Jungwon bergantian.

Baru saja Jungwon akan membalas Niki, terdengar teriakan Jay dari dalam villa yang menyuruh mereka untuk makan siang.

.

.

.

Saat ini ketujuh saudara itu tengah berkumpul di ruang tengah menunggu kepulangan orang tua mereka. Karena ayah dan ibunya bilang, bahwa akan kembali dalam 3 hari. Namun ini sudah hari ke-5, dan belum terlihat siluet kedua orang tuanya. Heeseung bahkan sudah menelfon kedua orang tuanya ratusan kali sejak sore tadi. Dan Jay mengirimi banyak pesan pada sang ayah dan menanyakan kabarnya.

"Ayah dan ibu kenapa belum kembali?", tanya Niki menatap kakak tertuanya.

"Kakak juga nggak tau Niki. Ayah dan ibu hanya bilang ada urusan, akan pulang 3 hari lagi.", Heeseung masing mondar-mandir tidak tenang.

"Apa kalian tidak merasa aneh saat ayah dan ibu pergi? Wajah mereka terlihat gelisah dan sepertinya ada yang mereka sembunyikan.", Sunghoon bersuara. Membuat seluruh pasang mata yang ada di ruang tengah menatapnya.

"Apa maksudmu?", tanya Jay menatap Sunghoon.

"Mereka terlihat-", suara ketukan pintu yang cukup keras membuat mereka terkejut dan saling menatap satu sama lain.

"Apakah itu ayah dan ibu?", tanya Jake yang hendak berjalan membukakan pintu, namun ditahan Heeseung.

"Biar aku yang memeriksa.", jujur dia tidak yakin bahwa itu adalah kedua orang tuanya. Entah kenapa perasaannya mengatakan untuk waspada.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

THE SEVEN SONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang