tibalah mereka disalah satu tempat makan langganan freyan karena gracie sangat suka dengan ayam geprek disini
"udah sampai nih, turun yuk"ucap freyan sambil melihat gracie dari kaca spion nya lalu mereka bertiga pun keluar bersama dan langsung masuk menuju kedalam
disepanjang jalan gracie tak melepaskan gandengan nya dengan marsha dan itu juga tak luput dari pandangan freyan, melihat hal itu freyan pun merasa heran karena gracie termasuk orang yang sulit untuk dekat dengan orang baru (yang lebih tua darinya) tapi sekarang gracie sangatlah dekat dengan marsha padahal mereka baru bertemu hari ini
"kamu mau makan apa sayang?"tanya freyan pada gracie saat mereka sudah duduk didekat jendela kaca besar
"gracie ayam geprek yah kayak biasanya sama minum nya ice coklat"ucap gracie sambil tersenyum
"kalau bu luna?"tanya freyan kepada marsha yang duduk didepan nya yang bersebelahan dengan gracie
"saya samain kayak gracie saja pak"ucap marsha
"dan pak freyan gaperlu manggil saya dengan embel-embel bu kalau diluar lingkup sekolah, cukup panggil marsha aja gapapa"lanjutnya
"kalau gitu kamu juga jangan manggil saya dengan embel-embel pak juga, karena saya lihat umur kita kayaknya ga terpaut jauh"ucap freyan
"iya kalau gitu saya manggil nya kak freyan aja gapapa?"tanya marsha hati hati
"iya gapapa"ucap freyan sambil menganggukkan kepalanya
"jadi saya pesan ayam geprek nya dua, ayam bakar satu, sama minum nya ice coklat 3 ya mbak"ucap freyan kepada pelayan lalu mereka mengobrol sembari menunggu pesanan mereka datang, lebih tepatnya yang mengobrol adalah gracie dan marsha saja freyan hanya mengamati dalam diam nya hingga pesanan mereka pun datang
"ayahhh"rengek gracie
"iya sayang siniin piringnya"ucap freyan yang sangat hafal dengan gracie yang tidak suka dengan selada dan bermaksud meminta agar freyan lah yang memakan selada nya
"gracie kenapa kok gasuka selada hm"tanya marsha lembut
"hehehe gapapa bu luna, dulu pas makan selada pernah dapat yang pait banget jadi abis itu gracie gasuka selada lagi deh"ucap gracie malu
"tapi gracie tetep suka sayur yang lain kok"lanjutnya meyakinkan
"iya gapapa, yang penting masih suka sama sayur"ucap marsha sambil mencolek hidung mungil gracie
"gracie selalu suka sayur kok bu, dan sekarang suka bu luna juga"ucap gracie sambil memeluk marsha dari samping
"bisa aja kamu, emang bu luna makanan disamain kayak sayur"ucap marsha sambil membalas pelukan dari gracie
"hehehe, ga gitu bu"ucap gracie saat pelukannya terlepas
"udah-udah sekarang makan dulu ya, keburu dingin nanti"ucap marsha dan gracie pun dengan tanggap langsung menyantap hidangan didepannya itu
freyan hanya mengamati sambil menggelengkan kepala dan tak berniat masuk dalam percakapan dua wanita didepannya itu, namun satu hal yang dapat freyan pastikan dari obrolan mereka berdua yaitu ada rasa hangat dari setiap kata yang keluar dari keduanya, freyan pun membayangkan apakah keluarga nya akan sehangat ini jika mendiang istrinya tidak berpulang terlebih dahulu. memikirkan hal itu ia pun sontak teringat dengan mendiang istrinya dan ia tak sadar jika kedua wanita didepannya itu tengah memperhatikannya
"ayah kenapa?"tanya gracie ketika melihat wajah sedih freyan
"hah ayah gapapa kok, emang kenapa?"tanya freyan sambil tersenyum dengan maksud menutupi kesedihannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Anindita
Romancemenceritakan seorang pemuda yang harus mengurus anaknya dikarenakan ditinggal meninggal nya sang istri 100% fiksi
