Takut istri - SASUSAKU

1.8K 150 21
                                        



🍅: ka ada di rumah gak atau lagi main di luar?

🥗: di rumah, nanti siang mau keluar si sama chocho . kenapa pa?

🍅: ada mama di rumah ? lagi apa?

🥗: kan bisa tanya langsung pa 🙄

🍅: jawab

🥗: mama lagi mandiin adek, ada apa sih pa?

🍅: tolong jemput papa dong di kantor, gak enak badan nih. driver lagi disuruh keluar, papa gak punya apk ojol

🥗: hadeh ini mah pasti dasarnya kopi terus, kenapa gak bilang mama? takut ya 😆

🍅: gak perlu cek dna ni kamu bawel nya mirip mama banget. gak usah bilang mama

🥗: gak mau ah kaka bilang mama aja 🤣

🍅: papa kasih tambahan jajan buat nanti siang. kalo kamu bilang sekarang mama marahin papanya bakal panjang, sekarang iya ntr dirumah juga berlanjut

🥗: lagian si, ya udah deh tapi kalau mama nnya aku jawab apa?

🍅: ke rumah chocho aja atau apalah

🥗: oke, kaka kesana pake ojol biar mobil papa aku yang bawa

🍅: hati-hati

🥗: iya










🥗: mama, abis dari chocho kaka langsung ke akademi ya

🥗: sebenernya tadi papa nyuruh kaka jemput ke kantor katanya papa sakit tapi papa takut dimarahin mama

🥗: ini kaka pesenin ojol buat papa jangan?

🌸: astaga, gak usah









🌸: sakit? aslam naik? pusing? pngin dijemput di kantor? pake ojol? terbang aja terbang pa

🌸: emang susah dibilangin kalo dibilang stop kopi ya jangan bandel jajan di luar

🍅: aku gak sakit sayang

🌸: ngeyel banget si tuh anaknya yang bilang, aku udah kasih tau jangan sering-sering kopinya masih aja jajan di luar. inget umur udah gak muda pa

🍅: iya maaf

🌸: diatur sama aku susah banget sih, pasien aku aja gak pernah sebandel ini. atur sendiri lah aku gakan pesenin ojol

🍅: sayang driver lagi nganterin paket, sumpah gak ada yang bisa disuruh ini. maaf banget gak lagi bandel deh

🍅: maafin sayang 🙏🏻😭










‼️Minor dni ‼️🔞

Hujan rintik semakin banyak membuat udara mencekam dan dingin. Jam menunjukkan pukul 11 malam, Sakura kembali dari kamar bayi untuk menidurkan adek.

Sasuke yang sudah menunggu istrinya itu membuka mata dan menggeser tubuhnya. Ia menelan saliva melihat Sakura yang sama dinginnya dengan ruangan ini.

"Sayang, udahan dong marahnya. Maaf"

"Gak usah ngomong sama aku sampai kamu sembuh"

Sasuke memajukan bibirnya, terlihat mirip adek ketika sedang minum. Ia menarik pelan baju Sakura. Sang istri pun menoleh "Apa?!"

"Aku gak bisa sembuh kalau kamu marah begini, siapa yang urus aku kalau bukan kamu"

"Kopi, minta urus ke barista langganan kamu sana!"

"Sayaaaaaaang"

Sasuke yang merengek membuat Sakura resah, ia hanya khawatir adek akan terbangun setelah ia harus susah payah menidurkannya untuk beberapa menit.

Sakura menghela napas dan membaringkan tubuhnya, membiarkan Sasuke memeluknya. Sasuke menenggelamkan wajahnya di dada Sakura, matanya setengah tertutup. Tangannya melingkar erat di pinggang Sakura, sementara napasnya terasa hangat. Ia merasa nyaman dan semakin membaik karena obat yang telah dimakan sebelum makan malam ditambah hangatnya dekapan sang istri.

"Aku janji gak banyak minum kopi, gak jajan di luar lagi" kepalanya sedikit mendongkak ke atas.

"Terakhir kali juga kamu bilang gitu"

"Ini yang terakhir, sumpah"

"Aku tuh cuma khawatir aslam kamu naik lagi, banyak pasien ku yang meninggal gara-gara itu"

"Heh nyebut sayang"

Sasuke mengecup bibir Sakura sekilas, mencoba menghapus ucapan Sakura yang membuatnya sedikit goyah.

Sakura tersenyum kecil dan percaya bahwa Sasuke tak akan mengulang kesalahan lagi. Bagaimanapun ini pengingat untuk tubuh dan kesehatannya.

Ia mengecup kening dan mengusap sorai rambut Sasuke. Menidurkan layaknya adek.

"Boleh kaya adek, gak?"

Sakura membuka matanya setengah dan melirik Sasuke, "Hm?"

Bibir Sasuke menyentuh dada Sakura mengutarakan keinginannya. Walau Sakura belum menjawab, tangan Sasuke sudah masuk ke dalam piyama merah milik Sakura. Membuka semua kancing piyama dan menyibaknya ke atas memperlihatkan kedua gundukan besar yang akhir-akhir ini sering dimainkan dan dimiliki adek.

"Be gentle sayang" kata Sakura saat nipple nya mulai dihisap. Ia juga sedikit meringis ketika miliknya disentuh beberapa kali.

Sudah lebih dari 10 menit Sasuke setia pada posisinya. Rasa pegal juga dirasa Sakura sampai ia sedikit membusungkan dadanya.

Sasuke menjilat bibirnya yang basah, ia naikkan badannya agar sejajar dengan Sakura. Kemudian tenggelam ke leher istrinya, memberikan hickey yang sudah lama tak ia lakukan. Semenjak memiliki adek dan Sarada yang tumbuh remaja, mereka menjadi sangat waspada untuk melakukan ini dan itu agar tidak ternotice.

Kulit Sakura sehalus sutera, seharum rose dan vanilla namun kini ada wewangian bayi dan asi karena terus menempel dengan adek. Desahan Sakura membuat Sasuke semakin terangsang dan melupakan kondisi tubuhnya, keringat dingin karena sakit dan keringat yang satu ini bersatu padu bercampur menjadi adegan dewasa.

Ia menyisir rambut Sakura yang menghalangi wajah, lalu menciumnya. Ciuman berubah menjadi lumatan yang mendalam. Keduanya tak tergoyahkan dan mulai melepaskan pakaiannya.

Sakura meletakkan tangannya di celana Sasuke. Sambil mengerang. Lidah keduanya bermain. Dunia terasa bergoyang, rasanya kembali ke masa honeymoon dulu.

Tangan yang kuat itu menyentuh paha Sakura. Sakura juga bergerak, menginginkan lebih walau mereka sadar untuk tak mengeluarkan di dalam. Mengingat adek masih di bawah setahun.

"Oooooh....aaaaarhh" Sakura mengerang. Ia bergerak seirama dengan ritme Sasuke. Kamar itu seakan meleleh walau banyak kekhawatiran seperti suara yang mungkin akan terdengar ke luar.

Sasuke terengah-engah, kulitnya lengket karena keringat saat ia merengkuh Sakura yang mengerang di tangannya. Beberapa saat kemudian Sakura mengejang dan menghentak.

Air mata mengalir dari mata Sakura. Bukan karena kesedihan atas kekecewaannya tadi pagi namun karena pelepasan tadi. Untuk beberapa saat mereka tidak bicara apa-apa.

Napas Sakura pendek, darahnya memanas. "Kamu yakin ngeluarin di luar kan?"

"Aku lupa"

Sakura melirik Sasuke yang merebahkan tubuh di sampingnya dengan napas yang mulai tenang.

"Iya di luar" katanya sambil tertawa.








[ Takut istri - SASUSAKU ]

KONOHA TALK [ oneshot ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang