6.

752 110 12
                                        

setibanya freyan dirumah dia langsung masuk kedalam dengan gracie yang ternyata ketiduran saat perjalanan pulang tadi, entah karena lelah bersekolah atau karena lelah setelah setengah hari sangat aktif saat dengan marsha tadi

"assalamualaikum"ucap freyan menghampiri bunda nya yang tengah menonton TV

"waalaikumsalam"jawab shani

"kok kamu sendiri, cici mana?"lanjutnya bertanya karena tadi pagi ia berangkat bersama christy

"cici sama kak gita bun, tadi siang dia mau jemput gracie bareng kak gita eh mobilnya kak gita katanya mogok yaudah tadi aku yang jemput"ucap freyan sambil duduk disebelah shani

"terus kok baru pulang?"tanya shani

"tadi gracie ngajak ke tempat mommy nya dulu"ucap freyan sembari mengelus rambut gracie yang terlihat nyaman dengan tidurnya

"emm rey, bunda boleh nanya nggak?"tanya shani

"boleh kok bun, apaan emangnya?"ucap freyan

"kamu ga ada niatan buat nikah lagi kah?"tanya shani

"bukan maksud bunda buat minta kamu ngegantiin tempat fiony, tapi bagaimanapun gracie juga tetep butuh yang namanya figur ibu. meskipun ada bunda sama cici tapi tetep ada momen yang hanya bisa diisi dengan sosok seorang ibu rey"lanjutnya

"gatau bun, rey belum mikir sejauh itu untuk sekarang"ucap freyan sambil menatap gracie

"bunda harap kamu jangan terlalu egois sama diri kamu sendiri ya, karena kita sebagai orang dewasa gatau apa yang sedang dipikirkan oleh anak-anak seusia gracie rey"ucap shani sambil mengusap pundak feeyan

"yaudah kalau gitu kamu tidurin dia di kamarnya ya, biar tidurnya lebih nyaman"lanjutnya

"iya bun, kalau gitu rey keatas dulu ya bunda cantik"ucap freyan sambil mencium pipi shani lalu segera bergegas ke kamar gracie

"entah udah sedewasa apa kamu tapi dimata bunda kamu tetep kayak anak kecil rey"gumam shani sambil menggelengkan kepalanya

setelah menidurkan gracie dikamarnya, sekarang freyan sudah berada di dalam kamarnya sendiri, ia sedang berdiri sambil menatap foto mendiang istrinya

"entah aku bisa atau tidak mengabulkan permintaan terakhir kamu sayang, biar waktu aja yang menjawab"gumam freyan sambil mengusap foto istrinya itu



flashback








"oek oek" suara tangisan bayi terdengar diruang bersalin, freyan dengan air mata bahagianya terus menerus menciumi kening istrinya

"makasih sayang, makasih"gumam freyan sedari tadi

"kamu hebat sayang, mas benar-benar bangga sama kamu"lanjutnya sembari mencium kening istrinya lagi

"aku mau liat putri kita mas"gumam fiony dan tak lama dokterpun memberikan putrinya yang sudah dibersihkan

"ini pak putri nya, silahkan di adzanin dulu"ucap dokter sembari menyerahkan bayi yang baru lahir kedunia itu kepada freyan

"iya dok"ucap freyan yang sudah menggendong bayi mungil

"mas adzanin dulu ya sayang"lanjutnya yang hanya dijawab dengan anggukan oleh fiony

setelah meng adzani bayinya freyan pun langsung memberikan bayinya kedekapan istrinya

"dia mirip banget sama kamu sayang, aku cuman kebagian mirip dimata aja"ucap freyan dengan senyum bahagianya

"iya mas, dia cantik"ucap fiony lirih sambil tersenyum

"nanti tolong jaga dia ya mas, bimbing dia supaya jadi wanita yang baik dan hebat juga tentunya, semoga aja dia bisa ngelanjutin cita-cita aku dulu buat jadi dokter"lanjutnya dengan tatapan yang tak lepas dari putri nya itu

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AninditaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang