Hai 😄👋🏻
Apa kabar gengs? :D
⨾ଓ
Bumi akan tetap berputar dan dunia akan tetap berjalan, tak peduli sehancur apa kondisi penghuninya. Rasanya kalimat tersebut tepat. Setelah kejadian itu kasino Yuta tetap berjalan seperti biasa. Hanya bedanya sekarang nama Jaehyun telah dimasukan di daftar blacklist karena dianggap telah melakukan sabotase dan pengerusakan fasilitas.
Lalu bagaimana dengan Taeyong? Well─ rasanya menyedihkan untuk mengatakan bahwa tidak ada tindak lanjut dari pihak kasino maupun dari Jaehyun sendiri.
Ya, petugas keamanan kasino memang berhasil menghentikan kejadian tersebut meskipun sebenarnya sudah sangat terlambat mengingat Jaehyun sudah ejakulasi didalam rahim Taeyong lebih dulu,─ namun hanya sebatas itu.
Ironis memang namun Taeyong bersyukur karena Yuta tidak memecatnya atau menganggap kejadian tersebut sebagai bagian dari kelalaian kerja.
Bagaimanapun juga, Taeyong masih sangat membutuhkan uang. Saat ini ia belum punya pilihan selain tetap berkerja disana dan menjalani hari-harinya seperti biasa. Meski memang tak bisa dipungkiri, ada bagian yang hilang dari anak itu. Senyum ramah, celoteh riang beserta binar cerah matanya sirna bersama dengan kesuciannya malam itu.
Kini Taeyong tak ubahnya awan mendung, suram, kelabu dan terasa dingin. Miris rasanya namun apa yang bisa dilakukan?
Taeyong terpuruk dan mungkin peristiwa tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak titik rendah dalam kehidupannya. Namun lelaki kecil itu bertekad untuk terus menjalani hidup meski mungkin tidak akan sama lagi seperti sebelumnya.
Sayangnya Tuhan tidak sedang berpihak padanya kali ini. Empat minggu setelah kejadian tersebut, Taeyong terduduk lemas dengan pandangan kosong di kamarnya, menatap nanar testpack dengan dua garis merah yang ia genggam.
Taeyong bodoh. Ia terlalu larut dalam rasa sakit sampai melupakan hal krusial yang seharusnya dilakukan diawal; menggunakan kontrasepsi darurat. Sekarang mau bagaimana lagi?
Perasaan hilang arah, depresi dan putus asa membuat Taeyong berakhir melakukan aborsi disebuah klinik kecil di pinggiran kota Seoul. Sialnya ketika sudah terbaring diatas bed tindakan, Tuhan kembali menggodanya dengan─
detak jantung pertama bayinya 🥲
─dan tepat di detik itu juga, lelaki kecil tersebut menangis histeris. Meraung menyesal─ meminta maaf kepada sukma yang dititipkan Tuhan dalam rahimnya.
Janin itu tidak bersalah dan bukan kesalahan. Bukan pula sebuah dosa atau aib. Dia nyawa yang amat berharga, suatu berkat luar biasa dari sang pemilik kehidupan terlepas dari seberapa buruk caranya hadir di dalam tubuh Taeyong.
Dan oleh sebab itulah, ketika jagoan kecil yang dianugerahkan Tuhan kepadanya -dengan cara tak biasa- tersebut akhirnya berhasil lahir dengan selamat ke dunia, Taeyong memberinya nama Mark.
Mark berarti tanda. Mark juga adalah nama dari salah satu penulis Alkitab. Dan seperti makna namanya, Mark adalah tanda kasih Tuhan atas perjuangan Taeyong yang tidak pernah menyerah menjalani hidupnya, pembawa sukacita.
Karena memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya, Taeyong berhenti bekerja di kasino Yuta mengingat paparan asap rokok, aroma alkohol dan segala rupa keborokan yang berada di sana bisa mengancam keselamatan janinnya.
Keadaan menjadi semakin rumit saat kehamilan Taeyong bertambah besar. Pemilik flat tempat Taeyong tinggal dan orang-orang yang tinggal disitu akhirnya mengetahui kehamilannya. Mereka bergunjing karena Taeyong yang diketahui belum menikah sedang hamil dengan kondisi tidak memiliki suami. Hingga akhirnya saat kandungannya berusia 7 bulan, Taeyong diusir dari sana.
Tidak berhenti sampai disitu, stasiun televisi tempatnya bekerja sebagai office boy memecatnya dengan alasan mereka dilarang mempekerjakan ibu hamil.
Sekarang Taeyong hanya bekerja sebagai pelayan restoran ayam goreng. Upahnya memang tak seberapa, tapi setidaknya cukup untuk makan sehari-hari dan menabung sedikit untuk biaya persalinan serta kebutuhan sang jabang bayi.
Kala itu, Taeyong sempat memberanikan diri menemui Jaehyun dan meminta pertanggung-jawaban pria tersebut. Sayangnya, jawaban sang dominan sangat jauh dari apa yang diharapkan.
"Bagaimana caranya saya bertanggung jawab? Saya sudah menikah dan punya istri sah. Lagipula, janin itu hanya hasil kesalahan semalam. Gugurkan dia."
Ya- respon CEO Jung Inc itu sukses membuat para readers emosi dan mengamuk hingga berniat menenggelamkan si pria Jung di rawa-rawa Wakanda *kagak :D
Taeyong sudah ingin berteriak. Bagaimana mungkin pria didepannya itu dengan gampangnya meminta Taeyong untuk membunuh darah dagingnya sendiri?
Baiklah. Taeyong mengakui ia juga sempat memiliki pikiran yang sama sebelum Tuhan mengembalikan akal sehatnya.
Dan jujur saja, permintaan Jaehyun barusan masih menjadi hal sensitif sekaligus traumatis bagi Taeyong sendiri.
Namun alih-alih menampar atau sekedar memaki pria di hadapannya itu, Taeyong hanya terdiam sejenak dan menatapnya dengan pandangan lurus.
"Jika itu yang anda inginkan maka itulah yang akan anda dapatkan, tuan Jung. Saya hanya berharap anda tidak menyesal di kemudian hari. Selamat siang."
Usai mengucapkan kalimat tersebut, Taeyong melenggang keluar dari ruangan Jaehyun, meninggalkan pria itu dengan berjuta pertanyaan memenuhi kepalanya.
Dua bulan setelahnya, dini hari tanggal 2 Agustus, Taeyong berhasil melahirkan anaknya lewat metode persalinan normal *ini kalo masih ada yang nanya gimana caranya Ngel gebuk beneran ye 😠
Bayi laki-laki tersebut kemudian diberi nama Mark Lee. Putra sulung dari Lee Taeyong (dan Jung Jaehyun).
─ to be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR m
Fanfiction[ republished ─ on going ] © ngel. 2022 jaeyong • fanfiction [ rated for 18+ 𝗠𝗗𝗡𝗜 ⚠ ] ─────────── " what was right became wrong, everything was moving on its own. " something's wrong [original soundtrack of Dear M] 𝗖𝗪 : bxb ─ mpreg, minor ra...
